Tahukah Anda, Obesitas Pada Anak Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/12/2019 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Penelitian baru-baru ini menemukan bukti kuat bahwa anak penderita obesitas atau anak-anak yang memiliki kolesteror tinggi menunjukkan gejala dini penyakit jantung. Studi melaporkan, ketebalan dinding arteri pada anak dan remaja obesitas atau berkolesterol tinggi sudah menyerupai ketebalan dinding arteri dari orang dewasa usia 45 tahun pada umumnya.

Studi ini, walaupun belum secara resmi diterbitkan, tergolong kecil, hanya melibatkan 70 anak dengan rentang usia 6 – 19 tahun, dan beberapa ahli mengatakan hasil tersebut masih belum bisa dijadikan rujukan resmi. Namun, mereka mengatakan, metode yang digunakan untuk mengukur ketebalan dinding arteri memang merupakan indikator terhadap penyakit jantung yang dapat diandalkan, umumnya lebih dapat diandalkan dari pemindaian kadar kolesterol atau pengukuran lain. Metode ini, menggunakan ultrasound, diaplikasikan pada anak-anak di penelitian lainnya selama beberapa tahun belakangan, namun para ahli mengatakan ini pertama kalinya hasilnya berkorelasi dengan orang dewasa.

Ilmuwan yang tidak terlibat dalam studi ini mengatakan bahwa temuan tersebut mendukung kemajuan isi sebuah penelitian yang menyebut bahwa obesitas anak berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung seiring dengan pertumbuhan si anak.

Temuan ini konsisten dengan prediksi bahwa obesitas dan komplikasinya akan membuat penyakit jantung menjadi masalah kesehatan anak-anak juga. Ada sejumlah indikasi lain yang menunjukkan ini mungkin terjadi, namun sejauh ini hanyalah spekulasi belaka, jadi temuan ini mungkin dapat dikatakan sebagai data mentah yang kurang dari berbagai aspek, walaupun dinilai signifikan. Temuan ini lebih mengacu pada perkembangan proses aterosklerosis, yang jika tidak ditangani dengan baik, akan berakibat serangan jantung atau stroke.

Walaupun jumlah kasus baru pada obesitas anak tampak berkurang, beberapa ahli mendeteksi peningkatan pada diabetes tipe 2 pada anak usia dini. Mereka percaya bahwa peningkatan kondisi ini adalah konsekuensi dari angka obesitas yang melambung.

Sebuah studi yang dilakukan pada 991 anak Australia berusia 5 – 15 tahun menemukan, anak-anak dengan obesitas menderita pembesaran jantung, diukur dari ukuran atrium kiri jantung mereka.

Studi Australia lainnya menunjukkan bahwa proses pemompaan jantung, pada 150 anak usia 10 tahun, ventrikel kiri jantung anak-anak dengan indeks massa tubuh tinggi bekerja lebih lambat.

Penelitian ini menarik, karena apa yang selama ini kita telah percayai terbukti benar. Epidemi obesitas anak adalah bom waktu terbesar dalam sejarah penyakit koroner. Penelitian ini merupakan teknologi tinggi untuk menambahkan bukti-bukti baru.

Studi lain yang diterbitkan dalam jurnal yang sama pada waktu itu lebih lanjut mendukung hubungan antara obesitas anak dan penyakit jantung. Menganalisis catatan dari 276.835 penduduk Denmark yang diperiksa sebagai anak-anak pada tahun 1930, peneliti Denmark menemukan bahwa semakin tinggi angka indeks massa tubuh pada anak (tahun 1930), akan semakin besar peluang mereka menderita penyakit jantung.

Walaupun masih terlalu dini untuk mengetahui apakah generasi muda saat ini akan lebih banyak yang terkena risiko serangan jantung, stroke, atau gangguan jantung lainnya, atau akan mengalaminya lebih cepat, banyak ahli jantung yang mempertimbangkan perkembangan bukti-bukti yang menguatkan relasi antara obesitas anak dan penyakit jantung mengkhawatirkan.

Banyak dari arteri jantung anak-anak ini tidak mengeras atau mengapur walaupun mereka menunjukkan tanda-tanda tahap awal aterosklerosis. Mungkin masih ada kesempatan untuk mengimplementasikan alternatif gaya hidup sehat, dengan olahraga, atau pengaturan pola makan, atau mungkin dengan terapi obat-obatan. Mungkin kondisi ini dapat diatasi.

Studi ini dilakukan dengan metode ultrasound yang disebut carotid artery intima-media thickness (CIMT) untuk mengukur ketebalan dinding dalam arteri karotid pada leher anak. Ilmuwan yang mengukur arteri karotid dengan alasan bahwa arteri karotid pada leher lebih mudah dipindai gambarnya dibanding dengan arteri koroner dalam jantung, mengatakan bahwa peningkatan ketebalan dinding arteri mengindikasikan jumlah plak lemak yang lebih besar dalam arteri yang menghubungkan hati dengan jantung. Jika plak tersebut pecah, dapat menyebabkan pembekuan darah yang berujung pada serangan jantung atau stroke.

Para ahli mengatakan bahwa, dilihat dari faktor risiko, kasus obesitas pada anak sangat mengkhawatirkan, bukan hanya karena faktor periode waktu yang lebih lama untuk merusak tubuh, melainkan juga karena ini terjadi pada tahap pertumbuhan krusial di mana tubuh mereka masih berkembang dan sistem fisiologis anak sedang terbina.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Kenapa Suara Kita Terus Berubah Seiring Usia Bertambah Tua?

    Suara kita terus berubah seiring dengan bertambahnya usia. Tanpa disadari, penyebab suara berubah mungkin adalah kebiasaan buruk Anda sedari muda.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Hidup Sehat, Fakta Unik 14/07/2018 . 3 mins read

    5 Tips Puasa Sehat dan Aman Bagi Orang Lanjut Usia

    Saat orang tua puasa, tantangan yang dihadapi berbeda dengan orang lain yang lebih muda. Adakah tips untuk tetap sehat berpuasa bagi orang lanjut usia?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hari Raya, Ramadan 06/06/2018 . 4 mins read

    Tips Berkomunikasi Dengan Bayi Berusia 4-7 Bulan

    Pada usia 4-7 bulan, bayi mungkin sudah bisa berceloteh dan mengikuti suara. Berikut tips yang dapat bantu komunikasi Anda dengan si kecil.

    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Parenting, Tips Parenting 26/04/2018 . 3 mins read

    Benarkah Kita Akan Mencari Pasangan yang Mirip dengan Orangtua Sendiri?

    Banyak yang bilang pria akan mencari pasangan yang mirip ibunya, wanita akan mencari pasangan yang mirip ayahnya. Kok bisa begitu, ya? Ini penjelasannya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Ivena
    Hidup Sehat, Psikologi 31/03/2018 . 5 mins read

    Direkomendasikan untuk Anda

    akibat anak terlalu sering dibentak

    Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 8 mins read
    depresi pasca melahirkan ayah

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 mins read
    mengajak orang tua pindah

    Tips Mengajak Orang Tua Pindah ke Tempat yang Baru

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 25/05/2020 . 4 mins read

    Berapa Lama Lansia Harus Berolahraga? (Plus, Jenis Olahraganya yang Terbaik)

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
    Dipublikasikan tanggal: 08/11/2018 . 3 mins read