Pemberian Makanan Untuk Anak Usia 1-3 Bulan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Selama usia 3 bulan pertama bayi Anda, ASI atau susu formula akan memberikan semua nutrisi yang ia butuhkan. Namun, seiring bayi Anda tumbuh berkembang, baik fisik dan mentalnya, proses menyusui juga akan berkembang. Umumnya, bayi akan cenderung lebih banyak mengonsumsi susu selama waktu makan, oleh karena itu tidak perlu untuk memberinya makan sesering biasanya dan ia, juga Anda, akan tidur lebih lama di malam hari.

Cara terbaik untuk memantau apakah bayi Anda mendapatkan cukup gizi adalah dengan melihat pertumbuhannya. Dokter Anda akan mengukur berat badan, panjang, dan ukuran kepalanya pada setiap kunjungan. Kebanyakan bayi pada masa menyusui akan terus meminta disusui di sepanjang hari dan malam hari. Jumlah rata-rata yang ia konsumsi pada masa menyusui akan meningkat secara bertahap dari sekitar 4 – 5 ons (120 hingga 150 ml) selama bulan kedua,  5 atau 6 ons (150-180 ml) pada bulan keempat, namun jumlah ini akan bervariasi dari bayi satu dengan bayi lainnya dan dari satu jenis makanan dan makanan lainnya. Asupan sehari-hari harus berkisar sekitar 25 – 30 ons (750-900 ml) dalam empat bulan. Biasanya, jumlah ini sudah cukup untuk memberikan semua kebutuhan gizi pada usia ini.

Apabila bayi Anda tampak terasa masih lapar setelah Anda berikan susu yang cukup, konsultasikan dengan dokter anak Anda untuk meminta saran mengatasi kondisi si kecil. Ketika bayi yang menyusui tidak kunjung meningkat berat badannya, jumlah susu yang Anda hasilkan mungkin telah menurun. Penurunan jumlah susu yang dihasilkan ini dapat disebabkan dengan kondisi tubuh ibu yang telah kembali ke kondisi untuk bekerja dan tidak menghasilkan cukup susu, atau juga meningkatnya stress bagi ibu, interval tidur lebih lama pada bayi, atau berbagai faktor lainnya. Beberapa teknik dapat digunakan untuk meningkatkan jumlah susu yang dihasilkan untuk asupan bayi. Cobalah meningkatkan frekuensi menyusui, dan menggunakan pompa payudara untuk meningkatkan produksi susu. Jika Anda terus khawatir tentang jumlah susu yang Anda hasilkan, konsultasikanlah ke dokter, atau periksakan ke konsultan laktasi bersertifikat.

Umumnya, Anda harus menghindari memberikan makanan padat sebelum usia enam bulan, dan terutama tidak memberikannya sebelum empat bulan. Ketika Anda memberinya makanan padat, gunakanlah sendok. Namun, menempatkan sendok di mulut bayi yang berusia belum empat bulan akan menyebabkan bayi mendorong lidahnya, yang merupakan keadaan normal pada tahap ini, meskipun orangtua atau perawat bayi Anda mungkin mengira perilaku ini sebagai rasa berontak atau tidak menyukai makanan. Pada usia empat sampai lima bulan, kondisi mendorong lidah saat makan menggunakan sendok ini akan hilang dan pada enam bulan bayi akan mampu memindahkan sejumlah kecil bubur makanan padat dari depan mulut ke bagian belakang mulut dan menelannya. Tetapi jika bayi Anda tampaknya tidak menyukai makanan padat, cobalah untuk tidak menawarkan makanan tersebut selama satu sampai dua minggu dan coba lagi. Jika masalah terus berlanjut, bicarakan dengan dokter anak Anda untuk memastikan bahwa perlawanannya bukanlah suatu masalah.

Walau tanpa penambahan menu makanan pada bayi Anda, Anda mungkin akan melihat perubahan dalam kondisi buang air besar selama bulan-bulan ini. Saat ini, ususnya sudah dapat menyimpan makanan dengan jumlah yang lebih dan dapat menyerap sejumlah besar nutrisi dari susu, sehingga tinjanya mungkin lebih solid. Refleks gastroskopiknya juga berkurang, sehingga ia tidak lagi mengalami buang air besar setelah makan. Bahkan, di antara dua dan tiga bulan, frekuensi buang air besar baik pada bayi yang menyusui maupun bayi yang diberi susu formula dapat menurun secara drastis; beberapa bayi yang disusui hanya mengalami satu kali buang air besar setiap tiga atau empat hari, dan beberapa bayi sehat yang disusui terkadang buang air besar hanya satu kali pada satu minggu. Selama bayi Anda makan dengan baik dan berat badan bertambah, serta feses yang tidak terlalu keras atau kering, tidak ada alasan untuk khawatir dengan penurunan frekuensi buang air besar ini.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Positif Hamil Atau Gejala Mau Haid? Begini 10 Cara Membedakannya

    Mungkin Anda sedang harap-harap cemas menunggu jadwal mens selanjutnya. Membedakan tanda hamil atau haid itu susah-susah gampang, lho!

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

    7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

    Periksa gigi bisa jadi pengalaman yang menyenangkan, kok. Agar anak tidak takut ke dokter gigi, contek saja beragam tips pintar berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Setelah Kuret, Kapan Bisa Menstruasi Lagi Seperti Biasa?

    Setelah kuret, seringkali wanita merasa khawatir dengan siklus menstruasinya. Kapan menstruasi terjadi kembali setelah keguguran?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

    6 Hal yang Katanya Bisa Menentukan Jenis Kelamin Bayi. Mitos atau Fakta?

    Faktor-faktor berikut ini mungkin turut andil dalam menentukan apakah bayi Anda perempuan atau laki-laki, tapi mungkin juga hanya kebetulan belaka.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Trimester 2, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    garis hitam di perut linea nigra

    Kenali Linea Nigra, Garis Hitam “Khas” di Perut Ibu Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    tanda awal kehamilan ciri-ciri hamil muda tanda kehamilan

    Ciri-Ciri Hamil dari yang Paling Sering Muncul Sampai Tak Terduga

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit
    Kapan kehamilan bisa terdeteksi

    Kapan Kehamilan Bisa Mulai Terdeteksi dengan Test Pack?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    cara menggugurkan kandungan

    Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit