3 Cara Tepat Menjemur Bayi Anda agar Tetap Aman dan Nyaman

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menjemur bayi baru lahir di bawah sinar matahari pagi sudah jadi umum yang biasa dilakukan. Namun tahukah Anda bahwa menjemur bayi tidak bisa sembarang cara? Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar bayi tetap nyaman.

Perlukah menjemur bayi baru lahir?

menjemur bayi

Biasanya orangtua menjemur bayinya yang baru lahir setiap pagi di depan rumah agar terkena sinar matahari langsung. 

Namun sebenarnya, perlukah menjemur bayi baru lahir di bawah sinar matahari setiap pagi?

Dalam sejarah yang ditulis Journal of the American Academy of Dermatology (JAAD), di pertengahan abad ke-19 ditemukan bahwa sinar matahari memiliki efek terapeutik untuk penyakit rickets (kelainan tulang karena vitamin D, kalsium, dan fosfat). 

Lalu pada 1958, sinar matahari dipakai sebagai terapi pada bayi kuning. Menjemur bayi selama 10 menit di dalam ruangan dengan sinar matahari dari jendela, bisa membantu terapi pada ikterus neonatorum (bayi kuning) tingkat ringan.

Namun pada 1940 kasus kanker kulit meningkat dan menjadi epidemi di tahun 1970, peneliti sadar bahwa sinar matahari memiliki dampak negatif.

Di sisi lain, mengutip dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sinar matahari memang penting untuk meningkatkan vitamin D pada kulit. 

Namun, pilihan cara untuk terapi yang paling utama dan aman pada bayi kuning yang membutuhkan asupan vitamin D tambahan adalah dengan fototerapi, bukan paparan sinar matahari (menjemur).

Bayi baru lahir perlu terpapar radiasi sinar ultraviolet B (UVB) dalam tingkat yang rendah, untuk dapat memproduksi vitamin D. 

Ini karena sebagian besar bayi lahir dengan kadar vitamin D rendah di dalam tubuh

Vitamin D diperlukan tubuh untuk membantu menyerap kalsium dan fosfor dari makanan. Kedua mineral ini penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi. 

Jadi, menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi memang jadi cara sederhana untuk menambah kadar vitamin D dalam tubuh bayi.

Namun yang perlu diingat, ada cara aman menjemur bayi yang perlu dipraktikkan.

Cara menjemur bayi yang tepat

Menjemur bayi di bawah matahari

Menjemur bayi memiliki manfaat untuk kesehatan tulang, tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Berikut cara menjemur bayi yang tepat, mengutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI):

1. Jemur dalam waktu singkat

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan untuk menjemur bayi di bawah sinar matahari dalam waktu singkat, sekitar 15-20 menit.

Selain itu, waktu menjemur bayi sebaiknya di bawah pukul 10 pagi dan di atas pukul 4 sore.

Ini karena di waktu tersebut, radiasi sinar UVB cenderung rendah. Sebaliknya, pukul 10 pagi sampai 4 sore adalah waktu dengan jumlah radiasi sinar UVB paling tinggi.

Jika Anda menjemur di waktu tersebut, kulit si kecil justru bisa mengalami kerusakan.

2. Tidak perlu melepas pakaian

Sebagian orang menganggap perlu melepas pakaian bayi ketika akan menjemur, tapi cara itu tidak perlu dilakukan.

Justru IDAI menganjurkan orangtua untuk memakaikan baju, topi, dan tabir surya jika menjemur bayi di bawah matahari langsung. 

Meski memakai pakaian, sinar matahari tetap bisa menembus masuk dan memberikan tambahan vitamin D pada tubuh si kecil.

Melepas pakaian si kecil justru bisa meningkatkan risiko penyakit lain, seperti pilek, sampai kanker kulit kulit dan melanoma. 

Namun, tidak semua bayi membutuhkan tabir surya. American Academy of Pediatrics (AAP) menganjurkan, anak yang berusia di bawah 6 bulan sebaiknya tidak menggunakan tabir surya.

Hal ini disebabkan oleh kulit bayi masih sensitif dan mudah iritasi jika dipakaikan tabir surya.

Oleh karena itu, jika ingin menjemur bayi, sebaiknya di bawah jam 9 pagi atau saat matahari tidak terlalu terik.

Jika si kecil sudah berusia lebih dari 6 bulan dan ingin memakaikan tabir surya sebelum menjemurnya, sebaiknya pilih tabir surya dengan minimal SPF 15 dan oleskan ke bayi 15-20 menit sebelum ke luar.

Ini adalah salah satu cara menjemur bayi yang kerap diabaikan padahal sangat penting diperhatikan.

3. Gunakan kacamata

Sebaiknya, hindari menjemur bayi di bawah sinar matahari langsung tanpa menggunakan pelindung mata.

Pasalnya, sinar matahari dapat mempengaruhi retina mata bayi. Oleh karenanya, pakaikan si kecil kacamata atau pelindung mata agar ia tetap nyaman.

Nah, jika Anda sudah tahu cara menjemur bayi yang benar, jangan lupa untuk dipraktikkan ya!

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Periksa gigi bisa jadi pengalaman yang menyenangkan, kok. Agar anak tidak takut ke dokter gigi, contek saja beragam tips pintar berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Radiasi dari TV cembung zaman dulu memang mungkin merusak mata. Namun apakah efek yang sama dihasilkan dari perangkat televisi modern?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Kulit Bayi Mengelupas di Minggu Pertamanya, Apakah Berbahaya?

Ketika bayi mengalami gejala tertentu, pasti orangtua akan cemas. Apalagi jika bayi baru lahir. Bagaimana jika kulit bayi mengelupas di minggu pertamanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Lebih Baik Minum Vitamin Pagi Hari atau Malam Hari?

Bingung kapan harus minum vitamin? Minum vitamin ternyata juga ada aturannya, lho! Cari tahu apakah lebih baik minum vitamin pagi atau malam hari?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Tips Makan Sehat, Nutrisi 5 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi tumbuh gigi

11 Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diketahui Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
cat kuku kutek

Informasi Seputar Cat Kuku dan Dampaknya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
hipospadia

Hipospadia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
pertumbuhan bayi

Tahapan Pertumbuhan Bayi yang Ideal di Usia 0-11 Bulan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 15 menit