Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting Pada Anak?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum.

Dalam kegiatan edukasi di Jakarta pada 20 April 2018 lalu yang bertajuk “Infeksi Cacing dan Hubungannya Terhadap Gangguan Gizi yang Berdampak Stunting”, diketahui bahwa ternyata infeksi cacing alias cacingan tidak bisa dianggap remeh. Cacingan bisa menyebabkan anak kekurangan gizi dan pada akhirnya akan menjadi penyebab stunting.

Menurut data tahun 2015 dari Kementerian Kesehatan RI, penyakit cacingan memang masih menjadi masalah kesehatan yang utama dengan kejadian mencapai 28,12 persen. Mirisnya, jumlah ini masih belum dapat mewakili banyak daerah di Indonesia yang berpotensi mencapai angka lebih dari 50 persen. Lantas, apa hubungan dari infeksi cacing bisa menyebabkan stunting pada anak? Simak dalam ulasan berikut ini.

Apa itu infeksi cacing?

Infeksi cacing merupakan penyakit yang terjadi karena adanya cacing yang bersarang di dalam usus manusia. Namun, cacing yang menyerang tubuh manusia bisa berbeda-beda. Misalnya cacing pita, cacing tambang, cacing kremi, ataupun cacing gelang. Masing-masing cacing ini bisa menimbulkan efek yang beragam saat menginfeksi tubuh manusia.

Siapa pun bisa terkena infeksi cacing bila ada kontak langsung antara kulit Anda dengan tanah atau air kotor yang mengandung telur cacing. Setelah telur cacing menembus kulit atau termakan dan masuk ke dalam tubuh, maka telur akan bergerak masuk ke pembuluh darah dan menuju ke organ dalam tubuh Anda, seperti usus. Di dalam usus, telur cacing akan bereproduksi hingga menghasilkan jumlah yang sangat banyak.

Tak hanya itu, cacing juga akan menggigit dinding usus guna menyerap berbagai nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Kondisi ini tentunya akan sangat membahayakan, terlebih bagi anak yang berusia di bawah empat tahun dalam masa pertumbuhan.

Dikutip dari laman Healthline, ada beberapa gejala yang mungkin ditimbulkan saat seseorang terinfeksi cacing, yakni:

  • Sakit perut
  • Diare
  • Disentri, yakni diare yang disertai dengan lendir dan darah pada feses
  • Mual dan muntah
  • Kelelahan
  • Penurunan berat badan
  • Nafsu makan hilang

Waspada jika hal ini muncul pada Anda, anggota keluarga, dan terlebih pada anak. Jika tidak diobati dengan segera, infeksi cacing bisa menimbulkan masalah kesehatan yang lebih parah lagi.

Bagaimana cacingan bisa menjadi penyebab stunting?

Meski infeksi cacing bisa menyerang semua golongan usia, usia anak-anak yang memiliki risiko paling tinggi terserang penyakit ini. Pasalnya, anak-anak masih cenderung bermain di segala tempat, baik di lingkungan yang bersih maupun yang telah terkontaminasi berbagai bibit penyakit. Ditambah lagi dengan sistem kekebalan tubuh anak yang belum sempurna, sehingga anak-anak rentan terserang penyakit.

Ada berbagai risiko kesehatan yang bisa menghantui saat anak cacingan, salah satunya muncul gangguan pertumbuhan yang menyebabkan tubuh anak lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya, ini disebut dengan stunting.

Stunting banyak dikaitkan karena adanya masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi anak selama masa pertumbuhannya tidak tercukupi dengan baik. Biasanya kondisi ini terjadi dalam waktu yang lama, bisa sejak bayi hingga anak berusia dua tahun. Ternyata selain itu, faktor cacingan secara tidak langsung juga turut andil dalam memengaruhi masa pertumbuhan si kecil.

Menurut Public Library of Science, ada dua macam dampak yang ditimbulkan dari cacingan yang menyerang anak-anak, yakni anemia dan stunting. Penyebab anemia di antaranya karena kekurangan zat gizi mikro seperti zat besi, folat, riboflavin, vitamin A, dan vitamin B12.

Selain itu, infeksi cacing juga bisa menjadi penyebab stunting. Mulanya, cacing yang menyerap nutrisi pada tubuh anak akan menyebabkan nafsu makan anak menurun sehingga lama kelamaan anak mungkin saja mengalami masalah kekurangan gizi. Jika masalah gizi ini tidak ditangani dengan segera, maka bisa memengaruhi pertumbuhan fisik dan mental anak. Inilah yang akhirnya jadi penyebab stunting.

Lebih jauh, kondisi ini tentu akan melemahkan fungsi otak anak, meningkatkan risiko terserang penyakit infeksi, hingga membuatnya tidak selincah anak-anak lain pada umumnya.

Bagaimana cara mencegah cacingan?

Meski infeksi cacing ini terlihat menyeramkan, Anda masih bisa menurunkan risikonya sebelum penyakit ini menyerang buah hati Anda hingga menjadi penyebab stunting. Simak cara-caranya berikut ini.

  • Jaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dengan membuang sampah pada tempatnya dan memastikan drainase air limbah mengalir dengan lancar.
  • Selalu buang air besar di toilet.
  • Selalu masak daging ikan, sapi, dan makanan laut lainnya sampai matang. Hindari mengonsumsinya dalam keadaan mentah.
  • Biasakan anak untuk selalu cuci tangan dan kaki menggunakan sabun dan air bersih, sebelum dan setelah memegang sesuatu.
  • Rutin membersihkan dan memotong kuku tangan dan kaki si kecil.
  • Biasakan anak untuk selalu menggunakan alas kaki setiap hendak keluar rumah.
  • Selalu tutup makanan agar tidak dihinggapi hewan yang bisa menyebarkan kuman penyakit.
  • Minum obat cacing sesuai dosis penggunaannya.

Jika anak mengalami masalah kesehatan, baik ringan ataupun berat, jangan tunda untuk memeriksakannya ke dokter atau pelayanan kesehatan terkait.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca