Pertanyaan Umum Seputar Anemia pada Anak-anak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anemia disebabkan oleh berbagai kondisi dan penyakit. Apa penyebab yang paling umum?

Kategori anemia terbesar adalah anemia gizi terutama kekurangan zat besi, serta defisiensi asam folat atau vitamin B12. Penyebab utamanya adalah pendarahan dari saluran pencernaan. Penyakit kronis yang memiliki komponen inflamasi, seperti rheumatoid arthritis, juga dapat memicu anemia.

Di samping itu, anemia dapat disebabkan oleh kanker atau efek samping dari pengobatan kanker. Penyebab lain yang cukup umum adalah kekurangan erythropoietin atau Epo, hormon yang menstimulasi produksi sel darah merah. Kondisi ini kerap dialami pasien yang mengidap penyakit ginjal.

Banyak gejala anemia yang karakteristiknya mirip dengan kondisi lelah dan terlalu banyak bekerja. Bagaimana cara membedakan kelelahan biasa dengan anemia?

Kedua kondisi tersebut tidak dapat dibedakan. Sama seperti gejala kelelahan biasa, anemia menyebabkan kelemahan dan kesulitan dalam berpikir jernih.

Namun jangan anggap remeh jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut dalam waktu yang lama hingga mengganggu aktivitas normal. Segera periksakan ke dokter untuk diagnosis yang lebih akurat. Pemeriksaan awal dimulai dengan tes kadar hemoglobin, protein yang membawa oksigen dalam sel darah merah, untuk mendeteksi apakah gejala tersebut merupakan anemia.

Berapa batas kadar hemoglobin yang menunjukkan seseorang menderita anemia?

Tidak ada ketentuan pasti yang mengatur tingkat hemoglobin yang normal. Namun pada umumnya, dokter menggunakan ukuran patokan dari World Health Organization (WHO). Tingkat hemoglobin <13 untuk laki-laki dan <12 untuk wanita dianggap sebagai anemia.

Kekurangan gizi adalah penyebab umum dari anemia. Benarkah penyakit atau pola makan yang buruk adalah pemicunya?

Perdarahan merupakan salah satu penyebab utama kekurangan zat besi. Pasalnya, Anda akan kehilangan sel darah merah yang mengandung zat besi saat berdarah. Di samping itu, kekurangan zat besi yang biasa menyerang wanita hamil dan anak-anak dipicu oleh asupan makanan yang tidak seimbang.

Kekurangan zat besi gizi termasuk penyebab terbesar anemia di seluruh dunia dan menjadi masalah serius di beberapa negara bagian Amerika Serikat. Jika dibandingkan, kasus kekurangan zat besi lebih banyak dialami daripada kasus kekurangan folat atau vitamin B12.

Bagaimana pasien anemia menjalani aktivitas sehari-hari?

Salah satu hal yang perlu dipelajari adalah kemampuan tubuh untuk beradaptasi. Seiring berjalannya waktu, orang yang terkena anemia cukup parah mampu mengatakan, “Tidak separah kelihatannya, kok.

Karena aktivitas menjadi lebih terbatas daripada sebelumnya, gaya hidup mereka akan perlahan-lahan berubah. Alih-alih pergi berbelanja seminggu sekali, mereka mungkin akan memilih pergi sebulan sekali dan membeli segala sesuatu yang mereka butuhkan langsung. Pasalnya, mereka terlalu lelah untuk bolak-balik berbelanja terlalu sering. Ada lebih banyak kasus adaptasi yang terjadi pada penderita anemia.

Apakah anemia membahayakan nyawa?

A: Satu-satunya kasus anemia yang membahayakan nyawa adalah perdarahan besar, walaupun anemia kronis juga secara tidak langsung berbahaya jika terjadi berkepanjangan. Anemia kronis dapat memaksa jantung untuk bekerja sangat keras hingga menyebabkan gagal jantung yang mengancam jiwa. Berdasarkan fakta tersebut, anemia memang dapat menyebabkan sakit parah dan kematian.

Apakah transfusi sel darah merah lebih aman daripada penggunaan obat-obatan?

Bagi Anda yang ingin menaikan kadar hemoglobin, obat jauh lebih sederhana dan memiliki sedikit samping efek jika dosisnya tepat. Sedangkan melalui transfusi, Anda memiliki risiko penyakit menular dan masalah lainnya.

Apakah ada langkah-langkah gaya hidup, seperti diet atau olahraga, yang dapat mengobati anemia?

Dalam kondisi kronis, sangat sedikit yang bisa Anda lakukan, kecuali dalam kasus anemia gizi, Anda hanya perlu meningkatkan asupan nutrisi. Mungkin satu-satunya hal yang dapat Anda lakukan adalah pergi ke dataran yang lebih tinggi karena jumlah oksigen di sana lebih sedikit.

Di lingkungan yang menyediakan sedikit oksigen, sel-sel akan merangsang Epo untuk membuat lebih banyak sel-sel darah merah. Orang-orang dengan penyakit kronis memiliki hemoglobin sedikit lebih tinggi ketika mereka tinggal di dataran tinggi untuk beberapa waktu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

    5 Hal yang Perlu Dihindari Jika Anda Menderita Anemia Defisiensi G6PD

    Penderita anemia G6PD perlu menghindari beberapa pantangan. Pasalnya, sel-sel darah merah yang kekurangan G6PD sangat rentan mengalami kerusakan.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Hidup Sehat, Tips Sehat 24 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

    Perlukah Penderita Anemia Dewasa Minum Suplemen Zat Besi Saat Puasa?

    Puasa dapat memperparah gejala yang kerap dialami penderita anemia. Jika demikian, perlukah penderita anemia minum suplemen zat besi saat puasa?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Hari Raya, Ramadan 6 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

    7 Cara Mencegah Anemia yang Perlu Anda Lakukan

    Salah satu upaya pencegahan anemia yang umum adalah konsumsi zat besi. Namun, tak hanya itu, ada vitamin dan cara lain yang juga dapat mencegah anemia.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Anemia, Health Centers 26 Februari 2020 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    terapi urine minum air kencing

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    hemodialisis

    Hemodialisis, Prosedur Cuci Darah untuk Penyakit Gagal Ginjal

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 11 menit
    menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

    Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 1 Juli 2020 . Waktu baca 10 menit
    anemia rash

    Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Anemia Rash

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 29 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit