Apa Itu Malabsorbsi Pada Anak?

Oleh

Terkadang anak yang makan makanan yang seimbang tetap berisiko mengalami gizi buruk. Hal ini mungkin terjadi karena ketidakmampuan tubuh anak untuk menyerap nutrisi dari sistem pencernaan ke dalam aliran darah, atau yang sering disebut dengan malabsorbsi.
Biasanya, proses pencernaan akan mengubah nutrisi dari makanan menjadi unit-unit kecil yang melewati dinding usus dan masuk ke aliran darah untuk kemudian dibawa ke sel-sel lain dalam tubuh. Jika dinding usus rusak akibat virus, infeksi bakteri, atau parasit, lapisannya akan terpengaruh sehingga zat yang tercerna tidak akan bisa lewat. Ketika ini terjadi, nutrisi malah akan dikeluarkan melalui feses.

Malabsorbsi umum terjadi pada anak selama satu atau dua hari saat sedang mengalami flu perut atau atau flu usus. Hal ini jarang terjadi dalam waktu lama karena permukaan usus akan sembuh dengan cepat tanpa kerusakan yang signifikan. Dalam kasus ini, malabsorbsi bukanlah hal yang harus dikhawatirkan.  Namun, malabsorbsi kronis juga dapat terjadi. Jika dua atau lebih dari gejala berikut terjadi, konsultasikanlah dengan dokter.

Tanda-tanda dan gejala malabsoprsi

Tanda-tanda dan gejala malabsorbsi kronis, yaitu:

  • Sakit perut dan muntah berkelanjutan
  • Sering buang air besar, feses lembek, berbau busuk, dan berukuran sangat besar
  • Rentan terhadap infeksi
  • Turunnya berat badan dengan hilangnya lemak dan otot
  • Memar-memar
  • Patah tulang
  • Kulit kering dan bersisik
  • Perubahan kepribadian
  • Melambatnya pertumbuhan dan berat badan (mungkin tidak terlihat sampai beberapa bulan).

Pengobatan untuk malabsorpsi

Ketika anak menderita kekurangan gizi, malabsorbsi hanya salah satu dari penyebabnya. Seorang anak menderita kekurangan gizi karena dia tidak mendapatkan cukup makanan yang baik atau memiliki masalah pencernaan sehingga tubuh kesulitan menyerap nutrisi. Sebelum melakukan pengobatan, dokter akan menyelidiki penyebabnya terlebih dahulu. Hal ini dapat dilakukan dengan cara berikut.

Anda akan diminta untuk membuat daftar jumlah dan jenis makanan yang anak Anda makan.

Dokter anak dapat menguji kemampuan anak untuk mencerna dan menyerap nutrisi tertentu. Misalnya, dokter meminta anak untuk minum larutan gula susu (laktosa) dan kemudian mengukur tingkat hidrogen pada pernapasan. Hal ini dikenal sebagai lactose hydrogen breath test.

Dokter anak akan menganalisis sampel feses. Anak yang sehat hanya akan sedikit membuang lemak yang dikonsumsi setiap hari melalui feses. Jika terlalu banyak yang terbuang, maka merupakan tanda-tanda malabsorbsi.

Tes keringat  dapat dilakukan untuk melihat apakah terjadi cystic fibrosis pada tubuh. Penyakit ini menyebabkan tubuh memproduksi enzim tertentu sehingga terganggunya sistem pencernaan dan kelainan pada keringat.

Dalam beberapa kasus, dokter anak akan meneliti pencernaan anak yang didapatkan dari dinding usus halus, dan memeriksanya di bawah mikroskop untuk tanda-tanda infeksi, peradangan, atau cedera lainnya.

Biasanya, tes dilakukan sebelum pengobatan dimulai, meskipun anak yang sakit parah sedang dirawat di rumah sakit untuk menerima pemberian makan khusus sementara hasil tes ini sedang dievaluasi.

Setelah dokter yakin masalahnya karena malabsorbsi, dia akan mengidentifikasi penyebab malabsorbsi ini. Jika terjadi karena infeksi, pengobatan biasanya mencakup antibiotik. Jika malabsorbsi terjadi karena usus yang terlalu aktif, obat-obatan tertentu dapat digunakan untuk mengatasi hal ini, sehingga ada waktu untuk menyerap nutrisi.

Terkadang tidak ada penyebab yang jelas untuk malabsorbsi. Anda dapat mengganti makanan menjadi makanan yang mengandung nutrisi khusus sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh anak Anda.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca