Tips Bijak Memilih Obat Batuk untuk Anak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Saat anak terserang batuk, kondisi kesehatan anak jadi menurun dan kurang aktif. Orangtua umumnya ingin buah hatinya cepat sembuh dan ceria kembali dengan cara memberikan obat batuk anak. 

Sayangnya, tidak semua obat batuk bisa digunakan sembarangan pada anak. Ini karena obat batuk banyak jenisnya. 

Lalu, bagaimana cara memilih obat batuk untuk anak yang tepat?

Ketahui dulu jenis batuk yang dialami anak

Semua batuk tidak selalu sama. Ada beberapa jenis batuk dan obatnya pun berbeda. Jangan berikan obat batuk kering untuk anak yang mengalami batuk berdahak, atau sebaliknya.

Anak tidak akan sembuh-sembuh jika Anda salah pilih obat. Berikut ini merupakan jenis batuk pada anak dan kandungan obat yang ada di dalamnya:

  •  Batuk berdahak

Batuk berdahak disebabkan oleh adanya lendir atau dahak yang menumpuk di saluran pernapasan bagian bawah, yaitu tenggorokan dan paru-paru. Kondisi ini dapat disebabkan oleh flu dan infeksi. 

Bila si kecil mengalami batuk berdahak, pilihlah obat batuk jenis ekspektoran yang mengandung guaifenesin. Zat guaifenesin berfungsi untuk mengencerkan lendir atau dahak di tenggorokan supaya lebih mudah dikeluarkan. 

  •  Batuk kering

Batuk kering adalah jenis batuk yang tidak menghasilkan lendir atau dahak, dan terjadi akibat infeksi saluran pernapasan bagian atas (hidung dan tenggorokan) seperti pilek atau flu.

Jika si kecil mengalami batuk kering, pastikan obat batuknya mengandung supresan atau zat antitusif untuk membantu meredam batuk. Sesuai namanya, supresan bekerja dengan cara menekan refleks batuk, sehingga batuk pada anak jadi lebih jarang.

  • Batuk alergi

Anak juga bisa mengalami batuk karena alergi, lho. Batuk jenis ini bisa disebabkan karena alergi debu, asap, atau partikel lainnya yang masuk ke dalam saluran pernapasan. Jika reaksi alergi adalah penyebab batuk si kecil, maka pilihlah obat yang mengandung antihistamin.

Harus pilih obat batuk seperti apa untuk anak?

1. Pilih obat batuk khusus anak

Pilih obat batuk yang khusus anak. Jangan berikan si kecil obat batuk untuk orang dewasa. Ini karena dosis dan kandungan antara obat anak dan dewasa berbeda-beda. Dikhawatirkan  anak akan mengalami efek samping berbahaya bila diberikan obat untuk orang dewasa. 

2. Pilih obat batuk bentuk sirup

Bila orangtua memberikan obat batuk berbentuk pil, tablet, atau bahkan puyer, kemungkinan anak akan susah menelannya. Ini karena obat batuk jenis tersebut cenderung susah ditelan di tenggorokan dan rasanya tidak enak. Disarankan untuk memberikan si kecil obat batuk sirup yang lebih mudah ditelan. 

3. Pilih obat batuk yang rasanya enak

Anak-anak umumnya susah untuk minum obat karena rasanya pahit dan tidak enak. Untuk mengatasi hal ini, pilih obat batuk sirup yang rasanya manis. Di apotek kini tersedia obat dengan rasa buah seperti apel atau jeruk. Rasa buah pada obat bisa lebih mudah diberikan dan diminum oleh anak-anak.

4.  Pilih obat batuk yang bisa bikin mengantuk

Anak-anak harus istirahat yang cukup saat batuk supaya cepat sembuh. Maka dari itu, orangtua bisa pilihkan anak obat yang efek sampingnya bisa membuat anak mengantuk. Dengan begitu, habis minum obat si kecil bisa tidur dan istirahat untuk mempercepat proses penyembuhan.

5. Pilih obat batuk yang ada aturan pakai dalam kemasannya

Obat batuk anak-anak yang manjur pastinya punya aturan pakai tersendiri. Selain itu, biasanya di dalam kemasan obat batuk terdapat sendok takar obat. Gunakan sendok takar tersebut saat memberikan obat untuk anak, jangan pakai sendok sendiri di rumah.

Ikuti dosis pemakaian yang dianjurkan dalam aturan pakai obat. Dosis biasanya dibagi berdasarkan usia anak.

Kapan si kecil harus dibawa ke dokter saat batuk?

Orangtua harus segera bawa anak ke dokter bila mengalami beberapa hal ini:

  • Batuk disertai demam tinggi
  • Anak sampai sulit bernapas karena batuk
  • Anak mengalami batuk rejan
  • Nyeri dada
  • Sulit atau tidak mau makan
  • Anak batuk darah disertai muntah-muntah

Penting untuk memeriksakan ke dokter apabila batuk pada anak sudah berlangsung lebih dari 2 minggu. Apabila batuk sembuh-kambuh lebih dari 3 bulan berturut-turut, orangtua wajib periksakan anak ke dokter untuk ditangani lebih lanjut.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Was this article helpful for you ?
Sumber

Artikel dari ahli Dr. Novitria Dwinanda Sp.A

6 Cara Mengatasi Batuk Anak Agar Si Kecil Cepat Sembuh

Batuk pada anak seringkali bikin orangtua khawatir Adakah hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi anak yang batuk?

Ditulis oleh: Dr. Novitria Dwinanda Sp.A
batuk

Tips Bijak Memilih Obat Batuk untuk Anak

Tidak semua obat batuk yang dijual tanpa resep dokter aman menyembuhkan batuk pada anak. Bagaimana memilih obat batuk anak yang tepat?

Ditulis oleh: Dr. Novitria Dwinanda Sp.A
obat batuk anak

Yang juga perlu Anda baca

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Cacingan adalah penyakit yang paling rentan dialami oleh anak-anak. Itu sebabnya, penting untuk mengetahui ciri-ciri cacingan pada anak berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 2 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Perbedaan Laktosa dan Sukrosa, Mana yang Terbaik untuk Anak?

Penting bagi Ibu mengetahui perbedaan sukrosa dan laktosa, serta pemberiannya yang terbaik untuk susu si Kecil. Ini perbedaannya!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
perbedaan laktosa dan sukrosa
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 28 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Ketahui Berat Badan yang Ideal untuk Anak Usia 1-5 Tahun

Sebagai orangtua, penting untuk mengetahui berat badan yang ideal untuk anak balita. Berikut penjelasan lengkap seputar berat badan anak balita.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 27 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Manfaat Laktosa pada Susu Pertumbuhan Anak & Takaran Konsumsi yang Aman

Mengapa laktosa sering ditemukan dalam susu formula anak? Ini dia manfaat laktosa bagi tumbuh kembang anak yang perlu Anda ketahui.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
laktosa untuk anak
Anak 1-5 Tahun, Parenting 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

demam pada anak

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
obat batuk untuk bayi

Obat Batuk untuk Bayi, Mulai dari Alami Hingga Resep Dokter

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 13 menit
obat radang tenggorokan pada anak

Obat Radang Tenggorokan pada Anak: Mulai dari Alami Sampai Medis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
empeng bayi

Fakta Empeng Bayi, Apa Saja Manfaat dan Kekurangannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit