Mengenali Gejala Cerebral Palsy Pada Bayi Berdasarkan Usianya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/04/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Kondisi bayi yang baru lahir tidak selalu sempurna. Dalam beberapa kasus, ada bayi yang mengalami satu atau dua cacat lahir sekaligus sehingga membuat fisiknya tampak berbeda dari kebanyakan bayi pada umumnya. Salah satu cacat lahir yang bisa dialami bayi yakni cerebral palsy atau yang juga disebut dengan lumpuh otak. Supaya mudah dikenali, tahukah Anda apa saja gejala atau ciri-ciri cerebral palsy? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini, ya!

Apa saja gejala cerebral palsy?

Cerebral palsy adalah cacat lahir pada bayi yang memengaruhi otot, saraf, gerakan, dan kemampuan motorik untuk bergerak secara terkoordinasi dan terarah. 

Cerebral palsy disebabkan oleh kelainan atau kerusakan pada perkembangan otak selama bayi berada di dalam kandungan.

Kerusakan otak biasanya terjadi sebelum kelahiran, tapi bisa juga terjadi saat kelahiran atau beberapa tahun pertama kehidupan si kecil.

Penyebab cerebral palsy dalam kebanyakan kasus tidak diketahui secara pasti. Namun, beberapa penyebab cerebral palsy yang umumnya terjadi biasanya meliputi:

  • Kekurangan oksigen ke otak selama persalinan
  • Mutasi genetik pada bayi
  • Infeksi pada ibu saat hamil seperti herpes simpleks, rubella (campak jerman), sifilis, dan lain sebagainya
  • Infeksi otak, seperti ensefalitis dan meningitis
  • Perdarahan yang terjadi di otak
  • Cedera kepala akibat kecelakaan mobil, jatuh, dan lainnya

Berbagai hal yang mendasari cerebral palsy tersebut pada akhirnya membuat bayi yang baru lahir maupun bayi sedang berkembang di tahun pertama kehidupannya mengalami aneka gejala atau ciri-ciri.

Mengutip dari laman Mayo Clinic, gejala atau ciri-ciri cerebral palsy biasanya muncul selama masa bayi maupun prasekolah.

Umumnya, gejala atau ciri-ciri cerebral palsy menyebabkan munculnya gangguan pada gerakan bayi. Gangguan gerak ini berhubungan refleks abnormal, badan yang terkulai, postur tubuh tidak normal, gerakan tidak terkendali, berjalan tidak stabil, maupun kombinasi berbagai hal tersebut.

Gejala atau ciri-ciri awal cerebral palsy

bayi anophthalmia adalah

Gejala atau ciri-ciri cerebral palsy yang paling awal biasanya sudah mulai terlihat pada beberapa bulan pertama sejak kelahiran bayi.

Hanya saja, ternyata ada juga gejala atau ciri-ciri cerebral palsy pada bayi yang tidak kunjung terdeteksi sampai usianya menginjak 2 tahun atau 24 bulan bahkan lebih.

Menurut National Institute of Child Health and Human Development, berikut gejala atau ciri-ciri dini cerebral palsy atau yang biasanya dialami oleh bayi kurang dari usia 6 bulan atau 24 minggu:

1. Keterlambatan perkembangan

Perkembangan bayi yang terlambat adalah salah satu ciri-ciri yang menunjukkan kemungkinan si kecil mengalami cerebral palsy.

Bayi dengan cerebral palsy biasanya cukup sulit atau terlambat untuk mampu berguling, duduk sendiri, merangkak sendiri, hingga berjalan tanpa perlu bantuan.

2. Pergerakan otot yang abnormal

Ciri-ciri awal lainnya yang terlihat pada bayi dengan cerebral palsy yakni bagian tubuhnya lunglai. Dengan kata lain, gejala cerebral palsy ini membuat anggota tubuh si kecil tidak kaku atau kuat sebagaimana mestinya.

3. Postur tubuh yang abnormal

Bayi yang mengalami cerebral palsy juga umumnya juga memperlihatkan gejala atau ciri-ciri awal berupa postur tubuh tidak normal.

Si kecil biasanya akan lebih sering atau lebih aktif mengerakkan serta menggunakan salah satu sisi tubuhnya ketimbang yang lain.

Hal ini dapat dilihat saat buah hati Anda sedang berusaha mencapai atau meraih sesuatu dengan salah satu tangannya, merangkak, berjalan, maupun berbagai gerakan tubuh lainnya.

4. Tampak berbeda saat digendong

Biasanya, bayi senang dipeluk. Akan tetapi, bayi yang mengalami cerebral palsy juga menunjukkan ciri-ciri yakni terlihat susah atau berat saat dipeluk.

Selain itu, punggung dan leher si kecil yang seolah berat dan ia tampak bertindak seperti menjauhi pelukan Anda.

5. Tampak berbeda saat diangkat dari posisi berbaring

Kejanggalan sikap si kecil bukan hanya terlihat saat Anda hendak menggendongnya, tetapi juga saat Anda akan mengangkat tubuhnya yang sedang berbaring.

Ketika Anda mengangkatnya, kaki bayi bisa saja menjadi kaku dan terlihat pada posisi disilangkan yang menjadi ciri-ciri lain cerebral palsy.

Namun, perlu Anda pahami bahwa terkadang bayi yang tidak mengalami cerebral palsy juga bisa saja menunjukkan satu atau beberapa gejala di atas.

Jika Anda melihat salah satu atau lebih ciri-ciri cerebral palsy dini yang telah dijabarkan sebelumnya, sebaiknya segera konsultasikan kondisi si kecil ke dokter.

Gejala atau ciri-ciri cerebral palsy pada bayi di atas 6 bulan

masalah gizi pada bayi

Gejala cerebral palsy berkisar dari ringan hingga berat. Gejala ini juga bervariasi tergantung dari bagian otak yang terkena.

Beberapa kasus bisa hanya mempengaruhi satu sisi tubuh dan ada juga bahkan yang mempengaruhi seluruh tubuh. Namun umumnya, gejala utama cerebral palsy adalah adalah adanya masalah dengan gerakan, koordinasi, dan perkembangan bayi.

Berikut ini adalah beberapa gejala cerebral palsy pada bayi di atas usia 6 bulan berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC):

  • Tubuh bayi tidak berguling ke arah mana pun.
  • Bayi tidak mampu menyatukan kedua tangan.
  • Bayi kesulitan saat mengangkat dan mengarahkan tangannya untuk dimasukkan ke dalam mulut.
  • Bayi tidak mampu mengulurkan salah satu tangannya kemudian mengepalkan tangan yang lain.

Ciri-ciri cerebral palsy pada bayi di atas 10 bulan

masalah perkembangan bayi

Berikut ini adalah beberapa gejala cerebral palsy pada bayi di atas usia 10 bulan:

  • Bayi sulit merangkak dengan tepat. Ia justru merangkak miring dengan menggerakkan salah satu sisi tangan dan kakinya, sedangkan sisi tangan dan kaki lain digerakkan ke arah yang berlawanan.
  • Bayi bisa menggunakan lututnya untuk bergerak tetapi susah untuk merangkak.

Ciri-ciri cerebral palsy lainnya

ruam bayi

Beberapa ciri-ciri cerebral palsy terkait koordinasi dan gerakan tubuh lainnya yang juga bisa dialami bayi meliputi:

  • Adanya keterlambatan perkembangan pada bayi, misalnya belum bisa duduk saat usia sudah memasuki 8 bulan atau tidak bisa berjalan saat usia sudah 18 bulan.
  • Pergerakan lengan dan kaki yang abnormal.
  • Masalah koordinasi otot yang buruk sehingga sulit untuk melakukan gerakan yang tepat.
  • Pembentukan otot yang abnormal.
  • Tremor, yakni adanya gerakan yang tidak terkontrol ataupun terkendali pada bagian tubuh tertentu.
  • Kekakuan pada otot dengan pergerakan yang kaku, terutama pada kaki, tangan, dan punggung.
  • Cara berjalan yang tidak normal, contohnya berjalan dengan kaki menyilang seperti gunting, berjinjit, ataupun mengangkang.

Selain masalah koordinasi dan gerakan tubuh, umumnya seseorang yang mengalami cerebral palsy juga mengalami beberapa ciri-ciri gangguan saraf, di antaranya:

  • Kesulitan berbicara ataupun komunikasi
  • Gangguan pendengaran
  • Gangguan penglihatan seperti mata juling
  • Gangguan kecerdasan seperti ketidakmampuan anak untuk belajar
  • Gangguan mental
  • Tubuh bayi kejang
  • Mengalami inkontinensia urine atau kesulitan untuk mengendalikan kandung kemih sehingga susah untuk menahan buang air kecil
  • Memiliki respon yang tidak normal terhadap sentuhan atau rasa nyeri
  • Gangguan makan pada bayi seperti kesulitan menelan (disfagia)
  • Mengeluarkan air liur terus menerus atau “mengences”

Kapan harus membawa bayi ke dokter?

bayi sesak napas

Penting untuk segera memeriksakan kondisi bayi ke dokter saat terlihat adanya gejala cerebral palsy sesuai dengan usianya.

Apalagi ketika Anda memerhatikan si kecil mengalami masalah dengan pergerakan anggota tubuh dan keterlambatan dalam perkembangan jangan tunda untuk membawanya ke dokter.

Kondisi saat bayi kehilangan kesadaran, melakukan gerakan tubuh yang tidak normal, serta pergerakan otot tubuh abnormal juga tidak boleh Anda sepelekan.

Bukan itu saja, gangguan koordinasi anggota tubuh, kesulitan menelan, ketidakseimbangan otot mata, hingga masalah perkembangan apa pun yang dialami bayi harus Anda periksakan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Atasi Sesak Napas pada Bayi dengan Cara-Cara Berikut

Bayi rentan mengalami masalah kesehatan, salah satunya adalah sesak napas. Bagaimana cara mengatasi sesak napas pada bayi? Simak artikel berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 20/11/2019 . Waktu baca 5 menit

Bayi Juga Butuh Olahraga, Ini 4 Latihan yang Bisa Dipraktikkan di Rumah

Bayi juga butuh olahraga, tidak hanya orang dewasa. Yuk, intip beberapa latihan olahraga untuk bayi yang bisa Anda ikuti.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Anak, Parenting 29/10/2019 . Waktu baca 4 menit

Perawatan Psoriasis Pada Bayi Agar Kulitnya Tetap Sehat

Psoriasis tidak hanya menyerang orang dewasa, tapi juga bayi dan anak-anak. Lantas, bagaimana perawatan psoriasis pada bayi? Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 28/10/2019 . Waktu baca 3 menit

Memahami Kadar Hb Rendah Pada Bayi Baru Lahir dan Bahayanya

Hemoglobin (Hb) penting bagi kelangsungan hidup manusia. Apa jadinya jika kadar hb pada bayi yang baru lahir rendah? Yuk, pahami di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 23/07/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit
bayi menjulurkan lidah

Normalkah Bayi Menjulurkan Lidah? Apa Saja Alasannya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 22/03/2020 . Waktu baca 4 menit
cerebral palsy

Risiko Penyakit yang Dihadapi Anak dengan Cerebral Palsy

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 20/03/2020 . Waktu baca 4 menit
nutrisi anak cerebral palsy

5 Tips Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Anak dengan Cerebral Palsy

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 28/12/2019 . Waktu baca 4 menit