7 Perubahan yang Terjadi Pada Tubuh Ibu Selama Masa Menyusui

Oleh Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

Kehamilan akan membuat banyak perubahan pada tubuh Anda. Begitu juga saat menyusui. Sebagian besar wanita yang baru menyusui bayi pertama kali mungkin akan terkejut dengan dengan segala perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Meski begitu, bukan berarti perubahan tersebut buruk dan berbahaya — asal Anda tahu cara menghadapinya.

Berbagai perubahan pada tubuh ibu selama menyusui bayi

1. Puting lecet atau sakit

Puting payudara rentan lecet dan teriritasi, terutama jika Anda baru pertama kali menyusui bayi. Kulit puting lebih tipis dan dipenuhi ujung saraf yang lebih banyak daripada area kulit lainnya. Rangsangan baru yang tidak familiar, seperti menyusui, bisa membuat puting lebih sensitif dan rentan luka.

Puting susu lecet juga bisa diakibatkan cara menyusui yang salah. Selain itu, perawatan payudara yang tidak benar juga dapat menyebabkan kerusakan pada daerah puting susu.

Meski begitu jangan khawatir. Setelah satu atau dua minggu, ketidaknyamanan yang Anda rasakan di bagian payudara perlahan-lahan akan hilang. Anda bisa mengompres payudara dengan handuk hangat untuk meredakan rasa sakitnya. Selain itu, pilihlah bra dengan penyangga yang baik.

2. Payudara bengkak

Untuk mendukung masa menyusui Anda, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon prolaktin penghasil ASI. Hal ini pun akan membuat payudara Anda tampak membesar atau bengkak dan terasa keras padat. Beberapa ibu juga merasakan sakit. Terkadang, puting susu juga menjadi datar atau tidak terlalu menonjol sehingga sulit untuk menyusui.

Jika selama menyusui payudara masih bengkak, Anda bisa mencoba mengeluarkan ASI dengan tangan atau menggunakan pompa untuk meringankan ketidaknyamanan Anda. Pembengkakan yang dibiarkan saja dapat meningkatkan risiko mastitis (peradangan payudara).

3. ASI sering keluar tiba-tiba

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, payudara Anda akan memproduksi banyak air susu selama menyusui bayi. Tidak jarang asupan ASI yang berlimpah membuat banyak wanita sering mengeluhkan payudara “bocor”. Ini adalah hal yang wajar, namun ASI yang bocor bisa merembes ke pakaian sehingga mungkin sedikit mengganggu penampilan Anda.

Cara paling mudah untuk mengatasinya adalah dengan menyusui. Namun jika sikon tidak memungkinkan Anda menyusui bayi, Anda bisa perah air susu dan tuang dalam botol untuk dijadikan cadangan.

4. Perut kram

Menyusui meningkatkan produksi hormon oksitosin pada tubuh Anda. Hormon ini akan membantu rahim menyusut kembali ukuran normal seperti sebelum kehamilan. Hal tersebut membuat perut Anda akan merasakan sakit seperti kram. Rasanya memang sedikit terasa tidak nyaman, namun ini merupakan pertanda bahwa tubuh Anda sedang dalam masa penyembuhan.

5. Kenaikan/penurunan berat badan

Menyusui membakar sekitar 300 sampai 500 kalori per hari, dan penelitian telah menunjukkan bahwa hal tersebut membantu menurunkan berat badan yang umumnya mengalami kenaikan selama kehamilan. Meski begitu, hal ini akan berbeda pada setiap orang. Pasalnya, ada beberapa ibu yang justru nafsu makannya lebih meningkat dibanding ketika hamil, sehingga membuat berat badannya justru mengalami kenaikan.

6. Rambut rontok

Selama kehamilan, sebagian besar wanita akan merasakan rambut yang lebih tebal dan bercahaya akibat pengaruh meningkatkan produksi hormon estrogen. Sayangnya, setelah melahirkan kondisi rambut Anda akan kembali normal seperti semula. Tubuh Anda secara alami akan melepaskan kelebihan helai yang diperoleh saat hamil.

Nah, hal inilah yang membuat banyak ibu selama menyusui sering mengalami kerontokan rambut. Meski begitu Anda jangan khawatir. Pasalnya masalah rambut rontok ini akan kembali normal dalam jangka waktu 6-12 bulan.

7. Sakit punggung

Menyusui memungkinkan Anda berada pada satu posisi tertentu dalam waktu yang lama. Tidak jarang, ini akan membuat tubuh Anda merasa tidak nyaman. Terutama pada bagian leher, punggung, dan lengan yang terlalu sering memangku tubuh bayi dalam waktu yang lama saat menyusui. Sering berganti posisi menyusui bisa membantu mengatasi kondisi ini.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We are excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca