Pedoman Merawat Anak yang Lahir dengan Spina Bifida

Oleh Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

Anak yang lahir dengan spina bifida mungkin akan sulit beradaptasi dengan kehidupan barunya. Begitu pula dengan orangtua, mereka harus belajar menyesuaikan diri dengan kondisi anak dan berperan aktif dalam merawatnya.

Lalu, bagaimana cara merawat anak yang lahir dengan spina bifida? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Merawat anak yang lahir dengan spina bifida

Bayi dengan spina bifida

Selain penanganan dari dokter, merawat anak yang terlahir dengan spina bifida membutuhkan perhatian ekstra dari orangtua. Ini dia hal-hal yang perlu diperhatikan.

Aktivitas fisik

Bayi yang terlahir dengan kondisi ini akan bergerak dan beraktivitas dengan cara yang berbeda. Butuh bantuan ahli terapis fisik yang bekerja sama dengan orangtua untuk mengajari bagaimana melatih kedua kaki dan tangan bayi. Baik untuk meningkatkan kekuatan, kelentukan (lentur), maupun gerakan bayi.

Aktivitas fisik sangat penting untuk bayi yang memiliki kondisi seperti ini. Lakukan latihan yang sesuai dengan rekomendasi dari ahli terapis fisik.

Merawat kulit bayi

Bayi yang mengidap spina bifida juga rentan dengan kulit lecet akibat goresan benda di sekitarnya. Jadi, orangtua harus memeriksa kulit bayi setiap saat, tidak membiarkannya terlalu lama berjemur di bawah mahatari, atau pastikan kehangatan air jika ingin memandikannya.

Selain itu, dilansir dari CDC, sebagian besar bayi yang lahir dengan kondisi ini mengalami alergi terhadap benda atau produk yang memiliki kandungan lateks atau karet alami. Artinya, Anda sebagai orangtua sebaiknya menjauhkan bayi Anda dari benda-benda tersebut. Perhatikan pula dengan penggunaan aksesoris seperti kalung atau gelang yang dapat melukai kulitnya.

Kesehatan

Seperti bayi pada umumnya, bayi dengan spina bifida juga membutuhkan pelayanan kesehatan seperti imunisasi guna meningkatkan kekebalan tubuhnya. Bayi juga membutuhkan perawatan khusus, seperti:

  • Seorang ahli ortopedi, yang akan memeriksa kesehatan otot dan tulang bayi.
  • Seorang ahli urologi, yang akan memeriksa kesehatan ginjal dan kandung kemih bayi.
  • Seorang ahli bedah saraf, yang akan memeriksa perkembangan otak dan tulang belakang bayi.

Balita dan anak prasekolah dengan spina bifida

Pada usia ini, anak-anak mengalami perubahan kondisi mental, emosional, dan kehidupan sosialnya. Mereka juga lebih aktif untuk menjelajahi lingkungan dan belajar mandiri. Oleh karena itu, Anda harus membantu mengembangkan diri dan sikap kemandirian mereka.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua untuk mendukung perkembangan anak yang lahir dengan spina bifida. Penting untuk mengajarkan anak cara mengatasi keterbatasan tubuhnya, misalnya dengan alat bantu seperti kruk atau kursi roda. Penting juga untuk mengajarkan anak tanggung jawab, misalnya dengan membereskan mainannya sendiri.

Walaupun anak membutuhkan perhatian dan bantuan ekstra, bukan berarti orangtua lantas membatasi ruang geraknya. Biarkan anak mendapat kesempatan untuk melakukan sesuatu secara mandiri, tapi tetap dalam pengawasan Anda.

Aktivitas fisik

Selain menjalani latihan yang direkomendasikan oleh ahli terapis, Anda juga bisa mengajarkan anak bagaimana cara berenang, bermain dengan teman sebayanya, atau bermain di taman yang permainannya mudah untuk dilakukan sang anak.

Merawat kulit anak

Untuk mengawasi kesehatan kulitnya, pastikan untuk memilih ukuran sepatu yang sesuai dengan kakinya. Gunakan krim tabir surya (sunblock) yang sesuai kulitnya untuk melindungi dari sengatan matahari ketika anak aktif bermain di luar.

Penting bagi Anda untuk mengajarkan anak agar bermain atau beraktivitas dengan aman serta memberitahunya apa yang harus dilakukan jika anak terluka.

Kesehatan

Lakukan pemeriksaan kesehatan anak yang lahir dengan spina bifida secara rutin. Sekaligus mengonsultasikan ke ahli medis mengenai perawatan dan penggunaan kateter─bagi yang menggunakan kursi roda─serta kebersihannya.

anak yang terlahir dengan spina bifida 2

Anak usia sekolah dengan spina bifida

Pada masa ini, orangtua akan akan mengembangkan hobinya, minatnya, juga kegiatan yang dilakukannya. Namun, perlu perhatian khusus terhadap anak yang juga mengidap hidrosefalus. Sebab anak yang lahir dengan spina bifida akan menemui tantangan ekstra dalam proses belajarnya. Untuk itu, orangtua perlu mempertimbangkan bantuan dari tenaga pengajar alternatif yang akan membantunya belajar.

Biarkan anak mengikuti kegiatan sekolah seperti berkemah untuk membantunya mengembangkan keterampilan bersosialisasi dan berinteraksi dengan anak lainnya.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We are excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca