Awas! Melempar Bayi ke Udara Berakibat Fatal Bagi Otaknya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kadang, Anda tidak bisa menahan rasa gemas kelucuan bayi sehingga refleks untuk menggendong. Selain menggendongm tak jarang juga kita melempar bayi keatas berulang-ulang, dengan tujuan agar si bayi tertawa dan rasa gemas pada diri kita terpuaskan. National Center of Shaken Baby Syndrome telah memperingatkan bahaya melempar bayi di udara, antara lain cedera tulang belakang dan cedera otak. Jadi, masih mau Anda melempar-lempar bayi Anda ke udara?

Mengapa dilarang melempar bayi ke udara?

Bayi umumnya memiliki otot dan saraf yang sangat lemah pada bagian leher, tak jarang mereka masih susah untuk mengangkat kepalanya sendiri pada berbagai posisi tertentu. Ukuran kepala dan tubuh bayi juga sangat berbeda, berat kepala bayi umumnya tidak seimbang dengan berat badannya. Pasalnya, di dalam otak bayi diperlukan area untuk tumbuh kembang sel-sel saraf lainnya. Karena itulah terdapat rongga atau celah antara tengkorak kepala dan otaknya yang dapat mendukung pertumbuhan tersebut.

Jika Anda melempar-lemparkan bayi Anda ke udara, hal ini dapat menyebabkan otak si kecil berpindah tempat dalam rongganya. Selanjutnya, jaringan otak si bayi akan membengkak dan pembuluh darahnya bisa robek, hingga mungkin juga berisiko fatal seperti kematian.

Risiko melempar bayi ke udara

1. Urat leher tegang

Dalam kepala bayi biasanya berkembang saraf pertumbuhan otak dan tulangnya pada usia 4 bulan. Setidaknya tunggu hingga ia berusia 2 atau 3 tahun jika ingin menggendong dan melepaskannya di udara.

Tetapi, tidak jarang juga kasus kematian balita akibat dilempar ke udara terjadi. Dengan melempar bayi tinggi ke udara sebelum lehernya kuat menerima ayunan ke atas dan ke bawah secara spontan, ini dapat mengakibatkan leher bayi tegang. Leher bayi tegang disebabkan karena memang bayi belum bisa membawa kepalanya sendiri bersama tubuhnya.

2. Jatuh

Bayangkan, jika saat Anda melempar bayi ke udara terdapat jarak antara tangan dan posisi bayi yang menyebabkan tangkapan Anda meleset dan si bayi terjatuh. Risiko bayi jatuh dari gendongan dapat menyebabkan gegar otak, tengkorak memar, dan cedera otak. Risiko kerusakan permanen dari jatuh atau cedera adalah kelumpuhan pada bagian tubuh dari bayi.

Ketika melempar ke atas walaupun terjadi hanya sebentar, ini dapat mengakibatkan kerusakan otak bayi. Bahkan banyak bayi yang meninggal akibat kelalaian orangtua. Berikut merupakan risiko umum yang jarang disadari akibat bayi terjatuh saat sedang dilempar-tangkap.

  • Bayi mengalami kebutaan
  • Kemampuan mendengar bayi berkurang
  • Perkembangan otak menjadi lambat, mengalami disleksia belajar dan perilaku
  • Keterbelakangan mental
  • Kejang-kejang
  • Cerebral palsy atau kelumpuhan otak

Kesimpulannya

Seperti yang disinggung di atas, berat badan bayi dan kepalanya tidak merata, dan sangat tidak dianjurkan untuk melempar-lempar bayi ke atas. Di sinilah letak masalah dengan melempar atau menggoyang-goyangkan bayi dengan keras. Perlakukan dan ajak main bayi Anda dengan sentuhan yang lembut.

Jika Anda ingin mendapatkan tawa dari bayi, Anda bisa melakukannya dengan bernyanyi, memberikan mainan yang aman, atau melakukan hal lain tanpa harus memiliki risiko fatal seperti di atas.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bahaya Merokok Terhadap Daya Tahan Tubuh Manusia

Kenapa perokok lebih gampang sakit? Merokok ternyata memiliki dampak berbahaya terhadap daya tahan tubuh. Lalu apa yang bisa dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 20 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

7 Cara Cepat Hamil yang Perlu Dilakukan Anda dan Pasangan

Saat sedang menjalani promil, Anda perlu tahu berbagai cara cepat hamil yang perlu dilakukan bersama pasangan. Berikut tipsnya untuk Anda.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kenali Linea Nigra, Garis Hitam “Khas” di Perut Ibu Hamil

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Trimester 2, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
bercak darah tanda hamil atau menstruasi

Apa Bedanya Bercak Darah Tanda Hamil atau Menstruasi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit