6 Mitos Ibu Menyusui yang Anda Yakini Ini Ternyata Salah Besar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menjadi ibu merupakan sebuah anugerah yang luar biasa bagi seorang wanita. Setiap ibu akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik untuk anaknya, termasuk dalam urusan memberikan ASI. Nah, biasanya ketika menyusui Anda akan mendengar banyak sekali saran atau mitos seputar kelancaran ASI. Sayangnya, tidak semua saran atau mitos ibu menyusui yang Anda dengar sudah terbukti benar. Apa saja mitos yang justru salah besar soal ASI? 

Berbagai mitos ibu menyusui yang harus Anda tinggalkan

1. Jangan bangunkan bayi untuk memberikan ASI

Sebagian besar waktu bayi digunakan untuk tertidur, sementara setiap dua setengah sampai tiga jam ia akan merasa lapar. Saat merasa lapar, bayi akan menyusui dengan bersemangat hingga kenyang dan membuatnya tertidur lebih lama.

Tidak apa-apa membiarkan bayi tertidur lebih lama, namun ibu harus tetap memperhatikan jadwal bayi menyusui. Atur waktu kapan saja bayi harus menyusui. Saat bayi masih tertidur dan tiba jadwalnya menyusui, maka bangunkan bayi demi memenuhi kebutuhan gizinya.

2. Setelah menyusui, ibu harus menunggu sampai payudaranya terisi kembali sebelum memberikan ASI lagi

Faktanya, ibu menyusui secara otomatis akan selalu menghasilkan ASI. Sebagian ibu memang dapat menghasilkan ASI yang lebih banyak daripada yang lain. Namun, semakin kosong payudara karena bayi sudah makan, maka semakin cepat tubuh menghasilkan  ASI kembali.

Sementara saat payudara terisi ASI sampai penuh, maka produksi ASI akan melambat dengan sendirinya. Jika seorang ibu selalu menunggu sampai payudaranya terasa penuh ASI sebelum menyusui anaknya, tubuhnya akan secara otomatis memberikan pesan untuk memperlambat produksi sehingga produksi ASI akan berkurang.

3. Ibu juga harus minum susu supaya bisa menghasilkan susu

Faktanya, beberapa jenis makanan seperti sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan protein merupakan nutrisi yang dibutuhkan ibu untuk menghasilkan ASI. Untuk mencukupi kebutuhan kalsium, ibu tidak harus minum susu karena sumber kalsium juga bisa didapatkan dari ikan teri, sayuran hijau dan kacang-kacangan. Jadi, jangan terlalu percaya mitos ibu menyusui yang satu ini.

4. Bayi yang minum ASI berisiko obesitas

Ini adalah salah satu mitos ibu menyusui yang paling banyak dipercaya. Penelitian justru membuktikan bahwa bayi yang mendapatkan ASI dapat mengontrol pola makannya dan asupan yang cukup untuk dirinya. Justru susu formula dan pengenalan makanan padat terlalu dini, serta tidak tercukupinya ASI dapat meningkatkan risiko obesitas di kemudian hari.

5. Jika ibu sedang sakit, maka harus berhenti memberikan ASI

Nah, kalau ibu sedang sakit, tubuh ibu menyusui akan mengasilkan antibodi untuk melawan kumannya. Antibodi ini juga terkandung dalam ASI sehingga akan memberikan perlindungan kepada bayi dari kuman dan bakteri. Maka saat bayi sakit, penanganan terbaik adalah tetap menyusui hingga tubuh bayi menghasilkan antibodi untuk melawan kumannya.

Sedangkan kalau ibu menyusui harus minum obat, ibu harus berkonsultasi dulu dengan dokter. Masalahnya, beberapa jenis obat yang dikonsumsi ibu menyusui bisa tercampur juga ke dalam ASI. Namun, tidak semua obat akan tercampur, kok. Makanya penting untuk selalu cek dulu ke dokter sebelum mengonsumsi obat apa pun saat hamil.

6. Beberapa bayi alergi pada ASI

Faktanya, ASI merupakan zat yang paling alami untuk dikonsumsi oleh bayi. Jika bayi menunjukkan reaksi alergi, pada dasarnya hal itu disebabkan adanya protein asing yang terkandung di dalam ASI, bukan pada susunya itu sendiri.

Cara terbaik apabila hal tersebut terjadi adalah dengan menghindari makanan yang mengandung protein tersebut sehingga ASI bisa dikonsumsi oleh bayi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

3 Aktivitas Seru dan Menyenangkan untuk Si Kecil yang Gagap

Orangtua bisa mendorong kemampuan berbicara anak yang gagap lewat aktivitas menyenangkan. Apa saja aktivitas yang cocok untuk anak gagap? Lihat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Tips Parenting 07/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berhubungan seks setelah operasi caesar

Berhubungan Seks Setelah Operasi Caesar, Wajarkah Bila Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit
cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
ruam susu bayi

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit