3 Penyebab Utama Kenapa Bayi dan Balita Sering Muntah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Meski sulit untuk didengar, muntah pada bayi adalah kondisi yang cukup umum terjadi. Anak Anda mungkin akan mengalami beberapa kali muntah-muntah selama tahun pertamanya. Ada banyak penyakit anak yang bisa menyebabkan muntah pada bayi, namun biasanya muntah cepat sembuh tanpa perawatan.

Bukan berarti fakta di atas lantas menenangkan batin Anda. Perasaan tidak berdaya sebagai orangtua menyaksikan buah hatinya menderita, ditambah dengan ketakutan bahwa sesuatu yang serius mungkin terjadi, dan keinginan untuk melakukan sesuatunya agar anak bisa sembuh mungkin membuat Anda stres dan khawatir. Ada baiknya untuk pelajari sebanyak mungkin tentang penyebab muntah pada anak dan apa yang bisa Anda lakukan untuk menanganinya begitu lain kali anak Anda muntah.

Anak memuntahkan cairan, apa itu karena penyakit atau hanya gumoh?

Ada perbedaan antara muntah sebenarnya dan gumoh. Muntah adalah mengeluarkan isi perut secara paksa melalui mulut. Muntah terjadi ketika otot perut dan diafragma dada berkontraksi kuat tapi perut rileks. Aksi refleks ini dipicu oleh “pusat muntah” di dalam otak setelah terangsang oleh:

  • Saraf dari perut dan usus ketika saluran gastrointestinal mengalami iritasi atau pembengkakan karena infeksi atau penyumbatan
  • Zat kimia di dalam darah, misalnya obat-obatan
  • Rangsangan psikologis dari penglihatan atau penciuman yang mengerikan
  • Rangsangan dari telinga bagian tengah, seperti muntah yang disebabkan oleh mabuk kendaraan

Di sisi lain, gumoh adalah melepehkan isi perut yang seringkali terjadi saat bayi bersendawa. Gumoh paling sering terlihat pada bayi di bawah 1 tahun. Gumoh mengalir keluar dari mulut seperti rembesan bocor, tanpa kontraksi perut. Sementara cairan muntah keluar menyembur, diiringi kontraksi otot perut.

Gumoh adalah reaksi alami dan wajar, karena tubuh anak berusaha mengeluarkan udara yang tertelan bayi saat menyusui. Muntah merupakan tanda adanya gangguan pada pencernaan bayi.

Penyebab muntah pada bayi

Penyebab umum muntah pada anak beragam menurut usianya. Selama beberapa bulan pertama, misalnya, kebanyakan bayi akan melepehkan sejumlah kecil susu formula atau ASI (gumoh), biasanya sekitar sejam setelah diberi makan. Gumoh akan lebih jarang terjadi jika anak terus bersendawa dan jika aktivitas aktif dibatasi langsung setelah makan. Frekuensi gumoh cenderung berkurang saat bayi bertambah umur, tapi mungkin tetap terjadi dalam bentuk yang ringan sampai usia 10-12 bulan. Gumoh tidak berbahaya dan tidak menganggu kenaikan berat badan normal.

Muntah mungkin sesekali terjadi selama bulan pertama. Bila muncul berkali-kali atau semburannya kuat dan tidak biasa, hubungi dokter. Ini mungkin hanya gangguan makan yang ringan, tapi mungkin muntah pada bayi merupakan pertanda kondisi yang lebih serius.

Muntah pada bayi yang berkepanjangan, apa sebabnya?

1. Hypertrophic pyloric stenosis

Di antara usia 2 minggu dan 4 bulan, muntah pada bayi yang hebat berkepanjangan mungkin disebabkan oleh penebalan otot di ujung perut disebut hypertrophic pyloric stenosis. Kondisi ini mencegah makanan masuk menuju usus sehingga membutuhkan bantuan medis secepatnya. Operasi biasanya dibutuhkan untuk membuka area yang menyempit. Tanda penting kondisi ini adalah muntah hebat yang muncul selama sekitar 15-30 menit atau kurang setelah kali selesai makan. Setiap kali Anda menyadarinya, hubungi dokter sesegera mungkin.

2. Refluks asam lambung

Gumoh kadang malah memburuk di beberapa minggu atau bulan pertama hidup bayi. Walaupun tidak hebat, tapi muncul sepanjang waktu. Hal ini terjadi ketika otot di ujung bawah esofagus menjadi terlalu rileks dan memungkinkan isi perut kembali naik ke atas. Kondisi ini disebut penyakit refluks asam lambung, atau GERD. Kondisi ini biasanya dikendalikan dengan cara berikut:

  • Mengentalkan susu dengan sejumlah kecil sereal bayi sesuai arahan dokter anak
  • Hindari memberi makan terlalu banyak atau berikan makanan dalam porsi lebih kecil lebih sering
  • Buat bayi sering bersendawa
  • Tinggalkan bayi dalam posisi aman, tenang, tegap selama setidaknya 30 menit setelah pemberian makan

Jika langkah ini tidak berhasil, dokter anak mungkin merujuk Anda ke spesialis pencernaan.

 3. Infeksi

Setelah beberapa bulan pertama, penyebab muntah pada bayi yang paling umum adalah infeksi perut atau usus. Yang paling sering disebabkan oleh infeksi virus, walaupun sesekali bakteri dan bahkan parasit mungkin jadi penyebabnya. Muntah akibat infeksi mungkin juga disertai oleh demam, diare, serta kadang-kadang mual dan sakit perut. Infeksi biasanya menular; jika anak mengalaminya, beberapa teman bermainnya berpeluang tertular.

Rotavirus adalah penyebab utama muntah pada bayi dan anak kecil, dengan gejala sering berkembang hingga diare dan demam. Virus ini sangat menular, tapi sudah ada vaksin yang mampu mencegah penyebarannya. Rotavirus adalah salah satu penyebab gastroenteritis karena virus, tapi jenis virus lainnya — seperti norovirus, enterovirus, dan adenovirus — juga bisa menyebabkannya.

Infeksi di luar saluran gastrointestinal kadang-kadang akan menyebabkan muntah. Infeksi ini termasuk infeksi sistem pernapasan, infeksi saluran kemih otitis media, meningitis, dan usus buntu. Beberapa kondisi ini memerlukan perawatan medis, jadi waspadalah untuk gejala bermasalah selanjutnya, berapapun usia anak Anda, dan hubungi dokter anak bila muncul.

  • Darah atau empedu (lendir hijau) di dalam muntahan
  • Sakit perut parah
  • Muntah hebat berulang kali
  • Perut membengkak atau membesar
  • Lemah lesu atau lekas marah
  • Kejang-kejang
  • Tanda atau gejala dehidrasi, termasuk mulut kering, menangis tapi tidak bisa mengeluarkan air mata, dan lebih jarang buang air kecil
  • Tidak sanggup minum cukup cairan
  • Muntah berlanjut selama lebih dari 24 jam

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Merkuri dan Berbagai Bahayanya untuk Kesehatan Anda

Sebenarnya, seberapa bahaya merkuri untuk kesehatan tubuh Anda? Apakah merkuri hanya ada di pertambangan? Cek selengkapnya di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan, Informasi Kesehatan 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Posisi Tidur yang Aman dan Nyaman Saat Sakit Leher

Posisi tidur yang salah sering kali membuat Anda terbangun dengan leher sakit. Tenang, coba posisi tidur ini untuk meredakan sakit leher Anda.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Jenis Minuman yang Baik dan yang Perlu Dibatasi untuk Asam Lambung

Selain memilih jenis makanan yang dikonsumsi, Anda juga perlu tahu jenis minuman untuk asam lambung agar gejalanya tidak kambuh. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Pencernaan, Gastritis dan Maag 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Ragam Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan yang enak, gurih, dan lebih sehat. Simak beragam resep membuat bakwan yang mudah berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Resep Sehat, Nutrisi 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat vertigo

Berbagai Pilihan Obat Vertigo: Mana yang Paling Efektif?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit
tips pendinginan setelah lari

6 Jenis Pendinginan yang Wajib Dilakukan Setelah Lari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
obat infeksi jamur vagina

Jangan Digaruk! Ini 2 Jenis Obat Infeksi Jamur Vagina untuk Meredakan Gejala

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
jenis pijat

Mengenal Jenis-Jenis Pijat dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit