Begini Caranya Memperkenalkan Makanan Baru untuk Anak Dengan Autisme

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Memang tidak semua makanan bisa diberikan ke anak dengan autisme. Salah memberikan makanan justru dapat memperparah kondisi anak dengan autisme. Belum lagi anak dengan autisme biasanya lebih pilih-pilih makanan. Misalnya anak tidak suka makanan dengan warna, tekstur, atau aroma tertentu. Hal ini tentu tidak mudah saat orangtua ingin memperkenalkan makanan baru pada anak dengan autisme.

Padahal, kebiasaan pilih-pilih makanan dapat membatasi asupan nutrisi anak yang kemudian dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu, juga dapat menyebabkan masalah berat badan dan masalah kesehatan. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk tetap berusaha memperkenalkan makanan baru ke anak, sehingga pilihan makanan anak menjadi lebih beragam.

Cara memperkenalkan makanan baru pada anak dengan autisme

mitos kebiasaan makan pada anak

Memperkenalkan makanan baru pada anak dengan autisme cukup sulit dilakukan. Belum tentu juga makanan tersebut aman bagi anak dengan autisme. Beberapa makanan dapat menimbulkan gejala intoleransi atau alergi pada anak dengan autisme.

Untuk itu, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memastikan makanan tersebut aman untuk anak dengan berkonsultasi ke dokter. Dokter akan memeriksa apakah ada alasan medis yang membuat anak harusnya tidak mengonsumsi makanan tertentu.

Setelah diizinkan oleh dokter, Anda dapat melakukan beberapa pendekatan berikut ini untuk memperkenalkan makanan baru pada anak:

  • Pertama, mulai perkenalkan tekstur dan warna makanan baru ke anak
  • Pastikan anak sering melihat, menyentuh, dan mencium aroma makanan tersebut beberapa kali sebelum mulai ingin mencicipinya.
  • Perkenalkan satu jenis makanan baru setiap kali, jangan langsung banyak sekaligus.
  • Tawarkan makanan pada suhu ruangan (jangan terlalu panas atau dingin).
  • Jangan paksa anak jika ia belum ingin mencicipi makanan baru.
  • Butuh waktu beberapa kali bagi anak untuk mencicipi makanan baru sampai ia suka dengan makanan tersebut.

Jika anak belum ingin mencicipi makanan, Anda bisa menyelipkan makanan baru tersebut pada makanan kesukaan anak, seperti dalam roti sandwich atau telur dadar. Hal ini mendorong agar anak bisa mencicipi rasa makanan baru tersebut terlebih dulu. Jika lidah anak sudah familiar dengan rasa makanan baru, maka lebih mudah bagi anak untuk bisa mencicipinya lagi dan lagi sampai ia suka dan tidak menolak lagi.

Berikan suplemen vitamin dan mineral untuk anak

Bisa dimaklumi jika Anda khawatir asupan vitamin dan mineral anak kurang karena keterbatasan pemilihan makanan anak. Anda mungkin sudah mencoba banyak cara untuk menawarkan berbagai makanan baru ke anak, tapi anak masih menolak.

Pemberian suplemen vitamin dan mineral mungkin diperlukan untuk mengurangi rasa khawatir Anda ini. Selain untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral anak, suplemen vitamin dan mineral mungkin juga bisa meningkatkan nafsu makan anak. Hal ini karena asupan nutrisi tertentu yang rendah, seperti seng dapat menurunkan nafsu makan anak.

Penting untuk diingat, sebelum memberikan suplemen vitamin dan mineral ke anak, sebaiknya konsultasikan hal ini terlebih dahulu ke dokter. Dokter yang akan menentukan suplemen jenis apa yang dibutuhkan dan berapa dosisnya.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Was this article helpful for you ?
Sumber

Artikel dari ahli Arinda Veratamala, S.Gz

4 Manfaat Minyak Hati Ikan Kod Bagi Kesehatan Anak

Berbagai cara tentu dilakukan ibu untuk mendukung pertumbuhan anaknya. Salah satunya yaitu dengan memberikan minyak hati ikan kod. Apa manfaatnya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
minyak hati ikan kod

9 Penyakit Infeksi pada Anak yang Rentan Menyerang

Penyakit infeksi pada anak cukup mengkhawatirkan karena bisa mengganggu tumbuh kembang. Lantas, apa saja penyakit infeksi yang sering dialami anak?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
penyakit infeksi pada anak

Zat Besi Sangat Penting Bagi Bayi, Berapa Banyak yang Dibutuhkannya?

Saat bayi menginjak usia 6 bulan, ASI saja sudah tidak bisa mencukupi kebutuhan zat besi bayi. Nah, jika terjadi kekurangan zat besi, apa sih dampaknya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
kebutuhan zat besi bayi
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 12 Juni 2019

Yang juga perlu Anda baca

Ciri-ciri Autisme pada Anak Mulai dari Bayi Sampai Usia Balita

Walaupun samar, ciri-ciri bayi atau anak yang autis ternyata bisa muncul lebih dini. Untuk itu, orangtua perlu mengetahui gejalanya seperti berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gangguan Saraf pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 11 September 2017 . Waktu baca 11 menit

Panduan Mengajari Anak Penderita Autisme untuk Mengendalikan Diri

Simak langkah-langkah mengajari anak dengan autisme bagaimana cara mengendalikan emosi berikut ini, terutama saat ia sedang resah atau marah.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gangguan Perkembangan dan Perilaku, Kesehatan Anak, Parenting 2 April 2017 . Waktu baca 3 menit