Apa Itu Malabsorbsi Pada Anak?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/12/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Terkadang anak yang makan makanan yang seimbang tetap berisiko mengalami gizi buruk. Hal ini mungkin terjadi karena ketidakmampuan tubuh anak untuk menyerap nutrisi dari sistem pencernaan ke dalam aliran darah, atau yang sering disebut dengan malabsorbsi.
Biasanya, proses pencernaan akan mengubah nutrisi dari makanan menjadi unit-unit kecil yang melewati dinding usus dan masuk ke aliran darah untuk kemudian dibawa ke sel-sel lain dalam tubuh. Jika dinding usus rusak akibat virus, infeksi bakteri, atau parasit, lapisannya akan terpengaruh sehingga zat yang tercerna tidak akan bisa lewat. Ketika ini terjadi, nutrisi malah akan dikeluarkan melalui feses.

Malabsorbsi umum terjadi pada anak selama satu atau dua hari saat sedang mengalami flu perut atau atau flu usus. Hal ini jarang terjadi dalam waktu lama karena permukaan usus akan sembuh dengan cepat tanpa kerusakan yang signifikan. Dalam kasus ini, malabsorbsi bukanlah hal yang harus dikhawatirkan.  Namun, malabsorbsi kronis juga dapat terjadi. Jika dua atau lebih dari gejala berikut terjadi, konsultasikanlah dengan dokter.

Tanda-tanda dan gejala malabsoprsi

Tanda-tanda dan gejala malabsorbsi kronis, yaitu:

  • Sakit perut dan muntah berkelanjutan
  • Sering buang air besar, feses lembek, berbau busuk, dan berukuran sangat besar
  • Rentan terhadap infeksi
  • Turunnya berat badan dengan hilangnya lemak dan otot
  • Memar-memar
  • Patah tulang
  • Kulit kering dan bersisik
  • Perubahan kepribadian
  • Melambatnya pertumbuhan dan berat badan (mungkin tidak terlihat sampai beberapa bulan).

Pengobatan untuk malabsorpsi

Ketika anak menderita kekurangan gizi, malabsorbsi hanya salah satu dari penyebabnya. Seorang anak menderita kekurangan gizi karena dia tidak mendapatkan cukup makanan yang baik atau memiliki masalah pencernaan sehingga tubuh kesulitan menyerap nutrisi. Sebelum melakukan pengobatan, dokter akan menyelidiki penyebabnya terlebih dahulu. Hal ini dapat dilakukan dengan cara berikut.

Anda akan diminta untuk membuat daftar jumlah dan jenis makanan yang anak Anda makan.

Dokter anak dapat menguji kemampuan anak untuk mencerna dan menyerap nutrisi tertentu. Misalnya, dokter meminta anak untuk minum larutan gula susu (laktosa) dan kemudian mengukur tingkat hidrogen pada pernapasan. Hal ini dikenal sebagai lactose hydrogen breath test.

Dokter anak akan menganalisis sampel feses. Anak yang sehat hanya akan sedikit membuang lemak yang dikonsumsi setiap hari melalui feses. Jika terlalu banyak yang terbuang, maka merupakan tanda-tanda malabsorbsi.

Tes keringat  dapat dilakukan untuk melihat apakah terjadi cystic fibrosis pada tubuh. Penyakit ini menyebabkan tubuh memproduksi enzim tertentu sehingga terganggunya sistem pencernaan dan kelainan pada keringat.

Dalam beberapa kasus, dokter anak akan meneliti pencernaan anak yang didapatkan dari dinding usus halus, dan memeriksanya di bawah mikroskop untuk tanda-tanda infeksi, peradangan, atau cedera lainnya.

Biasanya, tes dilakukan sebelum pengobatan dimulai, meskipun anak yang sakit parah sedang dirawat di rumah sakit untuk menerima pemberian makan khusus sementara hasil tes ini sedang dievaluasi.

Setelah dokter yakin masalahnya karena malabsorbsi, dia akan mengidentifikasi penyebab malabsorbsi ini. Jika terjadi karena infeksi, pengobatan biasanya mencakup antibiotik. Jika malabsorbsi terjadi karena usus yang terlalu aktif, obat-obatan tertentu dapat digunakan untuk mengatasi hal ini, sehingga ada waktu untuk menyerap nutrisi.

Terkadang tidak ada penyebab yang jelas untuk malabsorbsi. Anda dapat mengganti makanan menjadi makanan yang mengandung nutrisi khusus sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh anak Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . 5 menit baca

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 menit baca

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . 6 menit baca

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . 5 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 menit baca

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
    pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

    Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca
    akibat anak terlalu sering dibentak

    Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 8 menit baca