Mengenal 4 Macam Kelompok Obat-obatan untuk Autisme

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pengobatan autisme biasanya mencakup pemberian obat-obatan dan terapi. Meskipun belum bisa menyembuhkan gejala utama yang dialami pengidap gangguan spektrum autisme, obat-obatan bisa membantu mencegah masalah yang berkaitan dengan perilaku seseorang. Misalnya kecenderungan untuk melukai diri sendiri, mudah marah, atau susah tidur.

Nah, saat ini banyak jenis obat-obatan yang umum digunakan dalam kedokteran modern untuk pengobatan autisme. Apa saja jenis serta efek sampingnya? Simak penjelasan lengkap berikut ini.

1. Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI)

Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) adalah obat-obatan yang digunakan untuk membantu anak-anak penderita depresi (dengan gejala merasa terpuruk selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan), gangguan cemas, dan perilaku obsesif. Obat-obatan antidepresan ini dapat meliputi sertraline, citalopram, dan fluoxetine.

Namun, obat-obatan ini memberikan beberapa efek samping seperti insomnia (gangguan tidur serius), kenaikan berat badan yang tidak diinginkan, dan peningkatan gejolak emosi.

Food and Drug Administration (FDA), yaitu badan pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat telah menyatakan kekhawatiran atas kaitan antara bunuh diri dengan penggunaan antidepresan. FDA tidak menganjurkan anak-anak untuk berhenti menggunakan antidepresan, tetapi mereka menganjurkan supaya anak-anak yang menggunakan obat-obatan ini harus selalu dipantau. Setiap tanda atau kecenderungan untuk bunuh diri harus Anda waspadai.

2. Trisiklik

Obat-obatan ini merupakan jenis antidepresan yang digunakan untuk depresi dan gangguan obsesif-kompulsif. Trisiklik tampaknya lebih banyak memberikan efek samping, tetapi terkadang lebih efektif daripada SSRI. Efek samping trisiklik adalah sembelit, mulut kering, penglihatan kabur, dan rasa kantuk.

Contoh dari trisiklik meliputi protriptyline (Vivactil), nortriptyline (Pamelor), amitriptyline, amoxapine, imipramine (Tofranil), desipramine (Norpramin), doxepin, dan trimipramine (Surmontil).

3. Obat-obatan antipsikotik

Obat-obatan antipsikotik digunakan untuk mengurangi masalah perilaku terkait autisme dengan cara mengubah reaksi zat kimia otak. Obat-obatan ini bermanfaat untuk perilaku agresif dan bermasalah. Misalnya, anak Anda mencoba untuk bunuh diri, melukai dirinya sendiri, atau berteriak-teriak tanpa tujuan yang jelas.

Contoh obat-obatan antipsikotik meliputi haloperidol, risperidone, dan thioridazine. Obat lainnya meliputi clonidine (Kapvay) dan guanfacine (Intuniv).

Efek samping obat-obatan antipsikotik adalah tremor, kenaikan berat badan yang tidak diinginkan, dan rasa kantuk. Obat-obatan ini biasanya dipertimbangkan setelah manajemen perilaku, misalnya lewat terapi, gagal memperbaiki masalah perilaku pada orang dengan gangguan spektrum autisme.

4. Obat untuk gangguan tidur

Orang dengan gangguan spektrum autisme bisa menderita gangguan tidur seperti insomnia. Mereka mungkin merasa kesulitan untuk tidur pulas dan tidur cukup. Mereka jadi sering terbangun beberapa kali di sepanjang malam.

Selain itu, pengidap gangguan spektrum autisme yang juga mengalami gangguan tidur akan tampak letih, tidak segar saat bangun tidur, dan mudah marah di sepanjang hari. Nah, obat-obatan dari jenis benzodiazepine dapat membantu.

Obat-obatan bisa digunakan untuk mengurangi masalah perilaku terkait autisme. Namun, obat-obatan tidak dapat membantu memperbaiki gejala autisme. Obat-obatan bisa memberikan efek samping sehingga setiap tanda peringatan harus dilaporkan kepada dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Bisakah Mengetahui Keperawanan Wanita Lewat Ciri Fisiknya?

Banyak yang percaya gadis perawan memiliki ciri-ciri khusus. Tapi bagaimana dengan pandangan medis soal tes keperawanan wanita? Benarkah bisa dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Manfaat Menakjubkan Kunyit untuk Kecantikan dan Kesehatan Tubuh

Anda mungkin cukup familier dengan manfaat kunyit untuk meredakan mual. Nah, ternyata masih ada khasiat lain dari kunyit yang mungkin belum Anda tahu!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 25 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Wabah Kesepian, Fenomena Kekinian yang Menghantui Kesehatan Masyarakat

Rasa kesepian banyak dialami oleh masyarakat modern. Bahkan, kondisi psikologis ini bisa dianggap sebagai salah satu ancaman kesehatan yang serius.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Ragam Makanan dengan Kandungan Bakteri yang Baik untuk Usus

Tubuh kita membutuhkan bakteri dalam usus untuk menjaga fungsinya. Cari tahu makanan yang baik untuk usus dalam artikel berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Pencernaan 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tidak bisa kentut susah kentut

Tiba-Tiba Susah Kentut? Tak Perlu Pusing, Begini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
cara mengusir semut

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Seks setelah haid

Berhubungan Seks Sehari Setelah Haid, Apakah Bisa Hamil?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 2 menit