Kebanjiran ASI: Normalkah Jika Produksi ASI Terlalu Berlimpah?

Oleh

Banyak ibu yang merasa khawatir bayi mereka tidak akan mendapatkan cukup ASI. Namun banyak yang justru mengalami sebaliknya di minggu pertama pascamelahirkan, karena ASI yang diproduksi ternyata membanjir. Derasnya ASI yang keluar dan sulit dikontrol, dapat membuat bayi tersedak atau kesulitan bernapas ketika menyusu. Beberapa bayi bahkan bisa mengalami kesulitan saat menyusu karena kewalahan menangani aliran ASI yang terlalu deras. Produksi ASI yang berlebih juga terkadang merembes bocor, membuat Anda resah dan merasa tidak nyaman (terutama jika bocor di luar rumah). Apakah ini normal?

Ada beberapa penyebab kenapa tubuh Anda memproduksi terlalu banyak ASI. Tubuh ibu memang secara natural akan memproduksi ASI dalam jumlah banyak sejak awal menyusui. Pada kasus lain, kondisi ASI berlebih bisa jadi disebabkan oleh kesalahan manajemen menyusui, karena Anda ingin menyediakan sebanyak-banyaknya suplai ASI untuk memastikan si buah hati tercukupi kebutuhan nutrisinya. Sebenarnya, sistem persediaan dan pengeluaran ASI akan secara bertahap beradaptasi dengan sendirinya dalam bulan-bulan ke depan, sehingga air susu yang keluar sesuai dengan kebutuhan bayi Anda dan tidak akan lagi keluar secara  berlebihan. Untuk menyiasati ASI bocor, selalu bawa handuk untuk mengeringkan Anda dan bayi selama menyusui, dan coba beberapa teknik ini untuk memperlambat aliran air susu.

  1. Jika bayi Anda terengah-engah saat sedang menyusui, cobalah untuk hentikan menyusu sejenak. Saat aliran air susu yang keluar mulai melambat dan bayi sudah tidak terengah-engah lagi, letakkan kembali si kecil pada payudara Anda.
  2. Susui bayi Anda cukup hanya dengan satu payudara dalam satu waktu menyusui. Jangan berpindah-pindah. Dengan cara ini, payudara Anda akan lebih terkuras dan bayi Anda hanya sekali saja dibanjiri dengan air susu.
  3. Saat menyusui, pijat perlahan areola Anda untuk membantu mengendalikan aliran susu.
  4. Posisikan bayi Anda dalam posisi terduduk. Beberapa bayi akan membiarkan air susu menetes keluar dari mulut mereka untuk mengatasi masalah ini.
  5. Coba menyusui dengan posisi ibu bersandar atau tidur telentang dengan bayi ditengkurapkan di dada Anda (walau mungkin posisi ini terkadang sulit dilakukan).
  6. Perah sebentar sebelum menyusui supaya aliran ASI tidak terlalu deras, sehingga bayi tidak akan dibuat kewalahan oleh air susu. Kemudian Anda dapat memposisikan bayi untuk menyusu.

Jangan tergoda untuk mengurangi asupan cairan Anda. Baik peningkatan atau penurunan asupan cairan akan sangat berdampak pada produksi susu Anda. Mengurangi minum tidak akan menyebabkan Anda menghasilkan air susu yang lebih sedikit, tetapi dapat menyebabkan masalah bagi kesehatan Anda.

Jika Anda khawatir mengenai hal ini, hubungi dokter atau ahli kesehatan untuk meminta bantuan dan saran.