5 Jenis Cacat Mata Bawaan yang Paling Umum Ditemukan Pada Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Masa kehamilan merupakan masa yang paling sakral untuk tumbuh kembang anak yang optimal. Oleh karena itu, Bukan perkara mudah bagi orangtua untuk menyadari kenyataan bahwa bayinya terlahir dalam keadaan cacat. Salah satu kondisi cacat bawaan lahir (kongenital) yang paling umum ditemukan pada bayi baru lahir adalah cacat mata dan penglihatan. Apa saja itu?

Macam-macam cacat mata kongenital yang paling umum

1. Katarak kongenital

Selama ini mungkin Anda mengira bahwa penyakit katarak hanya terjadi pada orang yang sudah berumur. Namun, ternyata bayi yang baru lahir juga bisa menderita katarak. Katarak yang terjadi sejak lahir disebut katarak kongenital.

Gejalanya mirip dengan katarak pada orang dewasa, yaitu lensa mata berwarna keruh yang tampak seperti ada noda keabu-abuan pada pupil mata bayi. Lensa mata berfungsi untuk memfokuskan cahaya yang masuk ke mata menuju retina, sehingga mata bisa menangkap gambar dengan jelas. Namun jika terjadi katarak, sinar cahaya yang masuk ke mata menjadi tersebar ketika melewati lensa yang keruh, sehingga gambar yang diterima mata menjadi kabur dan buram.

Selain itu, tanda katarak pada bayi bisa dilihat dari respon matanya, Si kecil mungkin jadi tidak peka dengan situasi lingkungan sekitar. Misalnya, bayi tidak menoleh ketika ada orang di sampingnya, atau pergerakan mata bayi yang tidak biasa.

Katarak kongenital biasanya disebabkan oleh:

  • Infeksi intrauteri (infeksi pada ibu yang menular pada janin), seperti infeksi TORCH – toksoplasma, rubella, cytomegalovirus, dan herpes simplex.
  • Gangguan metabolik.
  • Cacat bawaan lain, seperti Down syndrome.

Meski tidak semua kasus katarak kongenital dapat mengganggu penglihatan bayi, beberapa kasus bisa semakin memburuk dan menyebabkan kebutaan dini. Yang jadi masalah, seringkali katarak kongenital tidak terdeteksi hingga setelah beberapa bulan kehidupan bayi.

2. Glaukoma kongenital

Glaukoma adalah kerusakan saraf mata yang menyebabkan gangguan penglihatan dan kebutaan. Umumnya glaukoma disebabkan karena tingginya tekanan dalam bola mata.

Glaukoma lebih sering ditemukan pada orang-orang usia lanjut. Namun kondisi ini bisa menjadi cacat mata bawaan lahir karena kelainan genetik, kelainan struktur mata (misalnya iris dan/atau kornea mata yang tidak terbentuk optimal saat dalam kandungan), hingga menjadi gejala penyerta cacat lahir lainnya seperti Down syndrome dan Edwards syndrome.

Gejala glaukoma kongenital bisa dideteksi dari mata bayi yang sering berair, sangat sensitif terhadap cahaya, dan kelopak mata yang sering berkedut.

3. Retinoblastoma

Retinoblastoma adalah kanker mata paling sering terjadi pada anak-anak. Kanker ini berasal dari sel-sel retina yang masih muda atau disebut sebagai retinoblast. Meskipun kanker ini merupakan kelainan genetik, namun 95% pasien retinoblastoma tidak memiliki riwayat kanker pada keluarga.

Tanda yang paling sering muncul adalah cat’s eye reflex atau leukokoria, yaitu pupil mata yang balik memantulkan cahaya terang jika disenter cahaya. Gejala ini muncul pada 56,1% anak yang lahir dengan retinoblastoma. Selain itu, retinoblastoma juga dapat menyebabkan mata juling (strabismus). Hal ini diakibatkan oleh karena gangguan penglihatan yang terjadi pada anak-anak.

4. Retinopathy of Prematurity

Retinopathy of Prematurity (ROP) adalah cacat mata bawaan lahir yang disebabkan oleh gangguan pembentukan pembuluh darah retina. Kondisi ini cenderung ditemukan pada bayi yang lahir prematur.

Pembuluh darah retina janin baru mulai terbentuk pada usia kehamilan 16 minggu dan baru akan mencapai seluruh bagian retina pada usia 1 bulan setelah lahir. Pada bayi prematur, terjadi gangguan pembentukan pembuluh darah yang dapat menyebabkan sebagian retina tidak mendapatkan cukup oksigen, hingga akhirnya mengalami kerusakan.

5. Congenital Dacryocystocele

Congenital dacryocystocele merupakan cacat mata bawaan yang terjadi akibat adanya sumbatan pada saluran nasolakrimal, yaitu saluran yang mengalirkan air mata ke dalam hidung. Saluran tersebut berfungsi menguras air mata agar tidak menyebabkan mata menjadi terus-terusan berair pada kondisi normal.

Adanya sumbatan pada saluran ini dapat menyebabkan air mata menumpuk berlebihan di dalamnya, sehingga membentuk sebuah kantung. Apabila saluran ini terinfeksi, maka disebut sebagai darcyocystitis.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Memahami Proses Tes Visus Mata untuk Uji Ketajaman Penglihatan

Seberapa tajam penglihatan (visus) mata Anda? Masih normal atau kurang? Yuk, ikut pemeriksaan visus mata. Proses pemeriksaannya seperti ini, lho.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Kesehatan Mata, Gangguan Penglihatan 22 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Buta Warna Tidak Selalu Hitam Putih, Kenali Jenis Buta Warna Parsial

Dibandingkan buta warna total, buta warna parsial lebih umum dialami. Buta warna parsial menyebabkan Anda kesulitan membedakan warna-warna tertentu.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Mata, Gangguan Penglihatan 22 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Jenis Tes Buta Warna, Bagaimana Cara Kerjanya?

Ada dua jenis buta warna yang paling umum, total dan parsial. Untuk menentukan mana yang Anda alami, ada beberapa jenis tes buta warna yang bisa dijalani.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Mata, Gangguan Penglihatan 22 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Rabun Senja (Nyctalopia)

Rabun senja atau nyctalopia adalah gangguan penglihatan yang menyebabkan penderitanya kesulitan melihat saat malam hari. Cari tahu lebih lengkap di sini!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Mata, Gangguan Penglihatan 22 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

usia bayi bisa melihat

Kapan Bayi Bisa Melihat Sekitarnya dengan Baik dan Jelas?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
tumor otak pada anak

Leukemia Pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
cara membaca resep kacamata

Begini Cara Membaca Resep Kacamata dari Dokter dan Optik Anda

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Membaca jarak dekat dengan kacamata plus

Kenali, Jenis Lensa Kacamata Berdasarkan Material dan Fungsinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit