Timbul Ruam Pada Bayi? Jangan Panik, Mungkin Ini Akibat Si Kecil Ngiler Terus

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25 Mei 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernah lihat ruam merah pada area mulut bayi? Jangan panik dulu, ruam pada bayi ini bisa disebabkan oleh air liur si kecil sendiri. Kok bisa air liur menyebabkan ruam pada bayi? Lantas apakah ruam di mulut bayi ini bisa dicegah?

Iler, penyebab ruam pada bagian mulut bayi

Wajar jika bayi sering mengiler. Biasanya, hal ini disebabkan karena bayi belum memiliki gigi jadi air liurnya banyak yang mengalir keluar. Apalagi jika bayi berusia antara 2-3 bulan, ketika kelenjar air liurnya mulai bekerja.

Nah, jika iler bayi terlalu berlebihan akan menyebabkan ruam pada bayi, tepatnya di area mulut, dagu, leher, bahkan dada si kecil. Air liur bayi ini dapat menimbulkan iritasi dan ruam kemerahan di kulitnya.

Sisa-sisa ASI atau susu formula di sekitar mulut bayi yang mengendap dan kemudian tak sengaja mengalir bersama air liur, juga dapat menimbulkan ruam pada bayi.

Bagaimana mencegah ruam pada bayi akibat air liur?

Meski akan sulit untuk mencegah supaya si kecil tak ngiler, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi ruam dan iritasi yang dapat terjadi, seperti:

  • Pakaikan si kecil bib (celemek bayi) yang tahan air, ini mencegah air liur tidak mengalir sampai ke dada dan menyebabkan ruam. Ganti bib segera setelah basah untuk menjaga kulit bayi Anda bersih dan kering.
  • Ganti baju bayi Anda jika basah dengan air liur. Menjaga baju basah pada bayi Anda dapat mengiritasi kulit, sehingga mengganti kemeja atau pakaian  dapat membantu menjaga iritasi kulit bayi.
  • Bersihkan wajah dan lipatan leher bayi Anda, terutama setelah menyusui. Jangan menggosok area wajah bayi Anda dengan penuh semangat, cukup usap lembut dengan kain yang basah kuyup dengan air, bukan sabun.
  • Bersihkan air liurnya. Gunakan kain sendawa lembut yang tidak menyebabkan iritasi untuk mencoba membersihkan air liur berlebih sepanjang hari jika Anda bersama bayi Anda.

Iler mungkin akan semakin banyak ketika gigi si kecil mulai tumbuh satu per satu. Maka itu, jika saat ini terjadi sebaiknya pastikan bahwa Anda tetap menjaga kebersihan kulit bayi di sekitar mulut dan leher supaya tidak timbul iritasi akibat air liurnya.

Bagaimana mengobati ruam air liur bayi?

Ada beberapa cara untuk membuat bayi Anda lebih nyaman dengan ruam air liur.

  • Bersihkan area ruam sebanyak dua kali sehari dengan air hangat, lalu keringkan. Jangan menggosoknya karena dapat merusak kulit yang sudah sensitif. Pastikan kulit bayi Anda benar-benar kering.
  • Oleskan salep  seperti Aquaphor atau petroleum jelly, yang akan bertindak sebagai penghalang antara kulit bayi Anda dan air liurnya. Salep-salep ini bisa menenangkan kulit bayi yang teriritasi.
  • Saat mandi, pastikan bayi Anda menggunakan sabun bayi yang ringan dan tidak beraroma. Gunakan losion yang lembut dan tidak beraroma pada kulit kering bayi Anda jika perlu, tetapi hindari menggunakan losion pada ruam air liur.
  • Kulit harus tetap kering dan diobati dengan salep penyembuhan. Anda dapat mempertimbangkan krim hydrocortisone yang dijual bebas, tetapi tanyakan pada dokter Anda mengenai seberapa sering dan untuk berapa lama menggunakannya.

Sementara itu, Anda juga perlu menghindari mencuci bahan pakaian atau kain lainnya seperti seprai, bib dan kain sendawa dengan deterjen beraroma. Karena hal itu dapat memperparah ruam air liur bayi Anda. Gunakan deterjen khusus untuk pakaian bayi.

Jika Anda mencurigai bahwa tumbuh gigi memicu keluarnya air liur bayi Anda, Anda bisa mengelap atau tepuk-tepuk lembut mulut bayi atau gusinya dengan kain lap dingin (kain yang direndam air dingin). Ini akan membuat gigi dan gusi bayi menjadi sejuk, sehingga akan memberikan efek mati rasa ringan pada gusi bayi Anda dan ruam di sekitar mulut mereka.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Scarlet Fever, Demam Sekaligus Kemerahan pada Kulit Anak

Demam scarlet atau juga dikenal eritema disebabkan oleh berkembangnya bakteri pada penderita angina. Penyakit ini biasa menyerang anak kecil.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 27 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Petechiae (Bintik Serupa Ruam di Kulit)

Petechiae adalah kondisi kulit yang ditandai dengan timbulnya ruam di kulit. Ada bebeapa penyakit yang bisa menjadi penyebab petechiae. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Rosacea

%%title%% adalah penyakit kulit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, diet, serta cara mengontrol dan mencegah %%title%% di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

Ruam Kulit

Ruam kulit merupakan kelainan warna dan tekstur kulit yang gatal. Kondisi ini terdiri dari sangat banyak jenis dengan beragam cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

babesiosis adalah

Babesiosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara mengetahui skincare cocok atau tidak

5 Cara untuk Mengetahui Produk Skincare Anda Cocok dengan Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penyakit campak, imunisasi campak, campak jerman, gejala campak, campak pada bayi

Campak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit
virus rubella penyakit campak jerman

Rubella (Campak Jerman)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit