Apakah Aman Mengatasi Kolik Bayi Dengan Akupuntur?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/09/2017
Bagikan sekarang

Penelitian yang dilakukan oleh Kajsa Landgren mengungkapkan bahwa pemberian akupuntur dapat dilakukan untuk mengurangi frekuensi menangis yang terlalu sering atau kolik pada bayi. Tapi apakah aman menggunakan akupuntur pada bayi untuk mengatasi kolik?

Apa itu kolik?

Bayi menangis sebagai cara berkomunikasi, dan ini bisa menunjukkan banyak hal, seperti merasa lapar, lelah, maupun selesai buang air, sehingga menangis sebenarnya normal terjadi pada bayi. Namun, kolik adalah kondisi di mana bayi menangis secara berlebihan dan terus menerus selama lebih dari tiga jam berturut-turut dalam satu hari, bahkan selama beberapa hari selama satu minggu.

Kolik paling sering terjadi saat bayi berusia dua hingga tiga minggu, lalu mengalami penurunan pada bulan ketiga atau keempat. Beberapa ahli mengatakan bahwa kolik ini terjadi karena sensitivitas bayi yang masih tinggi terhadap suara, sensasi, dan hal-hal di sekitarnya.

Penelitian terhadap 147 bayi berusia 2-8 minggu yang dilakukan oleh Kajsa Landgren ini, berusaha membandingkan antara bayi yang diberi terapi akupuntur, dengan bayi yang tidak diberikan akupuntur sama sekali, dan kemudian membandingkan frekuensi kolik para bayi tersebut. Hasil penelitian menemukan bahwa pemberian akupuntur dapat mengurangi durasi bayi menangis hingga 40 menit dalam satu hari.

Apakah akupuntur bagi bayi aman?

Akupuntur adalah terapi yang dilakukan dengan menggunakan jarum khusus yang ditusukkan ke beberapa titik di tubuh. Akupuntur sebenarnya telah digunakan mungkin selama ribuan tahun sebagai salah satu metode terapi pada pengobatan tradisional Cina. Namun apakah bayi boleh menjalani akupuntur?

Dilansir dari review yang dilakukan oleh Wolfgang Raith, dari empat penelitian yang dilakukan dengan menggunakan teknik akupuntur terhadap bayi, secara keseluruhan akupuntur tersebut tidak melukai si bayi maupun menimbulkan efek samping tertentu. Tapi praktisi akupuntur yang dipakai, haruslah seorang praktisi yang telah berpengalaman selama puluhan tahun, dan teknik yang digunakan pun adalah teknik akupuntur dengan tusukan seminimal mungkin.

The American Academy of Pediatrics belum menyatakan pernyataan spesifik tertentu mengenai aman tidaknya teknik akupuntur ini bila dilakukan kepada bayi. Masih banyak pro dan kontra juga terhadap hasil penelitian ini, sehingga masih membutuhkan riset lebih lanjut. Tapi, lebih dari itu, bila Anda memang ingin melakukan teknik ini terhadap bayi Anda, sebaiknya pastikan Anda telah berkonsultasi lebih dulu dengan dokter Anda, serta menentukan praktisi yang memang telah ahli memiliki sertifikasi dalam akupuntur tersebut.

Adakah teknik lain untuk mengatasi kolik pada bayi?

Meskipun belum diketahui secara pasti penyebab kolik pada bayi, beberapa tindakan yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi kolik pada bayi Anda, antara lain:

  • Coba periksa kembali apakah teknik menyusui Anda sudah benar. Meskipun hal ini kemungkinan besar bukan penyebab kolik bayi Anda, tapi teknik menyusui yang membuatnya tidak nyaman, mungkin dapat membuatnya menangis.
  • Beberapa pergerakan, seperti menggoyangkannya dengan lembut seraya menggendongnya, mungkin dapat menghentikan tangisnya.
  • Suara. Beberapa bayi dapat merespon suara dengan baik, hingga akhirnya membuatnya berhenti menangis. Coba suara-suara dengungan seperti pengering pakaian, vacuum cleaner, dan kipas angin.
  • Sentuh indranya. Beberapa bayi mungkin menangis karena cahaya yang terlalu terang atau suhu yang terlalu dingin untuknya. Memijat punggungnya dengan lembut, membaringkannya pada ruangan dengan cahaya minimal, atau memandikannya dengan air hangat dapat Anda lakukan untuk mencoba menghentikan tangisannya.

Namun, terlebih dari semua itu, sebaiknya segera periksakan bayi Anda ke dokter, bila kolik yang bayi Anda alami disertai dengan timbulnya gejala seperti demam, muntah-muntah, diare, lebih mudah mengantuk dibandingkan biasanya, dan tidak mau makan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Produksi ASI Terlalu Banyak Juga Tidak Baik, Ini Masalah yang Bisa Muncul

Bukan hanya produksi ASI sedikit yang bisa menganggu proses menyusui, tapi produksi ASI terlalu banyak juga demikian. Lantas, apa yang sebaiknya dilakukan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Menyusui 18/10/2019

Apakah Bayi Bisa Menangis di Dalam Perut Ibu?

Bayi berubah posisi mungkin sudah sering Anda rasakan selama kehamilan. Namun, bagaimana kalau bayi menangis dalam kandungan? Bisa atau tidak, ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

5 Sebab Mengapa Bayi Menangis Setelah Selesai Menyusu

Bukannya merasa nyaman dan tenang saat sudah kenyang, Anda malah mendapati bayi menangis setelah menyusu cukup lama. Kok bisa, ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Apa yang Harus Dilakukan Ortu Saat Bayi Menangis dan Rewel?

Saat bayi menangis, menandakan bahwa ada hal yang membuatnya tidak nyaman. Lantas, jika terus-terusan menangis, apa yang harus dilakukan ortu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji

Direkomendasikan untuk Anda

sakit perut pada anak

Ketahui Penyebab dan Cara Memulihkan Sakit Perut pada Anak

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 10/03/2020
ruam bayi

Ketahui Faktor Penyebab Ruam pada Bayi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 23/01/2020
bayi menangis tidak keluar air mata

Bayi Baru Lahir Menangis Tanpa Air Mata, Kenapa Ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 01/12/2019
purple crying pada bayi

Purple Crying, Kondisi Saat Bayi yang Baru Lahir Terus-terusan Menangis

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/11/2019