Daftar Imunisasi yang Penting untuk Anak Usia Sekolah

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Januari 14, 2020
Bagikan sekarang

Kapan terakhir kali anak Anda diberikan imunisasi? Ya, mungkin yang Anda tahu imunisasi hanya dilakukan ketika anak masih balita. Tapi tahukah Anda bahwa imunisasi anak juga harus dilakukan kembali ketika ia memasuki usia sekolah? Lalu apa jenis imunisasi apa yang harus diberikan pada anak?

Kenapa imunisasi anak usia sekolah juga penting?

Pada dasarnya, imunisasi adalah kegiatan pencegahan. Imunisasi dilakukan agar seseorang terhindar dari penyakit infeksi atau meringankan gejala penyakit tersebut. Metode ini merupakan metode pencegahan yang paling efektif dan murah dalam mengatasi penyakit.

Imunisasi wajib diberikan pada anak balita mengingat sistem kekebalan tubuh balita sangat rentan. Lalu bagaimana dengan anak yang sudah melewati usia tersebut? Seiring bertambah usia, sistem kekebalan tubuh anak juga meningkat. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan mereka terserang penyakit infeksi lain di usianya yang kian bertambah itu.

Oleh karena itu setelah melakukan imunisasi wajib di usia balita, anak harus mendapatkan imunisasi lanjutan ketika memasuki usia sekolah. Selain menjaga dari serangan infeksi virus, imunisasi anak juga dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif serta menjaga status gizinya agar tetap baik.

Imunisasi apa saja yang harus diberikan pada anak? Kapan harus diberikan?

Di Indonesia sendiri, telah ada jadwal imunisasi lanjutan yang diperuntukkan bagi anak usia sekolah yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI. Sedangkan jenis Imunisasi anak usia sekolah yang dicanangkan d Indonesia adalah diphtheria tetanus (DT), campak, dan tetanus diphteria (Td). Berikut adalah jadwal imunisasi anak usia sekolah dasar yang telah diatur oleh Kementerian Kesehatan:

  • Kelas 1 SD, diberikan imunisasi campak dengan waktu pelaksanaan setiap bulan Agustus dan imunisasi diphteria tetanus  (DT) setiap bulan November.
  • Kelas 2-3 SD, diberikan imunisasi tetanus diphteria (Td) di bulan November.

Sedangkan menurut Center for Disease Control and Prevention, jenis imunisasi anak lainnya yang juga sebaiknya dilakukan adalah:

  • Imunisasi flu yang bisa dilakukan ketika anak berusia 7-18 tahun yang mengalami flu setiap tahun. Jenis imunisasi ini merupakan imunisasi yang aman diberikan pada semua anak dengan kondisinya yang berbeda-beda.
  • Imunisasi Human papillomavirus, sudah bisa diberikan ketika anak berusia 11-12 tahun. Atau juga bisa diberikan saat anak mencapai usia 9-10 tahun, jika memang kondisi kesehatan anak memerlukannya.
  • Imunisasi meningitis saat anak berusia 11-12 tahun. Namun imunisasi ini termasuk imunisasi khusus, sehingga harus dikonsultasikan dulu dengan dokter anak Anda.

Namun untuk mengetahui apakah semua jenis imunisasi tersebut diperlukan atau tidak, Anda harus diskusikan hal tersebut kepada dokter dan tim medis. Dokter yang akan mempertimbangkan apakah anak Anda harus diberikan imunisasi atau tidak.

Jika saya melewatkan jadwal imunisasi anak, apa yang harus dilakukan?

Apabila Anda terlambat membawa anak Anda untuk diimunisasi, jangan cemas. Selama anak Anda tidak terinfeksi penyakit infeksi tertentu, anak masih bisa mendapatkannya di kemudian hari. konsultasikan hal ini pada dokter anak Anda untuk mengetahui jadwal, jenis, serta dosis imunisasi yang tepat bagi anak Anda.

Misalnya, anak tidak mendapatkan imunisasi campak ketika ia balita, maka anak Anda bisa mendapatkannya ketika ia berusia 6-12 tahun. Hal ini sesuai dengan kegiatan Catch up Campaign Campak yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan yang dilakukan secara serempak. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah virus campak  terjadi pada anak usia sekolah. Selain itu tujuan imunisasi anak tersebut adalah untuk memutus rantai penularan campak.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan Mei 17, 2020

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan Mei 14, 2020

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan Mei 14, 2020

6 Tips Agar BAB Anak Lancar dan Tidak Keras

Ibu perlu menerapkan pola hidup sehat kepada anak, agar BAB si kecil lancar dan tidak keras. Ikuti tips ini untuk membantu melancarkan pencernaan anak.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Maria Amanda

Direkomendasikan untuk Anda

Memahami Cara Kerja dan Kegunaan Vaksin Cacar Air

Memahami Cara Kerja dan Kegunaan Vaksin Cacar Air

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 24, 2020
Manfaat Protein Whey untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Manfaat Protein Whey untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki
Tanggal tayang Mei 22, 2020
Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Tanggal tayang Mei 18, 2020
Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang Mei 17, 2020