5 Cara Jitu Mencegah Sembelit Pada Anak

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Anak kecil rentan mengalami sembelit karena mereka biasanya tidak cukup makan serat atau minum air. Meski terkesan sepele, sembelit lama-lama dapat mengganggu aktivitas harian anak. Yuk, cari tahu bagaimana cara paling baik untuk mencegah sembelit pada anak!

Apa penyebab anak sembelit?

Tanda-tanda anak sembelit yang paling umum adalah sulit buang air besar dan terasa panas karena feses mengeras, serta perut begah dan terasa kaku karena feses terlalu lama “bermukim” dalam usus.

Sebelum mengetahui lebih lanjut mengenai cara mencegah sembelit pada anak, baiknya cari tahu dulu apa penyebabnya agar selanjutnya bisa dihindari.

Penyebab anak sembelit ada beragam hal, yang mungkin meliputi:

1. Kurang makan serat

Sembelit pada anak terutama sering disebabkan oleh kebiasaan makannya yang kurang serat tapi tinggi lemak.

Daging merah, misalnya, yang tinggi lemak jenuh dan protein keras. Lemak jenuh dan protein termasuk zat gizi yang sulit dicerna sehingga dapat menumpuk lebih lama dalam perut, dan kemudian menyebabkan sembelit.

2. Kurang minum air

Anak yang kurang minum air lebih rentan mengalami sembelit. Padahal, tubuh anak butuh asupan cairan yang cukup agar sistem pencernaannya dapat berfungsi normal. Air membantu melunakkan feses sehingga nantinya mudah dikeluarkan.

3. Tidak biasa langsung BAB ketika sakit perut

Sembelit mungkin saja terjadi pada anak yang tidak dibiasakan untuk langsung BAB ketika ketika ia ingin BAB.

Ketika feses dibiarkan terlalu lama menumpuk di usus besar, teksturnya makin lama akan mengeras sehingga sulit dikeluarkan dan anak semakin enggan untuk BAB.

4. Penyakit tertentu

Sembelit pada anak jarang disebabkan oleh penyakit tertentu, tapi faktor ini tetap tidak boleh dikesampingkan.

Sembelit pada bayi baru lahir mungkin tanda penyakit Hirschprung, sebuah gangguan saraf pada usus besar sehingga feses tidak dapat terdorong keluar. Meski begitu, Hirschprung termasuk penyakit langka di Indonesia.

Cara mencegah sembelit pada anak

Ada banyak cara sederhana yang bisa dilakukan orangtua untuk mencegah sembelit pada anak di rumah, dari perubahan pola makan sampai menerapkan kebiasaan harian yang baik. Begini lebih lengkapnya:

1. Biasakan anak makan serat

Ketika anak sedang sembelit, cobalah sediakan lebih banyak menu makanan yang kaya serat seperti sayur dan buah-buahan segar.

Serat cenderung lebih mudah dicerna perut sehingga usus anak tidak perlu bekerja terlalu keras. Anda bisa memenuhi asupan serat anak dari beragam jenis sayuran berwarna hijau tua, seperti bayam dan brokoli.

Anda juga dapat memberikan susu untuk anak sembelit, terutama susu yang tinggi serat. Susu tinggi serat mengandung serat larut jenis FOS:GOS yang merangsang pertumbuhan bakteri baik dalam usus anak. Jenis serat ini juga membantu melunakkan feses dan memperlancar gerak usus sehingga BAB si kecil lebih lancar.

Susu tinggi serat membantu memenuhi kebutuhan serat harian anak, tapi pastikan juga jumlah konsumsinya sesuai.

2. Pelihara jumlah bakteri baik dalam usus

Sembelit sering juga disebabkan oleh jumlah bakteri baik dalam usus anak yang tidak seimbang.

Padahal, bakteri baik ini penting untuk membantu usus memproduksi asam lemak dan asam laktat yang mempermudah pergerakan sisa makanan agar bisa dibuang.

Sediakanlah makanan yang mengandung bakteri baik, seperti tempe dan yogurt, sebagai cara mencegah sembelit pada anak. Namun, jangan lupa juga tetap memberikan si kecil makanan tinggi serat untuk menjaga jumlah bakteri baik dalam tubuh. Serat adalah makanan utama bagi bakteri baik agar bisa terus berkembang biak.

3. Minum lebih banyak air

Di samping memperbanyak makan serat, lengkapi pula kebutuhan asupan cairan tubuh anak. Air membantu serat bekerja lebih cepat untuk melunakkan feses yang mengeras.

Rata-rata anak kecil butuh asupan air minimal 10–15 persen dari berat badannya. Artinya jika berat badan anak 10 kilogram, ia harus mendapatkan asupan cairan paling sedikit 1-1,5 liter per hari.

Asupan air pun tidak melulu harus didapat dari air putih. Sebagai cara mengatasi sembelit pada anak, Anda bisa juga memberikannya sayur atau buah potong yang mengandung banyak air.

Konsumsi air berkarbon atau air soda tawar juga efektif mencegah dehidrasi. Namun hindari minuman soft drink yang berperisa dan berwarna karena dapat memperburuk sembelit anak.

4. Toilet training

Apabila anak Anda sudah bisa berkomunikasi, ajarkan toilet training sedini mungkin. Minta si kecil untuk memberi tahu apabila perutnya terasa sakit dan ingin BAB sehingga bisa segera dibawa ke toilet.

Biasanya sensasi ingin BAB akan datang setelah anak makan besar, seperti setelah sarapan, makan siang, atau makan malam. Saat anak sudah duduk di toilet, jangan memburu-buru anak agar BAB-nya cepat selesai. Ciptakanlah suasana yang tenang dan nyaman sehingga mendukung keinginannya untuk BAB.

5. Rutin periksa ke dokter

Apabila anak sembelit disertai dengan gejala lain, sebaiknya segera periksakan lebih lanjut ke dokter agar dapat diketahui adanya kemungkinan penyakit tertentu beserta rencana pengobatannya.

Anda juga perlu memantau perkembangan dan pertumbuhan si kecil setiap saat agar dapat mendeteksi masalah sejak dini.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 7, 2017 | Terakhir Diedit: November 21, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca