Kenali Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping dari Vaksin Hepatitis B

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Vaksin hepatitis B adalah 1 dari 5 jenis imunisasi yang wajib diberikan sebelum anak berusia 1 tahun. Jenis vaksin ini termasuk vaksin pertama yang harus diberikan saat bayi baru lahir. Mengapa bayi baru lahir harus diberikan vaksin untuk hepatitis B dan apa manfaat dari imunisasi ini?

Apa itu vaksin hepatitis B?

Imunisasi hepatitis B adalah imunisasi yang dipakai untuk mencegah infeksi hati dan sirosis akibat virus hepatitis B. Menurut Immunize, hepatitis B merupakan penyakit berat yang memengaruhi fungsi hati mulai dari tingkat ringan dalam beberapa minggu, sampai berat yang berlangsung seumur hidup. Ada dua tipe infeksi hepatitis B, akut dan menahun.

Infeksi akut virus hepatitis B merupakan penyakit jangka pendek yang terjadi dalam 6 bulan pertama setelah seseorang terkena virus tersebut. Infeksi akut yang disebabkan virus hepatitis B yaitu:

  • Demam, kelelahan, hilang nafsu makan, mual, sampai muntah
  • Penyakit kuning (kulit atau mata menguning, urine gelap pekat, warna tinja seperti tanah liat)
  • Nyeri otot, sendi, dan perut

Selain itu, infeksi hepatitis B bisa terjadi menahun atau berdiam di dalam tubuh seseorang seumur hidup. Kebanyakan yang memiliki ini tidak mengalami gejala tertentu, tapi infeksi hepatitis B menahun termasuk penyakit berat dan bisa mengakibatkan:

  • Kerusakan hati (sirosis)
  • Kanker hati
  • Kematian

Virus hepatitis B yang masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan pengerasan hati yang berujung pada kegagalan fungsi hati dan kanker hati. Jika terus dibiarkan, infeksi hepatitis B bisa menjadi salah satu penyebab kematian bayi baru lahir di Indonesia.

Sampai saat ini belum ditemukan pengobatan hepatitis B yang ampuh. Namun tak perlu khawatir, vaksin hepatitis B hadir untuk membantu mencegah bayi maupun orang dewasa terkena penyakit tersebut.

imunisasi untuk hepatitis B harus diberikan pada bayi baru lahir 24 jam setelah kelahirannya. Melansir dari siaran pers Kementerian Kesehatan RI, jenis vaksin ini bermanfaat untuk mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke anak pada saat proses kelahiran.

Bahkan, American Academy of Pediatrics (AAP) mengungkapkan bahwa imunisasi ini 75-95 persen efektif mencegah perjalanan virus hepatitis B dari ibu kandung ke bayinya.

imunisasi bertindak sebagai pencegah agar tubuh bisa melawan virus hepatitis B. Vaksin hepatitis B terbuat dari bagian virus hepatitis B tapi tidak akan mengakibatkan infeksi penyakit tersebut. 

Bagaimana cara kerja vaksin hepatitis B?

Imunisasi hepatitis bayi saat pandemi corona

Pemberian imunisasi hepatitis B bisa dilakukan di Puskesmas, klinik, atau rumah sakit. Hepatitis B termasuk dalam Imunisasi wajib untuk anak dan diberikan tiga kali dalam jangka waktu 6 bulan atau 12 jam setelah terkena paparan virus hepatitis B. 

Mengutip dari situs Hepatitis B Foundation, untuk bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi virus hepatitis B, harus mendapatkan vaksin hepatitis B dalam 12 jam pertama kehidupan. 

  • Suntikan pertama: saat bayi baru lahir
  • Suntikan selanjutnya : saat bayi berusia 2,3,4 bulan

Bila anak Anda melewatkan salah satu seri suntikan vaksin, tidak perlu memulai ulang. Sebagai contoh, Anda sudah melakukan vaksin pertama dan berhenti, maka si kecil bisa mendapatkan suntikan kedua saat Anda bisa. 

Untuk memastikan bahwa seseorang terlindung dari hepatitis B, anak Anda bisa melakukan tes darah sederhana untuk memeriksa antibodi dan memastikan vaksin berhasil.

Sementara untuk orang dewasa usia 18 tahun ke atas, vaksin hepatitis B yang digunakan di Amerika Serikat adalah Heplisav-B (Dynavax). Vaksin ini diberikan dalam dua dosis yang terpisah selama satu bulan.

Siapa yang membutuhkan vaksin hepatitis B?

imunisasi hepatitis b vaksin

Semua orang membutuhkan imunisasi hepatitis B karena penyakit yang disebabkan oleh virus ini bisa berlangsung dalam jangka pendek dan panjang. Vaksin yang satu ini dilakukan sebagai 2-4 kali dalam jangka waktu 1-6 bulan. Berikut orang-orang yang membutuhkan vaksin hepatitis B.

Bayi baru lahir

Mengapa bayi baru lahir langsung diberikan vaksin? Sistem kekebalan tubuh bayi baru lahir masih lemah. Karena itulah, ia sangat rentan terkena berbagai penyakit dari lingkungan, tidak terkecuali virus hepatitis B.

Bayi yang baru dilahirkan harus mendapatkan imunisasi hepatitis B pertama setelah kelahirannya dan seri vaksin ini sudah selesai diberikan saat perkembangan bayi usia enam bulan

Menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, 95 persen penularan hepatitis B terjadi secara vertikal, yaitu dari ibu ke bayi pada saat persalinan. Sedangkan 5 persen lainnya terjadi secara intra uterine atau pada saat di dalam kandungan.

Jika penularan hepatitis B terjadi saat bayi, maka kemungkinan besar virus ini akan bertahan lama di dalam tubuh bayi dan terbawa sampai ia dewasa. Akibatnya, bayi terkena hepatitis B kronis. Bila tidak cepat-cepat ditangani, hal ini bisa memicu komplikasi dan menyebabkan kematian.

anak remaja yang belum divaksin

Bila saat bayi seseorang belum diberikan vaksin hepatitis B, ketika remaja ia wajib diberikan vaksin. Semua anak-anak dan remaja yang berusia kurang dari 19 tahun harus diberikan vaksin hepatitis B mengingat infeksi virus bisa menyerang kapan saja. 

Orang dewasa

Tidak hanya bayi dan anak-anak, orang dewasa juga perlu diberikan imunisasi hepatitis B. terutama orang dewasa yang berisiko terkena infeksi hepatitis B, seperti:

  • Memiliki pasangan yang mengidap hepatitis B
  • Aktif secara seksual terlibat hubungan dengan lebih dari satu orang dalam jangka panjang
  • Sedang menjalani pengobatan penyakit menular seksual
  • Pria yang melakukan kontak seksual dengan pria lain
  • Melakukan hubungan seksual dengan penderita hepatitis B
  • Petugas kesehatan yang berisiko terkena darah atau cairan tubuh pasien
  • Wisatawan yang berkunjung ke daerah dengan tingkat hepatitis B tinggi
  • Orang yang memiliki penyakit hati menahun, penyakit ginjal, infeksi HIV, atau terkena diabetes

Bila Anda belum pernah melakukan vaksin hepatitis B dan memiliki risiko di atas. segera hubungi dokter untuk mendapatkan imunisasi untuk mencegah infeksi virus yang menyerang fungsi hati ini.

Ibu hamil

Mengutip dari NHS, dampak infeksi hepatitis B pada ibu hamil bisa menyebabkan penyakit parah pada ibu dan infeksi kronis untuk bayi. Ini yang membuat vaksin hepatitis B direkomendasikan untuk ibu hamil dalam kategori berisiko tinggi terkena infeksi hepatitis B.

imunisasi hepatitis B termasuk aman untuk ibu hamil, bersamaan dengan vaksin DPT dan influenza.

Kondisi yang membuat anak perlu waspada terhadap vaksin hepatitis B

vaksin BCG hepatitis

Meski imunisasi hepatitis B memiliki banyak manfaat, tapi ada hal yang membuat seseorang perlu waspada terhadap obat ini, yaitu:

Memiliki alergi sampai mengancam jiwa

Vaksin hepatitis B termasuk imunisasi yang wajib diberikan pada bayi dan orang dewasa. Namun bila bayi memiliki alergi yang sangat parah sampai bisa mengancam jiwa, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. 

Mengutip dari Immunize, bila seseorang memiliki reaksi alergi yang bisa membahayakan keselamatan jiwa setelah mendapatkan dosis vaksin hepatitis B, atau alergi parah terhadap bahan di dalam vaksin, kemungkinan ia tidak akan divaksin.

Anda bisa menanyakan pada dokter atau petugas kesehatan untuk mengetahui bahan dan komponen di dalam imunisasi hepatitis B.

Sedang tidak enak badan

Ketika Anda sedang mengalami penyakit ringan, seperti pilek, batuk, atau demam, dokter biasanya akan menunda pemberian vaksin.

Bila imunisasi dilakukan saat seseorang tidak enak badan, vaksin tidak bisa bekerja dengan sempurna untuk melawan virus. Dokter akan menunggu sampai sembuh atau memberikan saran lain. 

Apa efek samping dari vaksin hepatitis B?

Dt dan Td pada anak hepatitis

Semua obat memiliki efek samping, tidak terkecuali vaksin hepatitis B. kemungkinan efek samping imunisasi setelah seseorang mendapatkan imunisasi hepatitis B bisa tingkat ringan sampai sangat parah. 

Pada bayi, vaksin hepatitis B juga memiliki risiko efek samping. Bayi Anda mungkin akan mengalami sedikit demam atau nyeri di area suntikan selama beberapa hari.

Akan tetapi jangan khawatir, efek samping ini cenderung sangat ringan dan bahkan jarang terjadi. 

Vaksin ini berisi virus yang sudah tidak aktif sehingga tidak akan menyebabkan infeksi atau peradangan pada tubuh. Jadi, jenis imunisasi hepatitis B sangat aman dan bermanfaat untuk kesehatan si kecil di masa pertumbuhannya.

Efek samping ringan setelah mendapatkan imunisasi hepatitis B yaitu:

  • Bekas luka di area suntikan
  • Demam di atas suhu 37,7 derajat celcius

Efek samping tersebut biasanya timbul setelah dilakukan penyuntikan dan berlangsung selama satu sampai dua hari. Dokter akan memberitahukan lebih lanjut mengenai reaksi ini. 

Meski kebanyakan orang yang mendapatkan vaksin hepatitis B tidak memiliki masalah efek samping, tapi pada beberapa kasus langka bisa terjadi masalah serius, seperti:

pingsan

Sebagian orang bisa mengalami pingsan setelah menjalani sebuah prosedur medis, termasuk vaksinasi. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa duduk atau berbaring selama 15 menit setelah mendapatkan imunisasi hepatitis B.

Ini bisa membantu mencegah pingsan dan luka yang diakibatkan terjatuh. Katakan pada dokter atau petugas medis bila Anda mengalami pusing, pandangan kabur, atau ada dengung di telinga.

Nyeri bahu

Lokasi penyuntikan imunisasi hepatitis B berada di lengan sebelah kanan. Pada kasus yang sangat jarang terjadi, beberapa orang menderita nyeri pada bahu yang bisa saja lebih parah atau berlangsung lebih lama daripada luka biasa yang ada setelah dilakukan penyuntikan.

Reaksi alergi parah

Setiap pengobatan dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah. Namun reaksi parah yang diakibatkan vaksin sangat jarang terjadi, diperkirakan kasusnya 1 dari sejuta vaksinasi, dan terjadi dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah vaksinasi. Seperti obat yang lain, kecil sekali kemungkinan vaksin dapat menyebabkan luka parah atau kematian. 

Hal yang perlu dilakukan saat ada masalah serius setelah vaksin hepatitis B

hepatitis b saat pandemi corona

Masalah serius yang disebabkan oleh imunisasi hepatitis B memang sangat jarang bahkan langka. Namun bila Anda merasa khawatir, perhatikan apakah ada tanda reaksi alergi parah, seperti demam tinggi atau tanda tidak normal lainnya.

Tanda-tanda reaksi alergi parah seperti:

  • Ruam kulit
  • Bengkak pada wajah dan tenggorokan
  • Sulit bernapas
  • Jantung berdetak cepat
  • Kepala pening
  • Dan kelelahan

Kondisi di atas bisa terjadi beberapa menit sampai jam setelah melakukan vaksin. Bila mengalami reaksi alergi atau tanda darurat lain, segera hubungi klinik atau rumah sakit terdekat. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Memahami Tahap Perkembangan Kemampuan Bahasa Bayi

Kecepatan perkembangan kemampuan bahasa bayi tidak tidak selalu sama. Ketahui tahap-tahap perkembangan kemampuan bayi sesuai usia.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 26/11/2019 . Waktu baca 9 menit

Perkembangan Kecerdasan Emosional Bayi Sampai Usia 11 Bulan

Kecerdasan emosional atau emotional intelligence adalah keterampilan mengenai banyak hal. Pola pengasuhan sejak dini turut andil menentukan perkembangannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 22/11/2019 . Waktu baca 9 menit

Perkembangan Kemampuan Sensorik Bayi dan Cara Mengasahnya

Kemampuan sensorik adalah keterampilan yang berkaitan dengan fungsi berbagai indra pada tubuh. Bagaimana tahap perkembangannya pada bayi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 21/11/2019 . Waktu baca 8 menit

Perkembangan Kemampuan Motorik Bayi dan Cara Melatihnya

Berjalan dan berlari merupakan beberapa contoh kemampuan motorik kasar. Seperti apa perkembangan motorik kasar di setiap usia bayi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 21/11/2019 . Waktu baca 15 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi suka ditiru

Bayi 6 Bulan Ternyata Suka Saat Gerak-geriknya Ditiru Orang Dewasa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 10/06/2020 . Waktu baca 4 menit
rumah aman agar anak bebas bergerak

Tips Membuat Rumah Aman untuk Anak Bebas Bergerak

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020 . Waktu baca 4 menit
bermain bersama bayi

Bermain Bersama Membuat Otak Bayi dan Orangtua Makin Terhubung

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 16/01/2020 . Waktu baca 4 menit
masalah perkembangan bayi

Kenali Berbagai Masalah Perkembangan Bayi Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28/11/2019 . Waktu baca 13 menit