Kenali Berbagai Gejala Gangguan Penglihatan Pada Bayi Sejak Dini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Gangguan penglihatan pada bayi bisa memberikan dampak buruk terhadap perkembangan anak secara keseluruhan. Maka itu, sangat penting peran orangtua untuk mendeteksi secara dini gangguan penglihatan pada bayi agar dapat dilakukan penanganan lebih lanjut. Seperti apa gejala-gejala gangguan penglihatan pada bayi? Berikut ulasannya.

Apa penyebab gangguan penglihatan pada bayi?

Hingga usia 6 bulan, penglihatan bayi masih buram. Setelah usia 6 bulan, bayi mulai belajar untuk mengoordinasikan kedua matanya untuk melihat sehingga penglihatannya akan berkembang pesat. Namun, terkadang hal tersebut tidak terjadi karena adanya gangguan pada penglihatan bayi.

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab dari gangguan penglihatan pada bayi, di antaranya adalah gangguan refraktif (mata minus dan mata plus) yang merupakan penyebab paling sering pada anak-anak. Selain itu juga dapat disebabkan oleh:

  • Ambliopia – buruknya penglihatan pada salah satu mata yang menyebabkan mata tersebut “tidak digunakan”, disebut juga sebagai “mata malas”.
  • Katarak infantil – katarak yang terjadi pada bayi yang biasanya diakibatkan oleh kelainan bawaan.
  • Retinopathy of prematuritypenyakit pada mata yang biasanya terjadi pada bayi yang lahir prematur.
  • Strabismus – mata juling.

Tanda-tanda bayi mengalami gangguan penglihatan

Bayi yang mengalami gangguan penglihatan pada usia-usia tertentu akan menunjukkan beberapa gejala. Bayi dengan gangguan penglihatan pada usia 3 bulan dapat menunjukkan gejala-gejala berikut ini:

  • Tidak dapat mengikuti objek dengan menggunakan matanya
  • Tidak dapat awas terhadap gerakan tangan (pada usia 2 bulan)
  • Mengalami kesulitan dalam menggerakkan salah satu atau kedua bola mata ke seluruh arah
  • Mata sering menjadi juling

Sedangkan pada usia 6 bulan, bayi dapat menunjukkan gejala-gejala berikut:

  • Salah satu mata atau kedua mata juling hampir setiap saat
  • Mata menjadi sering berair
  • Tidak mengikuti objek yang berada pada jarak dekat (kurang lebih jarak 30 cm) atau objek jarak jauh (kurang lebih 2 meter) dengan kedua matanya

Selain itu Anda juga harus memperhatikan beberapa hal penting yang menjadi tanda adanya kelainan pada mata Anak yang mungkin dapat mengganggu penglihatannya seperti:

  • Bagian tengah mata yang harusnya berwarna hitam (pupil) ternyata berwarna putih atau ada bayangan putih pada bagian tengah bola mata.
  • Kelopak mata yang tidak terbuka atau setengah terbuka dapat menutupi pandangan bayi.
  • Mata juling, dapat disebabkan oleh ambliopia (mata malas) ataupun adanya kelainan pada otot gerak mata (extraocular muscle).

Apabila Anda menemukan tanda-tanda tersebut pada anak Anda, jangan ragu untuk membawa anak Anda ke dokter spesialis anak untuk diperiksa. Apabila dokter spesialis anak menemukan adanya gangguan, maka ada kemungkinan akan dirujuk ke dokter spesialis mata.

Ingat, peran Anda sebagai orangtua sangat vital untuk mendeteksi kelainan tersebut. Semakin cepat Anda mendeteksi kelainan pada mata anak Anda, maka akan semakin baik pula penanganan yang nanti akan diberikan sehingga tumbuh dan kembang anak tidak terganggu.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Demam anak umumnya mudah ditangani dengan obat penurun panas. Tapi jika demamnya tidak kunjung sembuh setelah minum obat, bahayakah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gejala Umum pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

10 Cara Seru Mengajarkan Anak Belajar Membaca

Hobi membaca buku wajib ditanamkan sejak kecil agar terus berlanjut sampai dewasa. Bagaimana cara mengajarkan anak mulai belajar membaca?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 16 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

TBC Pada Anak: Ketahui Gejala, Perbedaan dengan Orang Dewasa, dan Pengobatannya

Banyak kasus TBC atau TB pada anak terlambat ditangani karena gejalanya sering kali bukan batuk-batuk. Apa saja gejala yang biasanya muncul pada anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Gangguan Pernapasan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 14 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Pertumbuhan Berat Badan Janin dalam Kandungan di Setiap Trimester Kehamilan

Membesarnya perut ibu saat hamil menandakan janin berkembang dengan baik. Idealnya, berapa berat badan normal janin sejak awal hingga akhir kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 10 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kasur tempat tidur bayi

4 Tips Mudah Memilih Kasur Bayi yang Aman dan Nyaman

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 27 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
anak cengeng

7 Cara Menghadapi Anak Cengeng Tanpa Drama

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Serba-Serbi Mengahadapi Anak Introvert

Serba-Serbi Membesarkan Anak Dengan Kepribadian Introvert

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 20 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
growth spurt pada bayi

Mengenal Growth Spurt, Peningkatan Perkembangan Bayi yang Cukup Pesat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit