Manfaat Imunisasi pada Anak dan Orang Dewasa yang perlu Diketahui

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14/05/2020
Bagikan sekarang

Pada dasarnya imunisasi memiliki manfaat sebagai cara untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak dalam menyerang bakteri, virus, jamur, parasit, dan kuman penyebab penyakit lainnya. Lewat imunisasi, Anda bisa melindungi anak dari berbagai risiko penyakit di masa yang akan datang. Apa saja fungsi vaksin untuk tubuh dan bagaimana cara kerja imunisasi? Apakah ada efek samping dari imunisasi? Ini penjelasannya.

Apa manfaat imunisasi?

Bayi akan divaksin pada jadwal imunisasi bayi

Sejak bayi baru dilahirkan, ia sudah menerima imunisasi untuk mencegah penularan penyakit yang mematikan. Imunisasi dilakukan untuk menciptakan dan membangun sistem kekebalan tubuh seseorang dari berbagai penyakit. 

Bagaimana prosesnya? Imunisasi dilakukan dengan pemberian vaksin untuk merangsang sistem kekebalan tubuh agar kebal terhadap penyakit. 

Kementerian Kesehatan RI menetapkan jenis imunisasi wajib untuk anak yang dilakukan beberapa kali sepanjang hidup si kecil. Bayi dan anak-anak sangat penting mendapatkan manfaat dari imunisasi karena sistem kekebalan tubuh bayi masih dalam bentuk antibodi alami dari ibu.

Ini didapatkan dari ibu saat si kecil masih di dalam kandungan. Namun kekebalan pasif ini hanya bertahan beberapa minggu, lalu ia lebih rawan terkena penyakit.

Penting untuk Anda mengetahui manfaat dan fungsi dari imunisasi, berikut penjelasannya.

Vaksin memiliki fungsi untuk melindungi anak dari risiko kematian 

Mengutip dari Vaccines imunisasi memiliki manfaat dalam menekan angka kematian anak. Mengapa demikian? Sebelum ditemukan vaksin, beberapa jenis penyakit yang menyerang anak bisa membunuh anak-anak.

Sebagai contoh, polio pernah menjadi penyakit yang paling ditakuti di Amerika Serikat karena menyebabkan lumpuh dan kematian. 

Tidak hanya itu, WHO menyebutkan dalam situs resminya bahwa imunisasi HiB (Haemophilus influenzae tipe b) mampu menekan penyakit yang disebabkan virus HiB sebanyak 90 persen.

Kondisi tersebut berlaku pada anak-anak di Eropa, Afrika, Chili dan Amerika Serikat. HiB adalah bakteri yang menjadi penyebab infeksi pada sebagian organ tubuh, yaitu otak, paru-paru, jantung, tulang, sampai saluran pernapasan.

Jenis-jenis imunisasi yang diberikan, mampu mencegah penyakit berbahaya sehingga sangat bermanfaat untuk perlindungan si kecil,

Vaksin efektif mencegah penyakit

Seberapa besar fungsi vaksin atau imunisasi untuk mencegah penyakit? Berdasarkan data dari Pusat Data dan Informasi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI mengenai situasi dan analisis imunisasi, angka pengidap penyakit tertentu sudah turun dibanding tahun sebelumnya.

Sebagai contoh, pada tahun 2010 jumlah anak yang mendapatkan imunisasi DPT mengalami penurunan (hanya 30 persen), sehingga jumlah kasus difteri meningkat pada tahun 2010-2012 (sampai 90 persen atau 1192 kasus).

Namun pada 2012 dilakukan pemberian imunisasi DPT ditingkatkan kembali sehingga angka anak yang menderita difteri menurun jadi 713 kasus pada 2013.

Data di atas membuktikan bahwa imunisasi memiliki manfaat dalam mencegah penyakit, sehingga pemberian imunisasi memiliki manfaat agar menekan angka anak terserang penyakit yang bisa menyebabkan kematian. 

Imunisasi melindungi orang lain 

Hal ini disebut juga dengan herd immunity atau kekebalan kelompok, ketika vaksin tidak hanya melindungi orang yang diimunisasi, tetapi juga memiliki manfaat untuk anak yang tidak diberikan vaksin. 

Ketika banyak anak mendapatkan perlindungan vaksin, mereka akan membantu melindungi sebagian anak yang kekurangan sistem kekebalan tubuh dengan mengurangi penyebaran penyakit. 

Semakin banyak anak yang mendapat vaksin, semakin sedikit penyebaran penyakit, sehingga mereka yang tidak mendapatkan vaksin dapat terlindungi.

Ini merupakan prinsip herd immunity yang sangat efektif dalam menekan penyebaran penyakit menular di dalam sebuah komunitas sehingga menjadi sangat penting bagi anak-anak yang tidak bisa mendapatkan vaksin. 

Sebagai contoh, bayi yang usianya masih terlalu kecil untuk mendapatkan vaksin, orang-orang yang memiliki masalah dengan daya tahan tubuhnya. Selain itu juga orang-orang yang sedang sakit berat sehingga tidak dapat diberikan vaksin.

Menghemat biaya

Apa hubungannya vaksin dengan penghematan biaya? Ketika anak mendapatkan imunisasi yang sudah terbukti mencegah dan mengurangi penyakit, sistem imun si kecil sudah terbentuk dan membuat anak tidak gampang sakit.

Ini membuat anak memiliki risiko kecil mengalami kecacatan dan kematian karena suatu penyakit, sehingga Anda tidak dirugikan secara keuangan untuk berobat penyakit yang serius. 

Bagaimana cara kerja imunisasi sampai memiliki banyak manfaat?

Imunisasi hepatitis bayi saat pandemi corona

Mengutip dari NHS, vaksin memiliki fungsi dalam sistem kekebalan tubuh dan membuat antibodi yang melindungi anak dari penyakit. Setelah sistem kekebalan tubuh si kecil tahu bagaimana cara melawan penyakit, imun akan melindungi tubuh anak selama bertahun-tahun. 

Lalu, bagaimana cara kerja imunisasi sehingga memiliki manfaat untuk melindungi tubuh anak selama bertahun-tahun? Herd immunity atau kekebalan kelompok adalah salah satu cara kerja imunisasi. 

Herd immunity/community immunity atau kekebalan kelompok adalah kondisi ketika jumlah orang yang mendapat imunisasi lebih banyak daripada yang tidak, sehingga lebih sulit menyebarkan penyakit pada anak yang tidak divaksin atau sistem imunnya lemah. 

Istilah ini telah berumur kurang lebih 1000 tahun, tapi baru beberapa dekade terakhir istilah kekebalan kelompok lebih sering digunakan. Ini seiring dengan meningkatnya perkembangan dan penggunaan vaksin.

Namun, bukan berarti Anda memilih untuk tidak memberikan imunisasi pada si kecil karena teman-temannya sudah mendapat imunisasi. Risiko anak yang terlambat diimunisasi, atau bahkan yang tidak diimunisasi, terkena penyakit juga tinggi. Pilihan kembali pada orangtua untuk melindungi anaknya dari penyakit.

Efek samping imunisasi

vaksin dpt anak

Imunisasi memiliki banyak manfaat, tapi apakah ada efek sampingnya? Vaksin pada anak memang sering menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama pada area yang disuntik. Ini sangat wajar karena semua obat memiliki efek samping, tidak terkecuali vaksin.

Efek samping dari imunisasi pada anak biasanya pada tingkat ringan, tapi pada kasus yang sangat jarang juga bisa menjadi cukup berat. 

Pada bayi, biasanya si kecil akan mengalami demam ringan atau nyeri di area suntikan selama beberapa hari. Kondisi ini membuat bayi tidak nyaman dan sering rewel terutama di malam hari. 

Efek samping yang umum terjadi setelah diberikan vaksin yaitu:

  • Rasa sakit dan kemerahan di area yang disuntik
  • Demam ringan setelah imunisasi (37,5 – 38 derajat celcius)
  • Lebih cepat lelah
  • Sakit kepala
  • Nyeri pada otot sekitar area yang disuntik

Mengutip dari Vaccine, efek samping yang umum terjadi di atas adalah tanda bahwa tubuh sedang membangun sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit. 

Beberapa kasus, imunisasi bisa menimbulkan efek samping trauma jarum suntik. Ini biasanya baru terlihat ketika anak sudah agak besar atau justru sudah dewasa.

Pada kasus yang sangat jarang terjadi, imunisasi memiliki efek sampai reaksi alergi cukup parah seperti ruam kemerahan sampai mengalami pembengkakan. 

Namun kondisi ini diperkirakan hanya terjadi satu dari satu juta pemberian vaksin. Kalau ini terjadi, biasanya efek samping langsung terlihat dalam beberapa menit sampai jam setelah dilakukan imunisasi.

Sangat kecil kemungkinan vaksin bisa menyebabkan luka parah sampai kematian karena lebih banyak manfaat dan fungsi imunisasi daripada efek buruk yang ditimbulkan. Anda tetap perlu memberikan vaksin pada anak, demi mencegah penyakit.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Aturan Imunisasi untuk Bayi Prematur Ini Penting Diketahui

Bayi prematur cenderung lemah dengan berat badan rendah. Apakah bayi prematur perlu mendapat imunisasi? Kapan imunisasi tersebut dapat dilakukan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Mengapa Pasien Ginjal Perlu Diberikan Vaksin Tertentu? Ini Penjelasannya

Mengobati pasien ginjal tidak bisa sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti vaksin. Ini penjelasan vaksin untuk pasien ginjal.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Jalan Panjang Indonesia dalam Membuat Vaksin COVID-19

Sudah banyak lembaga dan negara meneliti untuk mengembangkan vaksin COVID-19, termasuk Indonesia. Bagaimana Indonesia membuka jalan dalam mencari vaksin?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 30/04/2020

Encephalocele

Encephalocele atau ensefalokel adalah cacat lahir pada bayi. Cari tahu mengenai definisi, gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin cacar air

Memahami Cara Kerja dan Kegunaan Vaksin Cacar Air

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
Ibu memakaikan masker agar imunisasi saat pandemi corona aman

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020
vaksin covid-19 indonesia

Apa Bedanya Vaksin mRNA dengan Vaksin Biasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020