Mencegah Anak dari Rakitis

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Selama beberapa tahun terakhir, rakitis telah menjadi perhatian dunia, tidak hanya di daerah yang memiliki masalah kekurangan gizi saja. Rakitis adalah gangguan tulang yang menyebabkan tulang melunak dan melemah. Umumnya, penyakit ini menyerang anak-anak usia 6 dan 36 bulan. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan vitamin D yang parah sehingga penyerapan kalsium dan fosfor terganggu. Vitamin D dibutuhkan untuk merangsang penyerapan kalsium dan fosfor sebagai zat penting dalam pembentukan tulang yang sehat dan kuat. Tanpa vitamin, tulang anak tidak akan sepenuhnya berkembang dan menjadi rapuh dan lemah.

Apa yang menyebabkan rakhitis pada anak-anak?

Penyebab utama dari rakhitis adalah kurangnya vitamin D yang dibutuhkan tubuh untuk menyerap kalsium dan fosfor dari makanan Anda. Anak bisa terkena rakhitis jika dia tidak mendapatkan cukup asupan vitamin D atau memiliki masalah dalam penggunaan vitamin D dalam tubuh. Vitamin D tidak hanya ditemukan dalam makanan, tetapi dapat secara alami diproduksi di kulit ketika terkena sinar matahari. Anak mungkin tidak mendapatkan cukup vitamin D jika dia tinggal di daerah dengan sedikit sinar matahari, menerapkan diet vegetarian, atau tidak mengonsumsi produk susu. Dalam beberapa kasus, rakhitis dapat menjadi penyakit turun-temurun.

Apa saja tanda dan gejala rakhitis pada anak-anak?

Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana cara untuk mengetahui bahwa anak terkena rakhitis atau tidak. Berikut adalah beberapa tanda-tanda dan gejala rakhitis yang dapat Anda amati:

  • Pertumbuhan tertunda
  • Nyeri pada tulang belakang, panggul, dan kaki
  • Lemah otot
  • Postur kaki anak abnormal (lekukan kaki ke luar)
  • Penebalan pada pergelangan tangan dan kaki
  • Tulang retak
  • Pembentukan gigi tertunda

Jika anak Anda memiliki salah satu dari tanda-tanda ini, Anda harus segera menemui dokter. Jika tidak diobati selama periode pertumbuhan anak, perawakan anak tidak akan sempurna saat dia sudah dewasa.

Bagaimana cara mencegah anak dari rakhitis?

Cara terbaik untuk mencegah rakhitis adalah dengan mengonsumsi makan seimbang yang mencakup kalsium, fosfor dan vitamin D. Vitamin D dapat ditemukan dalam ikan, minyak ikan dan kuning telur. Makanan lain yang diperkaya dengan vitamin D termasuk susu formula, sereal, susu dan jus jeruk. Penting untuk dicatat bahwa ASI mengandung sejumlah kecil vitamin D. Semua bayi yang diberi ASI dianjurkan untuk menerima asupan 400 IU vitamin D setiap hari. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter anak untuk informasi lebih lanjut.

Selain asupan makanan yang tepat, pastikan anak mendapat paparan sinar matahari yang cukup. Anda hanya perlu untuk mengekspos tangan dan muka dengan sinar matahari setidaknya beberapa kali seminggu. Kontak dengan matahari terlalu lama justru dapat menyebabkan kerusakan kulit. Jika anak beraktivitas di bawah sinar matahari untuk jangka waktu yang panjang, pastikan untuk menggunakan krim tabir surya.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Anda dapat mencegah anak Anda dari rakhitis bahkan sebelum anak lahir. Hal ini dapat dilakukan dengan memastikan kecukupan jumlah vitamin D selama masa kehamilan. Tidak hanya membuat tulang kuat, vitamin D juga akan membantu perkembangan tulang bayi di dalam rahim Anda. Jika Anda memiliki kulit lebih gelap atau mendapatkan sedikit paparan sinar matahari, Anda harus berkonsultasi dengan dokter mengenai suplemen vitamin tambahan saat hamil.

 

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Fungsi Vitamin D yang Bermanfaat Selama Puasa

Salah satu nutrisi yang baik selama menjalani sebulan penuh puasa adalah vitamin D. Mengapa? Seberapa penting vitamin D saat puasa.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hari Raya, Ramadan 30/04/2020 . Waktu baca 3 menit

Kebutuhan Vitamin untuk Balita Usia 2-5 Tahun

Memilih vitamin untuk balita memang harus hati-hati. Kalau salah, bisa sebabkan alergi dan masalah lain. Berikut penjelasan seputar vitamin untuk balita.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak 13/04/2020 . Waktu baca 8 menit

Kapan Sebaiknya Kita Berjemur di Pagi Hari?

Berjemur di pagi hari punya banyak manfaat untuk tubuh Anda, tetapi aktivitas ini bisa berakibat buruk jika dilakukan tidak sesuai anjuran.

Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Sudah Osteoporosis, Masih Bisakah Minum Susu untuk Menguatkan Tulang?

Susu disebut sebagai minuman wajib untuk menjaga kesehatan tulang. Namun jika tulang sudah telanjur keropos, apakah susu masih efektif untuk menguatkannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Osteoporosis, Health Centers 12/01/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vitamin d untuk menopause

5 Manfaat Vitamin D untuk Wanita Menopause yang Harus Diketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
nyeri otot dada

Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Nyeri Otot di Dada

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 6 menit
nyeri otot paha

Nyeri Pada Otot Paha? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 20/05/2020 . Waktu baca 6 menit
nyeri otot punggung

Beragam Penyebab Nyeri Otot Punggung dan Cara Mengatasinya!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020 . Waktu baca 7 menit