Apakah Ibu Menyusui Perlu Banyak Minum Susu?Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Saat menyusui, ibu masih membutuhkan banyak nutrisi. Bahkan, nutrisi yang dibutuhkan ibu menyusui bisa lebih tinggi dibandingkan saat dirinya hamil. Hal ini terjadi karena nutrisi banyak diperlukan untuk produksi ASI dalam tubuh ibu. Beberapa ibu mungkin minum susu untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya. Tapi, apakah setiap ibu menyusui perlu minum susu?

Susu untuk ibu menyusui

Susu mengandung banyak sekali nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Beberapa ibu menyusui yang belum mampu mencukupi kebutuhan nutrisinya, mungkin disarankan untuk minum susu. Ya, susu dapat menyumbang kalori tambahan, sehingga ibu menyusui dapat mencukupi kebutuhan kalorinya. Dalam segelas susu, Anda bisa mendapatkan protein, lemak, kalsium, yodium, zat besi, seng, fosfor, vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, vitamin E, asam folat, dan masih banyak lagi.

Namun, tidak semua ibu memerlukan susu saat menyusui. Susu bukan minuman wajib ibu menyusui. Susu hanya membantu ibu dalam mencukupi kebutuhan nutrisinya saat menyusui. Jika nutrisi ibu sudah bisa terpenuhi dari makanan sehari-hari yang ibu konsumsi, maka ibu menyusui tidak memerlukan susu.

Beberapa ibu pun mungkin mengalami masalah saat mengonsumsi susu. Bagi ibu menyusui yang tidak suka susu, minum susu mungkin bisa membuatnya mual. Beberapa ibu mungkin juga mengalami diare saat minum susu. Tapi, mungkin Anda akan lega setelah mendengar bahwa minum susu saat menyusui adalah sebuah pilihan.

Susu dapat menyebabkan alergi pada beberapa ibu

Susu saat menyusui mungkin bermanfaat bagi ibu menyusui yang membutuhkannya. Namun, juga bisa menjadi masalah jika ibu atau bayinya menunjukkan gejala alergi terhadap susu. Ya, gejala alergi susu juga bisa ditunjukkan oleh bayi Anda. Hal ini terjadi karena protein susu sapi yang ibu minum dapat terbawa ke tubuh bayi melalui ASI. Namun, tidak semua bayi bisa mengalami masalah ini.

Beberapa reaksi alergi yang dapat ditunjukkan bayi adalah:

  • Sering gumoh atau muntah
  • Bayi merasa sakit pada perutnya (perut bayi kembung atau bergas, atau bayi sering menarik lututnya ke atas perutnya)
  • Feses bayi berlendir atau berdarah
  • Feses bayi keras, sehingga bayi kesulitan buang air besar
  • Kulit bayi gatal, ruam kemerahan, dan juga bisa bengkak
  • Bayi diare
  • Bayi sembelit
  • Bayi mempunyai nafsu makan buruk

Kesimpulan

Jika bayi Anda menunjukkan gejala alergi susu, sebaiknya Anda hentikan konsumsi susu Anda. Setelah Anda berhenti mengonsumsi susu selama dua sampai empat minggu, lihatlah perbedaan yang ditunjukkan oleh bayi. Jika bayi menunjukkan perubahan yang membaik, mungkin benar gejala alergi yang ia alami adalah karena protein susu. Untuk memastikannya, sebaiknya segera periksakan bayi Anda ke dokter.

Bagi ibu menyusui yang tidak dapat mengonsumsi susu, artinya Anda harus mencukupi kebutuhan nutrisi Anda (terutama kalsium) dari makanan sehari-hari. Masih banyak makanan sumber kalsium lainnya selain susu (baca artikelnya di sini). Jika kebutuhan kalsium Anda belum juga dapat terpenuhi, Anda mungkin membutuhkan suplemen kalsium. Konsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengambil suplemen kalsium.

BACA JUGA:

Share now :

Direview tanggal: April 24, 2018 | Terakhir Diedit: Mei 7, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca