Panduan Penanganan dan Obat Campak yang Bisa Diberikan pada Bayi

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Anak sakit campak adalah salah satu kekhawatiran orangtua. Pada 2010, Indonesia merupakan negara dengan tingkat insiden tertinggi ketiga di Asia Tenggara. World Health Organization melaporkan sebanyak 6300 kasus terkonfirmasi Morbili di Indonesia sepanjang tahun 2013. Dalam dunia kedokteran, campak disebut rubeola atau morbili, suatu penyakit yang disebabkan oleh virus Measles. Jadi, campak bukan disebabkan oleh bakteri. Bagaimana cara mengobati campak pada bayi? Apakah ada obat campak pada bayi? Berikut penjelasannya.

Apa itu campak?

Dilansir dari Mayo Clinic, campak disebabkan oleh virus paramyxovirus yang ditularkan lewat udara dan kontak langsung. Campak merupakan penyakit yang sangat menular lewat udara melalui aktivitas bernapas, batuk, atau bersin.

Memang agak sulit mendeteksi penyakit ini pada fase awal, karena gejala awal yang mirip dengan flu biasa, seperti batuk, pilek, dan demam.

Tapi, jika diperhatikan dengan saksama, ada perbedaan yang mengarah pada diagnosis campak, yaitu jika anak demam disertai konjungtivitis atau mata merah dan berair. Penyebab ruam pada bayi  adalah demam yang muncul pada hari ke-4 demam, yaitu setelah 10 hari kuman tersebut masuk dan berkembang biak di dalam tubuh.

Prinsip penanganan anak dengan campak adalah terapi suportif. Hal ini dilakukan mengingat penyakit ini disebabkan oleh virus yang bersifat self limiting disease atau dapat sembuh dengan sendirinya.

Namun, kita harus bisa mengendalikan perkembangan virus di dalam tubuh anak, agar tidak menyebar ke organ vital lain, seperti otak dan paru. Berikut adalah langkah-langkah dan obat yang perlu diberikan bila terjadi campak pada bayi.

Obat campak pada bayi

Tidak ada obat khusus untuk mengatasi campak pada bayi dan orang dewasa. ini karena campak disebabkan oleh virus yang tidak sensitif pada antibiotik, tidak seperti infeksi bakteri.

Virus dan gejalanya akan hilang dalam waktu dua minggu dan selama waktu tersebut, orangtua bisa mengurangi kadar keparahan campak pada bayi. Berikut cara mengobati campak pada bayi.

Jangan lupa imunisasi sebagai cara mengobati campak pada bayi

Perlukah anak diimunisasi? Sangat perlu. Salah satu cara mengobati campak pada bayi adalah dengan memberikan vaksinasi.

Namun, berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2007, cakupan imunisasi campak pada anak-anak usia di bawah 6 tahun di Indonesia masih relatif lebih rendah (72,8 persen). Ini dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara yang sudah mencapai 84 persen.

Selain itu, imunisasi campak hanya efektif memberikan proteksi terhadap virus jika diulang, yaitu saat usia 9 bulan kemudian saat usia sekolah. Oleh karenanya, sangat penting untuk memberikan imunisasi sebagai obat campak pada bayi. Imunisasi mudah didapatkan di posyandu, puskesmas, atau rumah sakit.

Istirahat yang cukup

Nasihati si kecil untuk beristirahat cukup. Sementara, kurangi aktivitas fisik dan bermain. Waktu tidur yang cukup yaitu 8-10 jam dapat memulihkan sistem kekebalan tubuh yang berfungsi melawan virus berkembang biak di dalam tubuh

Konsumsi protein sebagai obat campak pada bayi

Sangat penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, agar bayi bisa melawan virus dan bakteri yang menyerang tubuh. Anda bisa memberikan vitamin protein imun yang disebut imunoglobulin yang bisa dikonsumsi enam hari setelah mengalami gejala campak.

Batasi kontak

Karena sifatnya yang amat infeksius dan mudah menular lewat udara, sebaiknya anak yang campak membatasi kontak dengan orang lain. Jika si kecil sudah bersekolah, ada baiknya minta izin untuk beristirahat di rumah, agar tidak menularkan campak pada teman-temannya.

Pisahkan pula anak yang campak dari saudaranya untuk sementara, terutama bila Anda memiliki anak bayi yang belum menerima vaksin campak.

Untuk anggota keluarga/kontak yang rentan, dapat diberikan vaksin obat campak pada bayi atau human immunoglobulin untuk pencegahan. Ada baiknya juga anak diberi masker untuk membatasi penularan melalui batuk atau bersin.

Makanan yang boleh dan tidak

Walau sifatnya yang menular, sebagian besar pasien infeksi dapat sembuh sendiri. Konsumsi makanan yang bergizi memegang peranan yang penting dalam terapi suportif.

Konsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna, dengan menambah porsi sayur dan buah yang mengandung banyak vitamin. Walau anak terkadang sulit makan, karena campak mengiritasi kerongkongan.

Anda dapat mengakali dengan memberikan makanan dengan porsi sedikit namun sering. Hindari makanan yang digoreng dan dingin untuk sementara waktu, agar obat campak pada bayi bisa bekerja lebih optimal.

Konsumsi suplemen vitamin A

Apakah suplemen vitamin A bisa dikatakan obat campak pada bayi? Si kecil yang terkena campak, tubuhnya cenderung kekurangan vitamin A.

Vitamin A penting untuk tumbuh kembang anak. Biasanya, dokter akan langsung memberikan suplemen tambahan vitamin A untuk meningkatkan sistem imun bayi agar lebih kuat.

Dosis vitamin A yang diberikan untuk si kecil yaitu:

  • Bayi usia kurang dari 6 bulan 50.000 IU/hari PO diberi 2 dosis.
  • Usia 6-11 bulan 100.000 IU/hari PO 2 dosis.
  • Usia di atas 1 tahun 200.000 IU/hari PO 2 dosis.
  • Anak dengan tanda defisiensi vitamin A, 2 dosis pertama sesuai usia, dilanjutkan dosis ketiga sesuai usia yang diberikan 2-4 minggu kemudian.

Dosis di atas diberikan oleh dokter setelah konsultasi. Maka, Anda sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar penanganan campak pada bayi lebih tepat.

Jaga kebersihan, jangan takut mandi

Banyak ibu yang khawatir memandikan anak yang sakit campak akan memperparah bercak merah di kulit. Padahal, anggapan ini salah besar.

Bercak kulit pada campak sangat gatal sehingga biasanya anak menggaruknya, bahkan bisa membuat bayi harus minum obat khusus untuk mengatasi masalah kulit.

Garukan ini justru akan memperparah bercak dan menimbulkan infeksi sekunder. Bercak dapat berubah menjadi luka yang dapat mengeluarkan nanah. Setelah anak tidak panas, Anda dapat memandikan si kecil, untuk mengurangi gatal dan memberikan kenyamanan.

Pakailah sabun bayi yang tidak mengiritasi kulit. Bila ibu masih khawatir, minimal lap tubuh anak dengan handuk basah kemudian sehabis mandi dibedaki salicil talc untuk mengurangi gatal.

Selain itu, selama sakit dan pemulihan, siapkan peralatan pribadi khusus untuk si kecil meliputi handuk dan peralatan makan seperti piring, sendok, garpu dan gelas. Hal ini untuk menghindari penularan lewat kontak tidak langsung

Hindari dehidrasi

Demam tinggi yang dialami anak saat sakit campak menguras cairan dan elektrolit tubuh. Berikan minum yang cukup untuk menjaga cairan tubuh dan mengganti cairan yang hilang bila anak juga mengalami muntah dan diare saat campak.

Konsultasi pada dokter segera

Walau sebagian besar campak tidak menimbulkan kematian, tetapi ada sebagian kecil yang berujung pada komplikasi. Virus Morbili dalam tubuh dapat menyebar ke seluruh bagian melalui pembuluh darah. Bila menyerang pencernaan, anak akan muntah dan diare hebat.

Hal yang paling mengkhawatirkan adalah komplikasi ke paru berupa radang paru (pneumonia). Anak akan kesulitan bernafas dan sesak nafas. Komplikasi fatal lainnya yaitu ensefalitis yaitu radang otak yang menyebabkan anak kejang-kejang dan mengalami penurunan kesadaran.

Oleh sebab itu, konsultasi ke dokter sejak awal dapat mencegah anak mengalami komplikasi tersebut. Biasanya dokter akan memberikan antibiotik jika terdapat infeksi sekunder.

Tak lupa, berikan obat penurun panas seperti paracetamol atau ibuprofen yang bisa mengatasi demam sebagai gejala awal campak pada bayi. Selain itu suplementasi vitamin A juga mampu mempercepat durasi sakit.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mulai Kapan Gigi Susu Anak Copot? Apakah Pasti Akan Copot Semua?

Gigi susu anak mulai tumbuh di usia 8-12 bulan. Gigi-gigi kecil ini kemudian akan digantikan oleh 32 buah gigi permanen. Mulai kapan gigi susu copot?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Gigi Anak, Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Campak

1. Definisi Apa itu campak? Dibandingkan penyakit lain yang berhubungan dengan demam dan ruam gatal-gatal, campak adalah yang paling mematikan bagi anak-anak. Penyakit ini menyebar dengan sangat mudah sehingga sangat ...

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 6 Januari 2021 . Waktu baca 2 menit

Difteri

Difteri adalah penyakit yang menyerang tenggorokan dan sistem pernapasan. Kondisi ini umum terjadi pada anak-anak. Seberapa bahaya penyakit ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Gangguan Pernapasan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Campak

Campak adalah penyakit infeksi virus yang menyebabkan munculnya ruam di sekujur tubuh. Bagaimana cara mengobati penyakit campak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 2 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat pilek bayi

Pilihan Obat Pilek yang Bisa Diberikan pada Anak dan Bayi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
kulit bayi mengelupas

Kulit Bayi Mengelupas di Minggu Pertamanya, Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit