Penyebab Autis Pada Anak dan Faktor yang Meningkatkan Risikonya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Autisme merupakan gangguan perkembangan yang membuat seseorang sulit berinteraksi, berkomunikasi, dan berperilaku seperti umumnya. Gejala autisme umumnya didiagnosis pertama kali pada tahun pertama kanak-kanak, atau mungkin lebih awal pada usia bayi. Lantas, apa penyebab anak autis? Yuk, cari tahu penyebab autisme pada ulasan berikut ini.

Penyebab autis pada anak

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, satu dari 160 anak di dunia mengalami autis atau Autism Spectrus Disorder (ASD).

Kini, definisi autisme diperluas menjadi gangguan spektrum autisme (GSA) yang mencakup beberapa gangguan perkembangan otak lainnya, seperti sindrom Asperger.

Melansir National Institute of Health, bukti sejauh ini menemukan bahwa hasil tes pencitraan otak dari anak pengidap autisme sedikit berbeda dari anak-anak lain yang tidak memiliki gangguan tersebut.

Gambar pencitraan otak anak autis (sebutan lama bagi pengidap autis, –red) menunjukkan perbedaan pada beberapa area otak.

Kondisi ini mungkin terjadi selama masa perkembangan awal dalam kandungan.

Beberapa ahli menyimpulkan bahwa gangguan tersebut dapat terjadi akibat adanya cacat gen (mutasi).

Ini akhirnya memengaruhi perkembangan otak sekaligus bagaimana sel-sel otak saling berhubungan satu sama lain.

Faktor penyebab yang meningkatkan risiko autisme pada anak

Centers for Disease Control & Prevention menyebutkan bahwa hingga kini belum ada penyebab pasti anak mengalami autis atau autisme.

Di luar itu, periset berpendapat bahwa ada beberapa faktor lainnya yang meningkatkan kemungkinan anak mengalami autis.

Berikut beberapa faktor risiko yang berperan sebagai penyebab autis atau autisme, yaitu:

1. Faktor keturunan atau genetik

Autisme cenderung terjadi dalam keluarga dan mungkin merupakan sesuatu yang diwariskan dari orangtua ke anaknya.

Misalnya, jika salah satu orang tua atau keluarga mengalaminya, maka bisa menjadi penyebab autis yang diturunkan kepada anak.

Bila seorang anak didiagnosis dengan autisme, adiknya juga punya peluang lebih besar mengidap autisme. Jadi, ada kemungkinan anak kembar akan sama-sama mengidap autisme.

Para ahli yakin bahwa gen yang diwariskan orangtua adalah salah satu faktor utama yang membuat seseorang lebih berisiko mengalami gangguan ini.

Namun, ada beberapa gen dalam tubuh yang dipercaya menyebabkan autisme.

Maka dari itu, para ilmuwan masih bekerja keras untuk menemukan dengan pasti gen apa yang menjadi penyebab autis pada anak.

Dalam beberapa kasus, autisme bisa berkaitan dengan gangguan genetik seperti sindrom fragile X atau sklerosis tuberous.

Sindrom fragile X adalah kondisi genetik yang dapat menyebabkan masalah perkembangan, terutama gangguan kognitif.

Anak yang mewariskan gen ini umumnya mengalami keterlambatan perkembangan bicara, kecemasan, perilaku hiperaktif dan impulsif.

2. Faktor lingkungan

Obat-obatan stroke ringan

Faktor lingkungan telah diketahui berkontribusi terhadap perkembangan autisme.

Sebagai contoh, faktor yang menjadi penyebab autis pada anak adalah obat-obatan yang dikonsumsi selama kehamilan bisa jadi salah satu pemicunya.

Obat yang disebut-sebut jadi penyebab autis (autisme), yakni obat thalidomide dan asam valproat.

Obat ini umumnya digunakan untuk mencegah pembengkakan dan peradangan karena penyakit Hanses dan mencegah perkembangan jenis kanker tertentu.

Sementara asam valproat atau dikenal dengan valproic acid adalah obat yang digunakan untuk mengatasi kejang, gangguan mental, dan migrain.

Obat yang bekerja dengan menyeimbangkan substansi alami di dalam otak ini kemungkinan bisa mengganggu perkembangan otak janin.

Sabagi cara menurunkan risiko autisme, ibu hamil harus berhati-hati. Selalu konsultasikan pada dokter sebelum menggunakan obat tertentu.

Selain penggunaan obat, Mayo Clinic menyebutkan bahwa polutan di udara juga bisa memicu terjadinya autisme.

Kemungkinan besar ini meliputi bahan kimia di udara yang dihirup selama masa kehamilan.

3. Penyakit atau kondisi kesehatan tertentu

penyakit tertentu yang menjadi penyebab anak autis atau autisme

Menurut pengamatan para ahli, kondisi kesehatan tertentu juga bisa berkaitan dengan penyebab autis. Kondisi yang dimaksud, meliputi:

Down syndrome

Suatu gangguan genetik yang menyebabkan tertundanya perkembangan, ketidakmampuan belajar dan fitur fisik yang tidak normal.

Anak yang memiliki kondisi ini biasanya memiliki ciri hidung pesek, mulut kecil, atau tangan pendek.

Distrofi otot

Sekelompok kondisi genetik yang menyebabkan kelemahan otot progresif dan hilangnya massa otot.

Dalam distrofi otot, gen yang tidak normal mengganggu produksi protein sehingga menyebabkan masalah pada otot yang sehat.

Cerebral palsy

Suatu gangguan kronis pada otak dan sistem saraf, menyebabkan masalah pergerakan dan koordinasi.

Anak yang lahir dengan kondisi ini umumnya bertubuh kaku, sulit mengunyah, sulit berdiri dan duduk dengan tegap.

Kondisi yang menimpa bayi yang baru lahir ini memang sulit dicegah. Namun, sebaiknya Anda tidak berkecil hati dengan hal ini.

Selama Anda menerapkan gaya hidup sehat, mencukupi nutrisi, tidak merokok dan minum alkohol selama kehamilan, risiko masalah kesehatan pada bayi dapat menurun.

Paling penting, Anda harus selalu mengecek kesehatan Anda dan janin ke dokter secara berkala.

4. Bayi lahir prematur

penyebab autis atau autisme adalah bayi prematur

Meski penyebab autis pada anak belum diketahui secara pasti, bayi yang lahir prematur sangat rentan mengalami kelainan ini.

Autisme kemungkinan besar terjadi pada bayi yang lahir sebelum memasuki usia 26 minggu kehamilan.

Ada banyak kondisi yang berkaitan dengan kelahiran bayi prematur. Ini bisa terjadi akibat adanya infeksi atau komplikasi yang terjadi pada sang ibu selama kehamilan.

5. Bayi lahir dari kehamilan saat usia tua

terlalu tua untuk hamil

Studi melaporkan bahwa usia ibu hamil berdampak pada peningkatan risiko autisme.

Ibu yang hamil di atas usia 40 tahun berisiko 51% memiliki anak dengan autisme – 2 kali lebih besar dibanding ibu yang hamil di usia sekitar 25 tahun.

Kemungkinan besar usia sang ibu berpengaruh pada gen yang diwariskan maupun perkembangan otak bayi selama di kandungan.

Apabila Anda mengalami kehamilan di usia tua, selalu lakukan konsultasi dengan dokter untuk memantau perkembangan dan kesehatan janin.

6. Kekurangan dan kelebihan asupan asam folat

Asam folat merupaan salah satu gizi yang dibutuhkan ibu hamil untuk perkembangan janin dan perkembangan otak.

Sebaiknya, pastikan bahwa Anda menonsumsinya dengan dosis yang cukup. Hal ini karena kekurangan atau kelebihan dosis dapat menjadi faktor penyebab autis pada anak.

Penelitian dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health menunjukkan bahwa kelebihan kadar folat (4 kali dari jumlah yang direkomendasikan), akan meningkatkan risiko 2 kali lipat anak mengalami ASD.

Namun, kekurangan asupan folat pada awal kehamilan juga dapat meningkatkan risiko ASD pada anak.

Penyebab autisme yang ternyata cuma mitos

penyebab autisme

Meningkatkan pengetahuan seputar autisme dapat membantu orangtua dalam merawat dan mengasuh si kecil dengan kelainan ini.

Dengan begitu, mitos-mitos yang beredar tidak akan Anda telan mentah-mentah yang ujungnya bisa berdampak buruk bagi kesehatannya.

Berikut ini adalah beberapa anggapan mengenai penyebab autis pada anak yang tidak terbukti kebenarannya:

Imunisasi penyebab autisme

Tidak ada kaitan antara pemberian vaksin (imunisasi) dan autism. Terutama vaksin MMR yang digunakan untuk mencegah gondok, campak, dan rubella.

Melakukan imunisasi adalah cara yang sangat penting dan efektif untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang mengancam jiwa.

Pasalnya, bayi dan balita memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna sehingga mudah terinfeksi virus, bakteri, maupun parasit.

Pola asuh yang salah penyebab anak autis

Beredar kabar bahwa pola asuh orangtua yang salah disebut-sebut sebagai penyebab autis pada anak. Namun, periset telah membuktikan bahwa hal ini tidak benar.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa kemungkinan besar kelainan ini terjadi akibat adanya gangguan pada perkembangan otak anak.

Pola asuh yang buruk tidak mengarah pada autisme, tetapi bisa menimbulkan kecemasan, frustasi, rendah diri, atau membentuk kepribadian yang buruk pada anak.

Hal yang bisa dilakukan orangtua

Bila Anda curiga anak mengidap autisme, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Terutama jika si kecil menunjukkan gejala autisme, seperti kesulitan dalam berkomunikasi, lebih suka menyendiri, dan melakukan perilaku berulang.

Selain itu, anak dengan kondisi ini cenderung menyukai rutinitas padat yang sama. Bila rutinitas berubah, ia akan merasa marah dan kecewa.

Mereka juga tertarik pada suatu hal yang tidak biasa, misalnya menyukai pedal dan roda sepeda, kunci, atau sakelar lampu.

Dokter bisa mengulas informasi ini lebih jauh untuk menentukan penyebab autis pada anak dan mencari tahu perawatan yang tepat.

Melakukan pengobatan lebih cepat membantu mengurangi keparahan gejala, sekaligus meningkatkan kualitas hidup anak.

Penyebab anak autis bisa terlambat dideteksi

Autisme tidak dapat muncul dengan sendirinya atau diperoleh saat seseorang sudah melewati masa pertumbuhannya.

Jika seseorang secara tiba-tiba mengalami gangguan berkomunikasi dan gangguan perilaku sosial saat remaja akhir atau dewasa, maka hal tersebut bukanlah autisme.

Namun, gejala dan penyebab autis pada anak bisa saja terlambat dideteksi.

Hal ini karena gejala autisme pada dasarnya sudah muncul pada masa tumbuh kembang anak. Akan tetapi, dapat tersamarkan karena tidak muncul sepenuhnya.

Lalu, autisme pada remaja dapat tersamarkan karena pola perilaku dan emosi tipikal remaja yang cenderung naik-turun karena pubertas.

Berikut tanda dan gejala austisme yang muncul pada orang dewasa, seperti:

  • Punya sedikit teman
  • Keterbatasan dalam berbahasa
  • Gangguan minat dan perhatian
  • Sulit berempati serta mengalami gangguan memproses informasi
  • Pola perilaku berulang dan bergantung dengan rutinitas

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Jenis Terapi Perilaku untuk Anak dengan Autisme

Terapi perilaku anak autis sudah digunakan sejak lama untuk membuat anak menguasai keterampilan baru. Apa saja jenis terapi perilaku tersebut?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Gangguan Perkembangan dan Perilaku, Kesehatan Anak, Parenting 9 Desember 2019 . Waktu baca 7 menit

Tahukah Anda Kenapa Rambut yang Digunting Tidak Terasa Sakit?

Rambut merupakan salah satu bagian tubuh yang unik. Contohnya, tidak akan terasa sakit saat rambut digunting. Namun, tahukah kenapa hal ini bisa terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Kulit 17 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

Ketahui Penyakit Saraf pada Anak yang Perlu Diwaspadai Orangtua

Penyakit saraf termasuk kasus yang cukup banyak ditemukan pada usia anak-anak. Kenali jenis-jenis penyakit saraf pada anak yang paling umum, plus gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 12 Oktober 2018 . Waktu baca 10 menit

4 Fakta Dasar Seputar Autisme yang Wajib Diketahui

Autis bukanlah sebuah gangguan jiwa yang sering dibicarakan di masyarakat, kondisi ini berbeda. Simak 5 fakta tentang autis yang harus diketahui.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gangguan Perkembangan dan Perilaku, Kesehatan Anak, Parenting 10 Juni 2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencegah autisme saat hamil

Bisakah Mencegah Autisme Sejak Anak dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
down syndrome sindrom down

Down Syndrome

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
bahan kimia kosmetik autisme

Benarkah Bahan Kimia Kosmetik Tingkatkan Risiko Autisme pada Janin?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit
ciri-ciri dan gejala autis pada bayi

5 Ciri dan Gejala Autisme pada Bayi yang Perlu Diwaspadai Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit