Apakah Main Video Games Tingkatkan Risiko ADHD Pada Anak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 1 dari 10 anak yang berusia antara 15-17 tahun didiagnosis mengalami Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). ADHD adalah suatu gangguan perilaku yang membuat anak berperilaku impulsif (tidak berpikir panjang sebelum bertindak), hiperaktif, hingga sulit berkomunikasi dengan orang lain. Sejauh ini belum dapat dipastikan apa yang menjadi penyebab ADHD. Namun, ada yang bilang terlalu sering main video game bisa jadi pencetus ADHD pada anak. Benarkah begitu?

Hubungan video game dan ADHD pada anak

David Anderson, Ph.D., seorang psikolog klinis di Child Mind Institute menerangkan bahwa sampai saat ini belum ada bukti kuat yang dapat memastikan kalau kecanduan main video game bisa menimbulkan ADHD pada anak. Namun, anak-anak yang gemar bermain video game berisiko tinggi untuk mengembangkan gejala ADHD beberapa tahun kemudian.

Bermain permainan apa pun, termasuk video game, memang membutuhkan keterampilan dan fokus yang tinggi. Hal inilah yang kadang tanpa sadar memicu perubahan dalam otak anak, sehingga permainan tersebut seolah-olah hadir dalam kehidupannya secara nyata.

“Seorang anak yang mengalami ADHD umumnya gampang bosan dan hilang fokus terhadap sesuatu yang sedang ditekuninya,” tutur David Anderson lebih jauh. Secara tidak langsung, anak mungkin saja meluapkan hal yang tidak bisa ia capai dalam permainannya, ke dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk dalam caranya berperilaku dan berkomunikasi dengan orang lain.

Hal ini turut diperkuat oleh hasil sebuah penelitian dalam Journal of American Medical Association (JAMA). Menurut Adam Leventhal, Ph.D., selaku dosen psikologi di University of Southern California, anak-anak penggemar berat gadget apa pun punya risiko dua kali lebih besar mengalami ADHD di kemudian hari. Khususnya anak yang hobi bermain game — entah itu game konsol, game di komputer, maupun game online yang ada di HP.

waktu bermain video game

Sebenarnya, ini adalah lingkaran setan

Efek dari kecanduan main game tidak hanya berisiko dialami oleh anak tanpa ADHD. Kondisi anak yang sebelumnya telah didiagnosis memiliki ADHD pun bisa semakin parah, ketika frekuensi bermain video game-nya tidak terkontrol.

Berbeda dengan teman-teman sebayanya, ADHD pada anak akan membuatnya bermasalah dengan perhatian. Mereka cenderung sulit memfokuskan pikirannya sendiri.

Dibandingkan dengan saat belajar di kelas yang hanya mengandalkan suara dari guru, pikiran anak dengan ADHD jauh lebih mudah terpusat ketika sedang berkonsentrasi memenangkan suatu permainan. Pasalnya, permainan turut melibatkan berbagai efek khusus seperti bantuan dari musik, pencahayaan, dan visual yang tampak menarik.

Sensasi ini akan semakin menjadi-jadi saat usaha anak tersebut berbuah manis karena berhasil memenangkan permainan favoritnya. Sebaliknya, kekalahan dalam permainan justru bisa membuat anak hilang fokus dan melampiaskannya melalui tindakan dengan orang lain di lingkungan sekitar. Ini biasanya karena anak yang mengalami ADHD masih harus berlatih dalam mengendalikan perhatian mereka.

Bahkan, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Douglas A. Gentile, Ph.D. di Singapura menyimpulkan bahwa permainan dengan tingkat kesulitan yang tinggi bisa membuat seorang anak mudah bertindak sesuka hati dan susah berkonsentrasi.

Mudahnya, bisa dikatakan bahwa semua kondisi ini diibaratkan sebagai “lingkaran setan” yang saling berhubungan satu sama lain. ADHD berisiko dialami oleh anak normal yang kecanduan main video game, dan anak yang punya ADHD cenderung kecanduan main video game.

Bagaimana orangtua harus bersikap?

Sebenarnya sah-sah saja untuk membiarkan anak bermain video game, karena toh kemampuan motorik, berpikir, dan emosional anak akan ikut terlatih. “Namun, tentu saja melakukan apa pun secara berlebihan bisa membawa dampak buruk yang tidak Anda harapkan,” tutur dr. Eugene Arnold, psikiater anak di Ohio State University, Amerika Serikat.

Sebagai solusinya, beri batasan terhadap kebiasaan anak saat bermain video game. Jangan ragu untuk mengatakan, “Kamu boleh main, tapi satu jam saja, ya!”

Awalnya mungkin cukup sulit untuk menerapkan hal ini, bahkan tak jarang anak malah akan tampak tidak terima dengan peraturan yang Anda berikan.

Jika ini terjadi, coba berikan pengertian pada anak atau ajak ia berdiskusi dan membuat keputusan bersama. Paling tidak, berikan jeda waktu di sela-sela kesibukannya bermain game dan jangan biarkan kebiasaan ini berlanjut terus setiap hari tanpa henti.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Amfetamin

Amfetamin adalah obat untuk meningkatkan dopamin (zat kimia yang berhubungan dengan rasa senang & tenang) di otak. Obat ini harus dengan resep dokter.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 27 November 2018 . Waktu baca 7 menit

Awas, Sering Main HP Saat Hamil Berpotensi Bahayakan Bayi Anda

Penelitian mengungkap bahwa ada potensi bahaya main HP saat hamil bagi bayi dalam kandungan. Apa saja bahayanya dan bisakah dihindari?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 21 Mei 2018 . Waktu baca 4 menit

Ternyata Ini Perubahan yang Terjadi Pada Otak Saat Main Game Online

Para ilmuwan telah meneliti bagaimana main game online memengaruhi otak dan perilaku seseorang pecandu game. Apakah memberikan efek positif atau negatif?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mental, Kecanduan 18 Maret 2018 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Keseringan Minum Paracetamol Saat Hamil Menyebabkan Anak ADHD?

Obat paracetamol umum digunakan untuk meredakan gejala demam, batuk, pilek. Tapi katanya, minum paracetamol saat hamil dapat menyebabkan ADHD pada anak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Kent Pradana
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 4 Januari 2018 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

waktu bermain video game

Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan asmara penderita adhd

Selain Hubungan Seks, Ada Masalah Hubungan Asmara pada Penderita ADHD

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
anak adhd bisa sembuh

Apakah Anak yang Mengalami ADHD Bisa Sembuh?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
anak ADHD belajar

5 Kiat Membantu Anak ADHD Mengikuti Pelajaran di Sekolah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit