Buat Apa Simpan Tali Pusat Bayi di Bank dan Apakah Benar-benar Perlu?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Banyak hal yang harus dipikirkan dan dipersiapkan ketika Anda akan melahirkan. Salah satu yang harus dipikirkan sebelum proses kelahiran si kecil adalah apakah Anda akan menyimpan tali pusat bayi (juga disebut tali pusar) atau tidak. Ya, saat ini menyimpan tali pusat bayi di bank khusus sedang hangat dibicarakan. Sebenarnya, apa manfaat dari simpan tali pusat bayi? Apakah setiap orangtua harus melakukannya?

Simpan tali pusat bayi saat lahir agar bisa dijadikan obat di masa depan

Tali pusat bayi adalah saluran yang menjadi penghubung makanan serta oksigen antara ibu dan janin ketika di dalam kandungan. Jadi, sebenarnya yang diambil dari tali pusat adalah darah yang ada di dalam saluran yang mengandung sel punca (stem cell). Para ahli percaya kalau sel punca ini dapat membantu mengobati berbagai penyakit kronis.

Beberapa penelitian klinis yang telah dilakukan sebelumnya menyatakan bahwa darah tali pusat dapat membantu pengobatan penyakit seperti autisme, kanker darah, kelainan darah, hingga beberapa gangguan sistem imun. Namun, hal ini belum bisa dipastikan dan dijamin. Para ahli masih memerlukan serangkaian penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan teori tersebut. 

Bagaimana prosedur penyimpanan tali pusat di bank?

Keputusan ini sebaiknya sudah Anda ambil bersama pasangan ketika memasuki usia kehamilan trimester ketiga. Saat itu, Anda sudah harus memutuskan dan menghubungi bagian bank tali pusat. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi kelahiran prematur.

Ketika persalinan, dokter akan memutus tali pusat yang menempel pada bayi dan mengambil darah pada tali pusat yang sudah terputus itu dengan jarum suntik. Setidaknya, darah yang akan diambil sekitar 40 ml. Hal ini tergantung dengan kondisi ibu, bayi, dan persalinan yang baru saja dilakukan. Bila ibu melahirkan bayi yang lebih dari satu, maka darah yang ada di tali pusat mungkin saja lebih sedikit.

Prosedur ini tidak akan memengaruhi kesehatan ibu maupun bayi dan hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit. Selanjutnya, darah akan diproses dalam laboratorium, untuk dipisahkan bagian-bagian darahnya. Dari proses tersebut, akhirnya didapatkan sel punca yang akan disimpan dalam lemari pembeku dengan suhu sekitar -196 derajat Celsius untuk menjaga agar sel tidak rusak. Sel punca beku ini dapat bertahan hingga setidaknya 10 tahun tanpa mengalami kerusakan.

Merawat Bayi Baru Lahir

Lantas, perlukah saya simpan tali pusat bayi di bank? 

Sebenarnya, hal ini kembali lagi pada masing-masing orangtua. Menyimpan darah tali pusat sama saja seperti Anda membuat asuransi biologis yang dapat digunakan di kemudian hari, misalnya ketika buah hati mengalami suatu penyakit. Bila memang Anda tertarik untuk melakukan ini, pikirkan secara matang. Berikut adalah pro dan kontra dari menyimpan tali pusat yang bisa Anda jadikan pertimbangan ketika akan menyimpan tali pusat di bank khusus, yaitu:

Pro

1. Bisa jadi penyelamat ketika anak atau anggota keluarga terserang penyakit tertentu

Ya, telah banyak penelitian yang menyatakan bahwa dengan sel punca yang ada di dalam darah tali pusat bayi, dapat mengobati beberapa penyakit kronis seperti leukemia, kanker, kelainan darah, penyakit autoimun, hingga beberapa gangguan metabolik lainnya.

Masing-masing orang memiliki keunikan dan ciri sel puncanya sendiri, sehingga ketika dibutuhkan nanti, memang sangat susah untuk mencari sel punca yang tepat dan cocok dengan tubuh. Namun, jika sudah menyimpannya, tak perlu khawatir untuk mencari sel punca yang sesuai.

2. Tidak menimbulkan masalah kesehatan ketika proses dilakukan

Prosedur pengambilan darah tali pusat sangat singkat dan tidak menimbulkan dampak yang buruk bagi ibu maupun bayi, sehingga metode ini dirasa aman.

Kontra

1. Memerlukan biaya yang sangat mahal

Sayangnya, tidak murah jika Anda berencana untuk simpan tali pusat bayi di bank khusus. Saat ini masih sedikit bank tali pusat yang ada di Indonesia dan semuanya menawarkan biaya yang mengharuskan Anda merogoh kantong cukup dalam. Biasanya, biaya yang harus Anda bayar sesuai dengan durasi penyimpanan sel punca yang Anda pilih. Semakin lama disimpan tentu akan semakin banyak biaya yang dikeluarkan.

2. Tidak semua anak pasti memerlukan sel punca di kemudian hari

Faktanya, tidak semua anak yang tali pusatnya disimpan di bank, akan memerlukannya di kemudian hari. Disebutkan dalam sebuah penelitian, kemungkinan untuk anak menggunakan sel punca yang telah disimpan adalah antara satu di antara 400 hingga 200.000 kejadian. Apalagi jika dalam keluarga Anda tidak ada riwayat penyakit kronis tertentu seperti leukemia atau kelainan darah lainnya. Maka mungkin Anda dan keluarga tidak begitu perlu melakukan hal ini.

3. Tak ada jaminan juga kalau pengobatan dengan sel punca bisa berhasil

Hal yang harus Anda ketahui adalah tak semua penyakit dapat disembuhkan dengan sel punca. Ada beberapa kondisi yang disebabkan oleh mutasi genetik, seperti spina bifida, yang tak bisa diatasi melalui metode ini. Pasalnya, ketika suatu penyakit terjadi akibat mutasi genetik, maka kemungkinan besar sel punca yang disimpan juga memiliki genetik yang sudah bermutasi tersebut. Jadi, hal ini bisa saja sia-sia.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Linea Nigra, Garis Hitam “Khas” di Perut Ibu Hamil

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Trimester 2, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Ciri-Ciri Hamil dari yang Paling Sering Muncul Sampai Tak Terduga

Telat haid dan mual-mual adalah tanda-tanda hamil yang paling umum. Namun, tahukah Anda, mimisan dan sakit kepala juga termasuk ciri-ciri hamil muda?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

Kapan Kehamilan Bisa Mulai Terdeteksi dengan Test Pack?

Meski Anda mungkin sudah hamil dua hari setelah berhubungan seks, beberapa test pack pengecek kehamilan mungkin belum bisa langsung mendeteksinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

Aborsi boleh saja dilakukan apabila ada indikasi medis. Apa saja pilihan cara menggugurkan kandungan yang aman? Simak selengkapnya di halaman ini. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi tumbuh gigi

11 Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diketahui Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
cat kuku kutek

Informasi Seputar Cat Kuku dan Dampaknya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
bercak darah tanda hamil atau menstruasi

Apa Bedanya Bercak Darah Tanda Hamil atau Menstruasi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
program dan cara cepat hamil

7 Cara Cepat Hamil yang Perlu Dilakukan Anda dan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit