Bernyanyi untuk Bayi Ternyata Memperkuat Ikatan Batin Orangtua dan Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menyanyi untuk bayi baru lahir ternyata memiliki manfaat yang sangat menguntungkan untuk pertumbuhan. Dikutip dari The Guardian, Sally Goddard Blythe, konsultan pendidikan pengembangan saraf dan direktur Institute Neuro Pshycological Pshycology di Amerika mengatakan, orangtua seharusnya menyanyikan lagu untuk bayinya setiap hari karena proses tersebut dapat merangsang perkembangan. Semakin sering dilakukan, maka akan semakin meningkat pula perkembangannya.

Bayi memiliki kemampuan bawaan, yakni mendeteksi irama tertentu. Hal ini dibuktikan oleh peneliti asal Hongaria dan Belanda melalui penelitian dengan cara mengukur gelombang otak bayi. Ketika diperdengarkan suatu musik tertentu, gelombang otak bayi terlihat mengalami pergerakan sesuai dengan irama musik yang diputar.

Menyanyikan lagu pengantar tidur atau nina bobo untuk bayi sebelum mereka belajar berbicara merupakan pendidikan awal yang sangat penting. Lagu dan irama akan membantu mempersiapkan pendengaran dan otak anak dalam berbahasa. Mendengarkan musik dan bernyanyi bersama dengan sajak dan lagu membantu mengembangkan fungsi kedua sisi otak bayi.

Sejak kapan sebaiknya membiasakan menyanyi untuk bayi?

Orangtua dan calon orangtua bisa mulai menyanyi untuk bayi sejak si kecil masih dalam kandungan. Suara nyanyian ibu dan ayah dirasakan oleh janin sebagai getaran. Cairan ketuban yang mengelilinginya adalah penghantar getaran suara yang hebat.

Beberapa penelitian menunjukkan umumnya janin dapat merespon suara pada usia 18-20 minggu. Di usia tersebut, struktur telinga sudah terbentuk meskipun perkembangan saraf pendengarannya belum sempurna. Kemudian, pada usia 25-27 minggu, janin memulai proses mendengar suara bernada rendah, tetapi tidak untuk nada tinggi. Proses ini akan terus berlanjut sering dengan pertumbuhan bayi di dalam perut.

Akan tetapi, sampai saat ini belum ada penelitian dalam skala besar yang mampu membuktikan efek langsung menyanyi bagi janin dengan perkembangan otaknya. Karena itu, ibu dan ayah sebenarnya tidak wajib memutarkan lagu atau menyanyi untuk bayi yang masih dalam kandungan.

Beda halnya dengan bayi yang sudah lahir. Bagi bayi yang sudah lahir, melodi dan irama yang Anda nyanyikan padanya sebetulnya mirip dengan suaranya sendiri ketika menggumam atau mengoceh. Dengan begitu, bayi akan merasakan ikatan dengan orangtua yang menyanyikan lagu baginya. Hal ini dijelaskan oleh seorang pakar psikologi perkembangan dari NYU Child Study Center di Amerika Serikat, Daniela Montalto, Ph.D.

Jadi, orangtua disarankan untuk mulai menyanyi untuk bayi segera setelah ia dilahirkan.

peran suami setelah bayi lahir

Bagaimana cara menstimulasi bayi melalui musik dan nyanyian?

Cara terbaik memberikan musik pada bayi adalah dengan menyanyikannya secara langsung. Tidak perlu khawatir jika Anda tidak bisa bernyanyi. Bagi sang bayi, nada nada yang datar atau suara yang kurang merdu bukanlah masalah. Suara nyanyian terlebih dari seorang ibu dan ayah akan membuatnya merasa terhubung langsung dan memberikan kenyamanan.

Hal yang perlu diingat adalah Anda dilarang memutarkan musik melalui headphone. Telinga bayi masih sangat sensitif dan memutarkan musik langsung melalui headphone berpotensi merusak telinga bayi. Bernyanyi secara langsung merupakan cara yang paling tepat agar bayi memiliki hubungan yang kuat dengan sang ibu dan ayah.

Apa saja manfaat bernyanyi secara langsung untuk bayi?

  1. Membangun dan memperkuat ikatan batin antara ibu, ayah, dan bayi.
  2. Mengoptimalkan gairah dan mood bayi sehingga dapat mempermudah bayi dalam proses pemberian makan dan mempercepat proses tidur.
  3. Menurut studi dari para pakar di University of Montreal, menyanyikan lagu lebih efektif dalam meredam emosi dan menenangkan bayi dibandingkan dengan berbicara dengan nada biasa.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Hipospadia

Hipospadia adalah kelainan ketika lubang penis terletak di batang, bukan di ujung penis. Apa penyebab dan bagaimana cara mengobati hipospadia pada anak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit