Benarkah Sabun yang Terbuat dari ASI Ibu Bisa Sembuhkan Eksim Anak?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Sebagai orangtua, Anda tentu tidak sampai hati ketika melihat si kecil terus menangis dan menggaruk badannya karena gatal eksim. Setelah berseliweran di dunia maya, kemudian Anda menemukan banyak testimoni dari sesama ibu-ibu yang bercerita bahwa eksim anak mereka seketika sembuh setelah mandi pakai sabun ASI. ASI memang bermanfaat untuk kesehatan bayi, tapi apakah juga bisa dipakai untuk obat eksim?

Sebelum tergoda untuk membelinya, yuk baca dulu penjelasan dari dokter!

Sabun ASI, tren terbaru untuk mengobati eksim

Tidak jelas asal-usul siapa yang memulai tren memakai sabun ASI untuk mengobati eksim pada bayi. Namun memang, ada banyak testimoni mengenai kemanjurannya yang tersebar di dunia maya.

Salah satunya adalah seorang ibu asal Skotlandia yang bernama Joy. Mengutip Asian Parents, Finlay, anaknya, diketahui mengalami eksim semenjak berusia 6 bulan. Namun, berbagai macam obat dari dokter tidak ada yang membuahkan hasil sampai ia menemukan iklan penjual sabun ASI di internet.

Setelah memandikan Finlay dengan sabun ASI selama sebulan, ruam kemerahan di tubuhnya hilang total. Eksimnya juga tidak lagi pernah kambuh lagi sampai saat ini Finlay berusia 20 bulan.

Pengalaman sejenis juga dirasakan oleh selebriti kenamaan dunia, Kim Kardashian, yang menggunakan sabun ASI untuk mengobati psoriasis yang sempat dialaminya.

Apakah benar ampuh?

Dr. Srie Prihianti, Sp.KK, PhD, selaku ketua Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia (KSDAI) dari PERDOSKI mengatakan bahwa ASI sebetulnya memang mengandung agen antiinflamasi yang dapat membantu meredakan peradangan. Seperti diketahui, eksim itu sendiri adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh peradangan kronis.

Di dalam ASI juga terkandung protein khusus penguat sistem kekebalan tubuh seperti lactoferin dan IgA yang berfungsi melindungi bayi dari serangan infeksi bakteri, virus, maupun parasit.

Namun, sampai saat ini tidak ada satu pun jurnal ilmiah yang dapat membuktikan klaim kemanjuran sabun ASI untuk mengobati eksim anak.

“Dari sejumlah jurnal medis yang pernah saya baca, ternyata tidak ada beda efeknya antara bayi yang dimandikan pakai sabun biasa dan yang pakai sabun ASI. Gejala eksim tetap ada pada kedua kelompok itu,” ungkap dr. Yanti, sapaan akrabnya, ketika ditemui oleh tim Hello Sehat di kawasan Mega Kuningan, Senin (5/11).

Kandungan ASI pasti beda-beda

Lanjutnya, kandungan ASI akan sangat tergantung pada apa yang ibu makan. Kandungan nutrisi dari ASI ibu yang sehari-harinya banyak makan sayur dan buah tentu akan sangat berbeda dengan ibu yang banyak makan protein susu, misalnya dari susu atau produk turunan susu lainnya (keju, yogurt, butter, dst).

Protein susu itu sendiri bisa menyebabkan timbulnya alergi susu sapi pada bayi yang menyusu ASI. Pada bayi, wujud reaksi alergi dapat berupa ruam kemerahan pada kulit, yang mirip gejala eksim pada umumnya.

“Berdasarkan ini, kita tidak bisa pukul rata (tentang manfaat sabun ASI untuk mengobati eksim anak). Belum tentu satu sabun ASI akan pasti efektif untuk semua bayi,” tegas dr. Yanti.

Terlebih, beragam nutrisi yang terkandung dalam ASI sebagian besar kemungkinan hancur saat proses produksinya.

Sabun ASI dikhawatirkan jadi perantara penyebaran penyakit

Kebanyakan sabun ASI yang dijual di pasaran tidak diketahui jelas asal-usul sumbernya. Baik dari siapa ASI itu didapat, dan apakah orang tersebut benar-benar terbukti sehat.

Bahan baku sabun ASI komersil tidak diperoleh dari konsumen sendiri. Itu kenapa para ahli kesehatan tidak menganjurkan Anda untuk menggunakan sabun ASI karena ditakutkan riskan menjadi perantara penyakit yang masih aktif kepada konsumen.

Penyakit menular seperti hepatitis, HIV, dan virus lain sangat mungkin menyebar melalui ASI. Belum lagi tentang kekhawatiran masuknya kandungan obat tertentu jika si pendonor yang ASI-nya dijadikan sabun sedang mengonsumsi obat-obatan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca