3 Tips Bagi Orangtua untuk Mencegah Hipertensi Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Jika Anda berpikir tekanan darah tinggi hanya terjadi pada orang dewasa, pikirkan lagi. Hipertensi mungkin saja terjadi pada anak-anak dan juga dapat menyebabkan penyakit kronis di kemudian hari — bahkan memperpendek usianya. Jumlah kasus hipertensi anak pun semakin banyak dari tahun ke tahun. Banyak orangtua yang tak sadar bahwa ada berbagai hal yang membuat si kecil berisiko alami hipertensi. Lantas, bagaimana mencegah hipertensi pada anak?

Hipertensi pada anak sama berbahayanya dengan hipertensi orang dewasa

Kebanyakan kasus hipertensi anak dipengaruhi oleh genetik keturunan orangtuanya. Akan tetapi jika darah tinggi pertama kali didiagnosis ketika anak berusia lebih dari 10 tahun, kemungkinan besar hal ini dipengaruhi oleh gaya hidup anak yang kurang sehat. Misalnya apa yang ia makan setiap hari hingga aktivitas fisik yang dilakukannya.

Hipertensi yang terus dibiarkan naik tidak terkendali dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti serangan jantung dan stroke. Komplikasi ini pun tidak luput menghantui anak-anak yang mengalami hipertensi. Terlebih, sama seperti pada kasus darah tinggi orang dewasa, hipertensi pada anak juga memiliki andil terhadap risiko kematian dini.

Menjaga pola makan sehat anak dan olahraga rutin dapat membantu mereka menurunkan berat badan dan tekanan darah, mengurangi risiko diabetes tipe 2, serta meningkatkan kesehatannya sekarang dan di masa mendatang.

Lantas, bagaimana mencegah hipertensi anak?

Sebenarnya, tak sulit kok untuk menghindarkan si kecil dari kondisi kesehatan kronis ini. Berikut adalah cara mencegah hipertensi pada nak:

1. Kurangi garam

Bagi Anda yang suka menambahkan garam yang terlalu banyak pada masakan, sebaiknya ubah kebiasaan tersebut. Pasalnya, konsumsi garam berlebihan bisa meningkatkan risiko hipertensi pada anak.

Garam mengandung sodium tinggi, zat yang membuat tekanan darah naik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa risiko tekanan darah tinggi pada anak-anak dan remaja meningkat sebanyak 27% selama 13 tahun, akibat konsumsi sodium yang tinggi.

Jadi, sebaiknya kurangi penggunaan garam dan berikan makanan yang Anda masak sendiri untuk si kecil, karena Anda bisa mengetahui kadar garam yang digunakan. Biasakan ia untuk mengonsumsi buah dan sayur yang tinggi serat, sehingga membantu menormalkan tekanan darahnya.

Tak hanya di dalam garam, sodium juga terdapat di berbagai makanan dan minuman kemasan. Maka itu, Anda sebaiknya membatasi memberikan makanan dan minuman kemasan pada si kecil. Anda juga harus membiasakan diri untuk membaca label makanan sebelum membelinya, sehingga Anda bisa tahu kandungan sodium dalam makanan atau minuman kemasan tersebut.

Jumlah sodium yang dianjurkan sehari tak boleh lebih dari 1500 mg (termasuk sodium dari makanan kemasan dan garam).

2. Batasi kalori

Kegemukan adalah salah satu faktor risiko dari hipertensi anak. Jika Anda ingin mencegah hipertensi pada si kecil, maka jaga berat badannya agar tetap normal. Hal ini bisa Anda lakukan dengan membatasi kalori yang tidak terlalu penting. Misalnya saja makanan ringan atau minuman manis yang punya kalori cukup tinggi. Atau sebelumnya si kecil suka ngemil  kentang goreng, permen, atau makanan manis lainnya.

Nah, makanan jenis tersebut yang harus dibatasi agar berat badannya juga terkendali. Bila berat badan si kecil normal, maka tekanan darahnya pun juga akan cenderung normal. Mulai sekarang, Anda bisa membuatkan camilan sehat untuk si kecil. Tentunya dengan bahan-bahan yang sehat dan cara pengolahan yang benar.

Selain lebih murah, membuat camilan sehat sendiri juga akan membuat Anda lebih tenang, karena terjamin kandungan gizi di dalamnya.

3. Kurangi waktu menonton TV

Penelitian menunjukkan hubungan antara waktu menonton TV dan kelebihan berat badan yang menyebabkan tekanan darah tinggi. Data yang diambil dari penelitian University of Michigan Health System, diketahui bahwa ada lebih dari 70% anak yang berusia 8 hingga 18 tahun memiliki kebiasaan menonton televisi selama delapan hingga dua belas jam dalam satu hari.

Tentu, hal ini membuat si kecil cenderung pasif dan bisa mengakibatkan kegemukan. Nah, Anda harus membatasi waktunya ketika ia sudah di depan layar televisi. Menurut American Academy of Pediatrics, durasi menonton televisi yang ideal adalah satu jam untuk anak di bawah usia 2 tahun dan dua jam jika ia sudah di atas 2 tahun.

Alih-alih menonton televisi, Anda bisa mengajaknya bermain dan melakukan aktivitas di luar ruangan, sehingga dalam sehari ia melakukan aktivitas fisik. Dengan begitu, Anda dapat mencegah hipertensi pada anak.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenali Jenis-jenis Penyakit Degeneratif yang Umum Terjadi

Penyakit degeneratif adalah penyakit kronis yang memengaruhi saraf, pembuluh darah, hingga tulang. Cari tahu informasi lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Gangguan Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama

Di mobil duduk, di kantor duduk, sampai rumah duduk lagi. Apa kira-kira efeknya pada kesehatan kita?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Alfa-Amilase

Alfa-amilase adalah test kadar enzim amilase dalam darah dan dapat digunakan untuk mendiagnosis pankreatitis akut. Baca proses dan penjelasan hasil tes.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Anion Gap

Tes anion gap dapat membantu untuk mengidentifikasi adanya kelainan asam pada darah. Cari tahu definisi, proses, dan penjelasan hasil test.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan, Tes Kesehatan A-Z 9 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
cat kuku kutek

Informasi Seputar Cat Kuku dan Dampaknya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
gambar operasi cantengan

Operasi Cantengan (Ingrown Toenail)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
manfaat sering menangis

Ini Alasan Orang yang Sering Menangis, Justru Mentalnya Sekuat Baja

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit