6 Tanda yang Menunjukkan Bahwa Bayi Sudah Cukup Minum ASI

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Selama merawat si kecil, salah satu hal yang kerap dicemaskan para ibu menyusui yakni apakah ASI yang diberikan pada bayi sudah dapat memenuhi kebutuhannya atau belum. Berbeda dengan susu formula yang mudah diukur, ibu tidak dapat mengukur berapa banyak ASI yang diminum si kecil setiap harinya. Lantas, apa tanda yang akan terlihat jika bayi sudah cukup minum ASI?

Berbagai tanda ketika bayi sudah cukup minum ASI

Pemberian ASI untuk bayi bisa dilakukan dengan dua cara, yakni menyusui langsung melalui payudara maupun memompa ASI dan memberikannya dengan botol. ASI yang diberikan dalam botol mungkin mudah untuk diukur dan diketahui jumlahnya.

Sementara ketika bayi mendapatkan ASI dengan menyusu pada payudara secara langsung, jumlah ASI yang diminum bayi setiap harinya jadi lebih sulit diukur. Padahal, mengetahui kecukupan ASI yang diperoleh bayi dapat membantu menentukan apakah ia kekurangan asupan ASI atau tidak.

Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi setidaknya sampai usianya genap 6 bulan (ASI eksklusif). Namun, ini bukan berarti Anda harus selalu memompa ASI dan memberikan pada si kecil melalui botol dot.

Ada beberapa tanda yang dapat memberikan petunjuk apakah bayi Anda sudah minum cukup ASI, dengan cara menjawab pertanyaan berikut:

1. Apakah berat badan bayi Anda bertambah?

bayi sehat

Kenaikan berat badan bayi yang konstan adalah tanda yang paling jelas untuk menunjukkan cukup tidaknya konsumsi ASI. Dalam 3-4 hari setelah lahir, berat badan bayi pada umumnya turun hingga sekitar 7 persen.

Beberapa minggu kemudian, atau ketika usia bayi menginjak 10-14, hari biasanya berat badannya sudah kembali mencapai berat saat lahir. Setelah itu, seiring semakin lancar dan banyaknya pemberian ASI, berat badan bayi akan terus mengalami peningkatan.

Pada pemeriksaan rutin setelah lahir, berat badan bayi selalu ditimbang. Bila ada kekhawatiran mengenai berat badan bayi Anda, segera konsultasikan dengan dokter.

2. Seberapa sering bayi Anda menyusui?

asi terlalu banyak

Bayi baru  lahir biasanya akan menyusu setiap 2-3 jam sekali, dengan frekuensi menyusu kurang lebih 8-12 kali per hari. Frekuensi menyusu yang tinggi baik bagi Anda dan bayi.

Pasalnya, semakin sering bayi menyusu, produksi ASI dalam tubuh Anda juga akan semakin meningkat. Dengan kata lain, ASI yang Anda hasilkan bisa lebih lancar.

Hindari membatasi keinginan bayi untuk menyusu. Sebaliknya, biarkan bayi yang menentukan lama waktu selama menyusui. Dengan mengoptimalkan keinginan bayi untuk menyusu, bisa menjadi tanda untuk mengetahui bahwa dirinya mendapatkan cukup ASI. 

Pada masa-masa growth spurt atau lonjakan pertumbuhan (biasanya pada usia 2 minggu, 3 minggu, 6 minggu, dan 3 bulan), bayi dapat menyusu lebih banyak dan sering. Semakin besar usia bayi, kemampuannya dalam menyusu biasanya akan semakin berkembang. 

Hal ini dapat dilihat dengan semakin banyaknya kebutuhan ASI bayi. Hanya saja, durasi bayi saat menyusui biasanya cenderung lebih singkat.

Beberapa bayi memiliki pola menyusu yang tidak rutin. Misalnya frekuensi menyusu pada jam-jam tertentu tampak meningkat, yang kemudian diikuti oleh waktu tidur yang agak lama.

Penting untuk diingat, jumlah frekuensi pemberian ASI per hari jauh lebih penting, daripada durasi antara pemberian ASI yang satu dan lainnya.

3. Berapa kali dan jumlah buang air kecil atau besar bayi?

mengganti popok bayi

Jika bayi Anda tidak menggunakan popok, mungkin agak sulit untuk mengecek berapa banyak buang air kecil/besarnya. Bila bayi Anda menggunakan popok, panduan di bawah ini dapat dijadikan pembanding dan tanda untuk tahu apakah bayi mendapatkan cukup ASI atau tidak.

Bayi 1-2 hari

  • Buang air kecil 1-2 popok dalam 24 jam
  • Buang air besar berwarna hitam kehijauan

Bayi 2-6 hari

  • Buang air kecil 5-6 popok dalam 24 jam
  • Minimal 3 kali buang air besar berwarna kehijauan

Bayi 6 hari dan seterusnya

  • Buang air kecil 5-6 popok dalam 24 jam
  • Minimal 3-5 kali buang air besar yang sangat lembek dan kuning

Bayi 6 minggu ke atas

  • Buang air kecil 5-6 popok dalam 24 jam
  • Frekuensi buang air besar mulai berkurang

4. Apakah ada perbedaan pada payudara Anda sebelum dan sesudah menyusui?

jenis kanker payudara

Menyusui seharusnya tidak menyakitkan. Pada perlekatan bayi yang baik, saat bayi menyusu, payudara akan terasa ditarik perlahan, bukan seperti gigitan atau cubitan pada puting payudara.

Bila proses menyusui berjalan dengan baik, payudara yang tadinya terasa penuh akan terasa kosong setelah bayi selesai menyusu. Ini karena persedian ASI yang tadinya menumpuk di dalam payudara, telah keluar saat bayi menyusui. 

Alhasil, payudara terasa lebih ringan sehingga dapat memicu produksi ASI yang lebih banyak lagi. Meski tidak tampak secara langsung pada bayi, tapi setidaknya perasaan lega karena payudara kosong dari ASI bisa menjadi tanda bayi memperoleh cukup ASI.

Namun, jika yang Anda rasakan justru sebaliknya, yakni ada keluhan sakit saat menyusui, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

5. Apakah bayi menelan dengan baik?

payudara bengkak saat menyusui

Tanda lainnya untuk mengetahui bayi mendapatkan ASI dengan cukup, yakni dengan memastikannya benar-benar menelan ASI saat menyusu. Jika Anda melihat dan mendengarkan dengan seksama, biasanya bayi akan menunjukkan tanda sedang mengisap dan kemudian menelan ASI.

Dengarkan ketika ada suara berbunyi “glek” yang sekilas seperti mengucapkan huruf “k” dengan nada yang pelan dan tertahan. Ini artinya, ASI yang diisap bayi sedang ditelan seperti layaknya Anda sedang minum.

Ciri khas lainnya juga bisa Anda perhatikan ketika bayi sedang menelan ASI dengan tenang. Bayi mungkin tidak terlihat seperti sedang menelan sesuatu. Namun, Anda dapat memperhatikan adanya jeda napas di sela-sela isapannya.

6. Bagaimana kondisi kesehatan bayi secara keseluruhan?

bab berdarah pada bayi

Ketika bayi merasa lapar, bayi biasanya akan menunjukkan beberapa tanda. Mulai dari membuka mulut sambil menggerak-gerakkan kepalanya ke kiri dan kanan, menekuk-nekuk lengannya, mengepalkan tangan, atau memasukkan jari-jari tangan ke mulut.

Segera susui jika bayi menunjukkan tanda-tanda lapar, jangan tunggu sampai bayi menangis. Bayi yang tampak puas setiap kali selesai menyusu akan menunjukkan tanda bahwa kebutuhan ASI-nya sudah terpenuhi.

Hal ini biasanya tampak dari tubuhnya yang sehat, aktif, serta tingkat pertumbuhan tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepalanya tergolong normal.

Bagaimana jika ternyata konsumsi ASI bayi memang masih kurang?

ibu menyusui

Jika dari berbagai tanda di atas ditemukan bahwa konsumsi ASI bayi Anda masih kurang, jangan khawatir. Beberapa cara berikut dapat Anda lakukan untuk membantu memenuhi pemberian ASI:

  • Perbanyak frekuensi menyusui dengan durasi sesuai keinginan bayi.
  • Setiap kali menyusui, tawarkan bayi untuk menyusu dari kedua sisi payudara.
  • Periksa dan pastikan bahwa posisi dan perlekatan bayi saat menyusu sudah benar.
  • Bantu perlancar aliran ASI dengan menekan payudara saat bayi menyusu.
  • Hindari pemberian susu formula jika Anda ingin bayi minum ASI, karena bayi akan kenyang dan semakin tidak tertarik minum ASI. Bila Anda tidak menyusui, produksi ASI pada payudara Anda semakin lama akan semakin berkurang.
  • Cobalah untuk rileks dan yakinlah bahwa ASI Anda akan cukup. Hal ini dikarenakan produksi ASI juga dipengaruhi oleh pikiran. 

Apabila tindakan tersebut sudah Anda lakukan tapi pemberian ASI untuk si kecil tampak masih belum terpenuhi, atau timbul masalah maupun kesulitan dalam proses menyusui, segera periksakan ke dokter.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca