Echolalia, Mendengar Suara Berulang yang Terjadi Akibat Gangguan Saraf

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernah mendengar suara bergema? Mungkin Anda sering mendengar suara ini ketika seseorang berbicara melalui mikrofon. Namun, ini kondisi ini bisa terjadi pada anak yang memiliki autisme atau masalah kesehatan tertentu. Suara bergema yang sering didengar ini disebut juga dengan echolalia. Agar lebih jelas mengenai echolalia, simak ulasannya berikut ini.

Echolalia adalah penyakit mental, tapi bisa terjadi pada anak normal

Echolalia sebenarnya menjadi bagian dari perkembangan anak, yaitu ketika si kecil belajar untuk berbicara. Mereka cenderung meniru perkataan yang sama berulang kali. Namun, saat anak sudah masuk usia tiga sampai empat tahun, echolalia akan hilang karena kemampuan mereka dalam berbicara akan bertambah sempurna.

Jika echolalia tidak hilang pada anak, ini menunjukkan adanya gejala kerusakan otak yang menyebabkan ia mendengar suara yang sama berulang (bergema).

Orang dengan kondisi ini, biasanya akan kesulitan untuk berkomunikasi secara normal karena harus berusaha keras untuk memahami perkataan orang lain. Mereka mungkin cenderung mengulang pertanyaan seseorang dibanding menjawab pertanyaan tersebut.

Echolalia yang tidak hilang umumnya dimiliki oleh anak dengan autisme yang perkembangan berbicaranya tertunda. Pada beberapa kasus, orang dengan sindrom Tourette juga bisa memiliki kondisi ini. Sindrom Tourette adalah kondisi seseorang yang cenderung berbicara tanpa kendali, bahkan berteriak.

Orang dengan afasia, demensia, cedera otak traumatis, skizofrenia juga bisa memiliki echolalia.

Penyebab dan gejala echolalia

anak mudah lupa

Adanya kerusakan atau gangguan pada otak, seperti kecelakaan atau penyakit pada otak bisa jadi penyebab echolalia.  Gangguan ini juga bisa muncul pada seseorang yang mengalami cemas dan merasa tertekan.

Gejala utama echolalia adalah pengulangan kata atau suara yang didengar oleh pasien. Pengulangan tersebut bisa muncul saat orang lain sedang berbicara atau setelah pembicaraan selesai. Namun, dapat juga muncul dalam satu jam atau satu hari setelah mendengarnya.

Gejala echolalia yang mungkin terjadi pada anak meliputi:

  • Terlihat frustasi saat berbicara
  • Kesulitan untuk menanggapi percakapan
  • Mudah marah saat ditanya atau memulai pembicaraan
  • Cenderung mengulang pertanyaan dibanding menjawab pertanyaan

Jenis echolalia yang umum terjadi

Ada dua jenis echolalia yang umumnya dialami oleh seseorang. Namun, keduanya sangat sulit dikenali sampai Anda atau dokter mengenal pasien dan tahu bagaimana kebiasaan pasien saat berkomunikasi. Jenis echolalia meliputi:

Echolalia fungsional (interaktif)

Orang dengan echolalia interaktif masih bisa mengikuti percakapan dengan orang lain, walaupun kata-kata yang diucapkan sering kali tidak sempurna. Bahkan sering kali, mengungkapkan pertanyaan pada dirinya sendiri, padahal ia ingin meminta sesuatu. Semua kata yang diucapkan kemungkinan adalah kata-kata yang sering ia dengar.

Echolalia non-interaktif

Orang dengan echolalia non-interaktif sering mengungkapkan sesuatu yang sama sekali tidak berhubungan dengan situasi yang dihadapi. Mereka juga sering kali mengulang pertanyaan berkali-kali sebelum menjawabnya. Mereka cenderung mencetuskan kata-kata saat ia sedang melakukan sesuatu.

Cara mengatasi echolalia pada anak

Jika si kecil mengalami echolalia, Anda jangan berkecil hati. Beberapa metode yang bisa membantu anak untuk mengatasi echolalia adalah:

  • Terapi bicara. Pasien echolalia akan mengikuti terapi bicara untuk belajar mengatakan apa yang mereka pikirkan. Latihan bicara ini disebut dengan “isyarat-jeda-titik”, yaitu ahli terapis akan mengajukan suatu pertanyaan, anak akan diberi waktu singkat untuk menanggapi pertanyaan, kemudian ia harus menyatakan jawabannya dengan benar.
  • Terapi obat. Gejala echolalia akan bertambah parah ketika anak mengalami stres atau cemas. Oleh karena itu, dokter biasanya akan meresepkan obat antidepresan aau antikecemasan untuk membuat anak jadi lebih tenang.
  • Perawatan di rumah. Orang di sekitar pasien dapat membantu meningkatkan kemampuan pasein untuk berkomunikasi. Orangtua mungkin harus mengikuti pelatihan dulu supaya lebih mengerti bagaimana cata terbaik untuk berkomunikasi dengan pasien.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Stunting pada Anak: Ketahui Penyebab, Ciri, dan Cara Mengatasinya

Stunting, masalah gizi pada anak yang utama di Indoensia dan harus ditangani sedini mungkin demi tumbuh kembang anak. Lantas apa tanda anak stunting?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 12 menit

Perkembangan Anak Usia 17 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Di perkembangan usia 17 tahun, anak cenderung lebih mandiri dalam hal apa pun. Lantas, apa yang harus orangtua lakukan untuk mengarahkannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Perkembangan Anak Usia 18 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Usia 18 tahun merupakan fase akhir remaja. Berikut berbagai perkembangan yang umumnya dialami oleh anak usia 18 tahun yang penting diketahui orangtua.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Perkembangan Anak Usia 16 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Di usia 16 tahun anak sudah berada di fase remaja akhir. Berikut berbagai perkembangan yang terjadi saat usia anak 16 tahun.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 27 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

usia bayi bisa melihat

Kapan Bayi Bisa Melihat Sekitarnya dengan Baik dan Jelas?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
tinggi badan anak balita

Ibu, Ini Tinggi Badan Anak Balita Usia 1-5 Tahun yang Ideal

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 18 November 2020 . Waktu baca 5 menit
menghadapi anak masturbasi

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit