Cara Mengetahui Jika Anda Mengidap Mata Malas

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Mata malas adalah kondisi yang paling sering terjadi saat masih anak-anak. Mayo Clinic mencatat bahwa keadaan ini merupakan penyebab utama dari gangguan penglihatan pada anak. Namun, jika dibiarkan, mata malas ini bisa terbawa terus hingga Anda dewasa.

Istilah medis untuk mata malas adalah amblyopia, yaitu suatu kondisi di mana otak lebih cenderung ‘mempekerjakan’ salah satu mata saja. Biasanya, hal ini dikarenakan penglihatan mata yang satu lebih buruk daripada mata yang lainnya. Secara tidak sadar, kondisi perbedaan kondisi kesehatan mata ini akan membuat otak mengabaikan sinyal atau impuls dari mata yang lebih lemah, atau mata yang ‘malas’.

Pada penderita mata malas, mata yang lebih lemah biasanya tidak terlalu terlihat berbeda dibandingkan mata yang lain. Namun, dalam beberapa keadaan, mata yang lebih lemah ini mungkin akan terlihat ‘berlari’ ke arah yang berbeda dengan mata sebelahnya. Penting untuk diingat, bahwa mata malas berbeda dengan mata juling atau strabismus. Akan tetapi, strabismus dapat memicu timbulnya mata malas, jika mata yang juling lebih jarang dipakai dibandingkan dengan mata yang sehat.

BACA JUGA: 3 Hal Seputar Mata Juling yang Harus Anda Tahu

Apa saja tanda dan gejala mata malas?

Mata malas bisa jadi sulit terdeteksi kecuali keadaannya sudah parah. Jika Anda atau anak Anda mengalami gejala seperti ini, bisa jadi hal tersebut merupakan gejala awal dari mata malas:

  • kecenderungan menabrak benda di satu sisi
  • mata yang ‘berlari’ kemana-mana, baik sisi dalam atau luar
  • kedua mata kelihatan tidak bekerja bersama
  • kurangnya kemampuan memperkirakan jarak
  • penglihatan ganda
  • sering mengernyit

BACA JUGA: 6 Makanan untuk Menjaga Kesehatan Mata, Selain Wortel

Penyebab mata malas

Mata malas berhubungan dengan masalah perkembangan pada otak. Pada kasus ini, jalur saraf di otak yang mengatur penglihatan tidak berfungsi dengan baik. Keadaan ini dapat muncul saat kedua mata tidak digunakan dalam jumlah yang seimbang satu sama lain. Beberapa keadaan di bawah ini dapat memicu timbulnya mata malas:

  • mata juling yang tidak diperbaiki
  • genetik, riwayat keluarga dengan mata malas
  • perbedaan kemampuan penglihatan yang cukup jauh di antara kedua mata
  • kerusakan atau trauma pada salah satu mata
  • turunnya salah satu kelopak mata
  • kekurangan vitamin A
  • ulkus kornea
  • operasi mata
  • gangguan penglihatan
  • glaukoma

BACA JUGA: 6 Gerakan Senam Mata untuk Mengusir Mata Lelah

Bagaimana cara mendiagnosis mata malas?

Mata malas biasanya hanya terjadi pada salah satu mata. Ketika pertama kali terjadi, Anda atau anak Anda mungkin tidak menyadarinya. Oleh karena itu, penting bagi Anda dan anak untuk secara rutin memeriksakan mata ke dokter sedini mungkin sejak bayi, bahkan jika anak Anda tidak mengalami gejala apa pun. The American Optometric Association menyarankan agar Anda membawa anak Anda untuk memeriksakan matanya pada usia 6 bulan dan 3 tahun. Setelah itu, anak harus diperiksakan secara rutin ke dokter mata setiap dua tahun atau lebih sering lagi mulai dari usia 6 hingga 18 tahun.

Dokter mata akan melakukan pemeriksaan mata rutin untuk menilai penglihatan pada kedua mata. Pemeriksaan yang biasa dilakukan antara lain adalah membaca huruf atau bentuk, mengikuti gerakan sinar dengan salah satu mata diikuti dengan kedua mata, dan melihat mata secara langsung dengan alat yang tersedia. Selain itu, dokter mungkin juga akan memeriksakan ketajaman penglihatan, kekuatan otot mata, dan seberapa baik kemampuan mata anak Anda untuk memfokuskan penglihatan. Dokter Anda akan mencari tahu apakah terdapat satu mata yang lebih lemah atau terdapat perbedaan penglihatan di antara kedua mata.

BACA JUGA: 8 Gangguan Pada Mata yang Bisa Menjadi Gejala Penyakit Serius

Bagaimana cara memperbaiki mata malas?

Mengobati penyebabnya merupakan cara yang paling efektif untuk mengatasi mata malas. Anda perlu membantu mata yang lebih lemah untuk berkembang secara normal. Jika Anda atau anak Anda mengalami kelainan refraksi seperti rabun dekat, rabun jauh, atau silinder (astigmatisma), maka dokter akan meresepkan kacamata.

Dokter Anda juga mungkin akan menyarankan memakai penutup mata untuk mata yang lebih sehat, agar mata yang lemah dapat dilatih untuk melihat. Penutup mata biasanya dapat dipakai selama satu hingga dua jam sehari. Penutup mata ini berfungsi untuk membantu perkembangan otak yang mengontrol penglihatan. Selain penutup mata, obat tetes juga dapat diteteskan pada mata yang sehat sehingga membuatnya kabur selama beberapa waktu, memberikan waktu bagi mata yang ‘malas’ untuk berlatih.

Jika Anda memiliki mata yang juling, Anda mungkin harus menjalani operasi untuk memperbaiki otot mata Anda. Pada dasarnya, semakin cepat mata yang malas diperbaiki, semakin baik pula hasil pengobatannya. Jadi, jangan ragu untuk segera berkonsultasi pada dokter Anda.

BACA JUGA: Masih Kecil, Kok Matanya Sudah Plus?

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Makanan Bergizi untuk Orang dengan Thalassemia

Salah satu masalah orang thalasemia adalah masalah gizi. Apa saja pilihan makanan dan nutrisi yang tepat untuk penderita thalasemia?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 22 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Meski tampaknya selalu bersemangat soal urusan di ranjang, ada banyak juga masalah seks yang dapat mengganggu pria. Yuk, ketahui apa saja!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Meski sedang hamil, ibu tetap direpotkan untuk melakukan pekerjaan rumah. Namun, apakah semua pekerjaan rumah tangga saat hamil aman untuk dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Kenikmatan kopi sudah tidak diragukan. Namun, tahukan Anda ada beberapa cara membuat kopi yang dapat menjadikan manfaatnya lebih baik untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengobati sengatan lebah

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
gejala leptospirosis

Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit