Seperti Apa Posisi Menggendong Bayi yang Paling Tepat?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/03/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menggendong bayi sudah menjadi aktivitas umum bagi orangtua yang memiliki bayi kecil. Beragam cara dan posisi menggendong untuk setiap orangtua mungkin berbeda. Anda melihat orangtua lain menggendong bayinya menghadap depan, menghadap orangtua, atau ada juga yang menggendong di belakang. Namun, posisi menggendong manakah yang lebih baik? Intip di sini jawabannya.

Menggendong bayi di depan

Menggendong di depan bisa Anda lakukan dengan memosisikan bayi untuk mengahadap ke Anda atau ke luar untuk melihat daerah sekitarnya. Berikut adalah pertimbangannya untuk setiap posisi yang Anda pilih.

Bayi menghadap ke orangtua

Sumber: Purple Elm Baby

Menggendong bayi di depan dan menghadap ke orangtua yang menggendongnya sering dilakukan untuk bayi usia sekitar 2-3 bulan. Pada usia terebut perhatian utama bayi adalah wajah manusia. Posisi ini baik untuk kebanyakan bayi karena si kecil akan memiliki pandangan yang jelas. Si kecil juga dapat mengamati wajah Anda ketika Anda sedang berinteraksi dengan orang lain, sehingga memberikan bayi banyak pengalaman untuk belajar.

Tak cuma itu, orangtua sendiri jadi punya banyak kesempatan untuk mengamati beragam ekspresi jenaka si kecil. Orangtua pun bisa belajar lebih peka terhadap kebutuhan dan keinginan si kecil.

Terkadang selama tahun pertama, sebagian besar bayi yang digendong di depan dalam posisi menghadap ke orangtua akan mulai menoleh untuk melihat apa yang ada di belakangnya. Tenang saja, dengan kelenturan leher bayi dan perkembangan penglihatannya, bayi Anda mampu mengamati cukup banyak hal pada lingkungan sekitarnya dengan posisi gendongan ini.

Bayi menghadap ke luar atau membelakangi orangtua

Sumber: Baby Björn

Menggendong bayi di depan sambil menghadap ke luar dapat mengenalkan bayi dengan lingkungan sekitarnya. Namun, sebaiknya posisi ini dilakukan setelah bayi berusia enam bulan. Karena hingga usia enam bulan pertamanya, bayi sangat membutuhkan interaksi dengan wajah dengan orangtuanya utuk perkembangan saraf otak bayi yang optimal serta untuk meningkatkan ikatan antara orangtua dan anak.

Menggendong dengan menghadap ke luar, juga membuat Anda sulit melihat reaksi bayi terhadap apa yang ia lihat, apakah ia menyukainya atau tidak. Apakah bayi memberikan respon baik atau tidak. Oleh karena itu, sebaiknya gendong bayi dengan posisi ini dalam waktu yang sebentar dan di lingkungan tenang serta dikenal oleh bayi.

Jika si kecil sudah mulai gelisah atau rewel saat digendong dengan posisi ini, sebaiknya pindahkan bayi dengan posisi lain atau menghadap ke Anda. Pasalnya, bayi mungkin saja mengalami overstimulasi. Misalnya ketika banyak cahaya silau yang berkedap-kedip atau terlalu banyak orang yang lalu-lalang di depannya.

Menggendong bayi di belakang

Sumber: Ergobaby

Menggendong bayi di belakang biasanya dilakukan ketika bayi sudah cukup berat untuk digendong di depan. Posisi ini juga bisa memudahkan orangtua untuk melakukan aktivitas lain tapi tetap sambil merawat si kecil. Misalnya saat mencuci pakaian, menyiapkan makan, atau belanja ke pasar. Si kecil juga bisa menengok lingkungan sekitar.

Namun, posisi ini mungkin sedikit mengkhawatirkan bagi sebagian orangtua, karena Anda merasa tidak bisa melihat apa yang bayi Anda lakukan saat digendong di belakang. Oleh karena itu pastikan gendongan bayi yang Anda gunakan kokoh dan nyaman untuk si kecil.

Berikut tips aman menggendong bayi di belakang.

  • Untuk menghindari cedera saat baru mencoba menggendong bayi di belakang, lakukan di atas tempat tidur atau permukaan yang empuk dan dengan bantuan orang lain.
  • Menggendong di punggung belakang sebaiknya hanya digunakan ketika kepala dan leher si kecil sudah cukup kuat dan konsisten, serta bayi sudah bisa duduk sendiri dengan sempurna.
  • Kencangkan ikatan bahu gendongan untuk menjaga keamanan bayi dan pastikan bayi menempel dekat dengan punggung Anda. Namun, jangan sampai terlalu kencang. Pastikan bayi merasa nyaman dan tetap bisa bergerak.

Jadi, pada akhirnya posisi menggendong bayi yang terbaik harus disesuaikan lagi dengan banyak hal. Misalnya aktivitas bayi dan orangtua saat itu, kesiapan bayi secara fisik, dan jenis gendongan bayi yang Anda gunakan. Akan tetapi, ketiga posisi di atas sah-sah saja dilakukan asal dengan hati-hati.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menggendong Bayi Dengan Gendongan Modern

Menggendong bayi butuh teknik yang benar. Pasalnya bayi mudah mengalami cedera. Berikut cara menggendong bayi yang tepat menggunakan gendongan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Parenting, Tips Parenting 03/09/2018 . Waktu baca 3 menit

5 Cara Mudah Mengatasi Turun Peranakan Tanpa Obat

Setiap wanita bisa mengalami turun peranakan. Namun sebelum ke dokter, tak ada salahnya untuk coba mengatasi turun peranakan di rumah. Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Tips Sehat 21/08/2018 . Waktu baca 4 menit

5 Teknik Menenangkan Bayi Menangis yang Sudah Terbukti Ampuh

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menenangkan ketika bayi menangis terus. Penasaran apa saja? Simak tipsnya di bawah ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 24/04/2018 . Waktu baca 4 menit

Tips Jitu Memilih Gendongan yang Aman dan Nyaman untuk Si Kecil

Gendongan bayi sangat bermanfaat bagi ortu untuk tetap bisa lancar beraktivitas sembari mengurus anak. Tapi yakin gendongan bayi Anda sudah tepat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Tips Parenting 20/04/2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Pertama Kali Menjadi Orangtua? Ini Hal yang Harus Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020 . Waktu baca 6 menit
bayi bau tangan

Bayi yang Sering Digendong Bisa ‘Bau Tangan’, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2019 . Waktu baca 3 menit
anak minta gendong

4 Cara Mengakali Anak Supaya Tidak Minta Gendong Terus

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 05/10/2018 . Waktu baca 4 menit
berhenti menggendong anak

Kapan Orangtua Harus Berhenti Menggendong Anak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18/09/2018 . Waktu baca 4 menit