Jangan Asal Main! Ini 5 Tips Aman Main Mandi Bola yang Perlu Diketahui Ortu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Kolam mandi bola di mall atau taman bermain bisa jadi surganya anak kecil. Buah hati Anda mungkin akan kegirangan ketika meluncur dari perosotan dan “menyelam dalam tumpukan bola-bola plastik berwarna-warni. Namun, tahukah Anda bahwa kolam bola ini ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tak boleh disepelekan?

Kolam bola adalah sarang bakteri

Kolam bola sebenarnya merupakan tempat paling kotor yang juga menjadi sarang bakteri. Banyaknya orang yang keluar-masuk di area tersebut mungkin saja membawa kuman penyakit yang tidak pernah Anda ketahui sebelumnya.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari StemProtect.co.uk menunjukkan bahwa terdapat banyak kotoran yang tersebar luas di tempat mandi bola. Menurut beberapa pekerja di Inggris yang dilibatkan dalam penelitian tersebut, banyak anak-anak yang tidak sengaja muntah, pipis, hingga bahkan buang air besar ketika sedang bermain mandi bola.

Tak hanya itu, makanan atau minuman yang berceceran di juga membuat area tersebut semakin kotor. Kabar buruknya, upaya pembersihan secara intensif dari pihak pengelola termasuk sangat jarang dilakukan.

Hal ini dibenarkan oleh Dr Kelly Reynolds, Profesor Kesehatan Masyarat dari University of Arizona College. Mengutip laman Parents, Dr Reynolds mengatakan bahwa kolam bola yang ada di playground restoran cepat saji, gym, atau tempat umum lainnya jarang dibersihkan. Akibatnya, sangat memungkinkan area tersebut dipenuhi oleh berbagai bakteri yang berbahaya.

Main mandi bola juga bisa picu alergi lateks

Dikutip dari laman WebMD, beberapa anak ada juga yang dapat mengalami reaksi alergi parah akibat lateks yang digunakan pada matras (bantalan busa) di kolam bola. Ya, para ahli mengatakan bahwa bagi anak-anak yang memang memiliki riwayat alergi lateks, lapisan lateks pada matras itulah yang bisa berisiko jadi masalah.

Menurut pakar alergi dari Pusat Medis New York University, Dr Clifford Bassett, alergi lateks bisa sangat serius. Pada kasus yang awal mungkin kulitnya hanya mengalami ruam kemerahan. Namun, dalam kasus yang parah, anak bisa mengalami reaksi anafilaksis yang mengancam nyawa.

Dr Bassett menambahkan, orangtua diminta waspada terhadap tanda-tanda reaksi alergi pada anak setelah mereka bermain mandi bola. Apabila si kecil memang sudah memiliki alergi lateks bawaan, sebaiknya hindari bermain mandi bola sama sekali.

Tips aman main mandi bola untuk si kecil

Sebagai orangtua, Anda perlu cermat dan teliti ketika ingin mengajak si kecil bermain di playground alias area bermain khusus anak-anak. Terutama jika ia meminta mandi bola. Nah, untuk menghindari berbagai kemungkinan buruk seperti yang sudah dijelaskan di atas, berikut beberapa tips aman mengajak anak bermain di kolam bola:

1. Lihat kebersihan area bermain

Sebelum menginzinkan anak masuk ke dalam area bermain, pastikan Anda melakukan inspeksi kebersihan terlebih dahulu. Lihatlah kebersihan area permainan itu secara keseluruhan, mulai dari kondisi bola-bolanya, matras, hingga ada tidaknya sampah di sekitar area permainan. Jika area permainan berbau tidak sedap, bola dan matras terlihat sangat kotor, serta banyak sampah berserakan, maka sebaiknya hindari mengajak anak bermain di situ.

Untuk memastikan kebersihan area tersebut, Anda juga bisa bertanya langsung kepada petugas atau pengelola yang berada di lokasi. Tanyakan pada petugas seberapa sering area permainan dibersihkan dan apakah area tersebut disemprot antikuman setiap hari atau tidak. Dua pertanyaan ini penting untuk dikulik demi kenyamanan dan keamanan si kecil bermain di area tersebut.

Jika disebutkan bahwa kolam mandi bola tidak dibersihkan setiap hari, sebaiknya Anda berpikir ulang untuk mengajak si kecil bermain di situ.

2. Temani si kecil saat bermain

Balita tentu senang ketika tahu mereka akan diajak ke playground untuk bermain mandi bola. Namun, jangan pernah biarkan mereka bermain sendiri. Anda harus menjaga dan mengawasinya selama bermain mandi bola. Anda bisa ikut masuk ke dalam area untuk memegangi si kecil agar ia tidak terjatuh ketika berjalan dan tertimbun bola saat turun dari perosotan.

Berapa playground biasanya menyantumkan aturan bahwa anak balita harus didampingi orang dewasa ketika bermain.

3. Jangan bermain ketika ramai pengunjung

Sebaiknya Anda tidak memilih playgrounyang sedang ramai pengunjung. Pasalnya, banyaknya orang di area tersebut dapat meningkatkan risiko anak jatuh dan tertimbun di dalam bola. Ya, ketika area bermain dipenuhi oleh banyak orang, maka ruang gerak anak jadi terbatas. Akibatnya, anak bisa saja saling berbenturan dengan anak-anak lainnya.

Dalam banyak kasus, risiko kecelakan saat mandi bola terjadi ketika anak berdiri di bawah perosotan saat ada anak lain yang meluncur dengan kecepatan tinggi. Maka dari itu, mintalah si kecil untuk menghindari berdiri tepat di bawah perosotan ketika ada anak lain yang ingin meluncur.

4. Lepas semua aksesoris dan benda lain dari tubuh anak

Pihak pengelola area biasanya akan meminta setiap anak yang ingin bermain mandi bola untuk melepaskan sepatu dan menggunakan kaus kaki khusus. Selain itu, jangan lupa untuk melepaskan semua aksesoris dan perhiasaan yang melekat di tubuh anak, sekaligus benda yang ada di dalam sakunya.

Benda-benda seperti jepit rambut yang terpasang longgar bisa terlepas dan justru melukai si kecil saat ia saling berbenturan dengan anak lainnya. Tak hanya itu, aksesori seperti kalung juga mungkin saja melilit leher si kecil ketika ia tengah meluncur turun dari perosotan ke dalam kolam bola.

Jadi, pastikan sebelum bermain mandi bola semua aksesoris yang dipakai anak dilepaskan, ya.

5. Ajak anak cuci tangan setelah bermain

Setelah puas bermain, jangan langsung ajak si kecil makan atau pulang. Sebaiknya, ajaklah si kecil ke toilet untuk mencuci tangannya. Apabila lokasi toilet terlalu jauh, Anda bisa mengelap tangan dan wajah si kecil dengan tisu basah setelah itu keringkan menggunakan tisu atau handuk kering.

Bila perlu, Anda bisa memandikan si kecil atau menggantikan baju dan kaos kaki yang sudah dipakainya selama mandi bola. Berbagai hal tersebut dilakukan guna mencegah bakteri menempel di tubuh anak.

Tak hanya saat bermain mandi bola, menjaga kebersihan anak juga mutlak dilakukan setiap kali Anda selesai mengajak si kecil bermain di playground. 

Buat kolam bola sendiri di rumah

Ketimbang harus keluar rumah untuk bermain di playground yang berbayar, Anda bisa loh membuat kolam bola sendiri di rumah. Selain lebih aman, mandi bola di rumah tentunya lebih murah.

Untuk membuatnya, Anda membutuhkan kolam renang plastik dan bola plastik ukuran kecil. Anda juga bisa menambahkan air ke dalam kolam plastik agar si kecil bisa sekaligus berenang. Setelah selesai bermain, jangan lupa untuk mencuci bola dan kolam plastik sampai bersih.

Membuat kolam bola sendiri di rumah tentu lebih higienis karena Anda sendirilah yang memastikan kebersihannya.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Radiasi dari TV cembung zaman dulu memang mungkin merusak mata. Namun apakah efek yang sama dihasilkan dari perangkat televisi modern?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Luka Tertusuk

Karena jenis luka ini mudah tertutup, luka tusuk kerap menimbulkan infeksi jika tidak cepat diobati. Inilah pertolongan pertama untuk luka tusuk.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Syok Anafilaktik

%%title%% adalah reaksi alergi parah yang berakibat fatal. Cari tahu gejala, penyebab, pengobatan, serta cara mencegah %%title%% di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Alergi 3 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tes Tempel (Skin Patch Test)

Tes tempel (skin patch test) adalah metode untuk memastikan apa pemicu alergi Anda. Cari tahu persiapan, proses, dan cara baca hasilnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan, Informasi Kesehatan 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
hidung meler

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
gejala alergi kulit

Selain Gatal, Ini Gejala Alergi pada Kulit Lainnya yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit