Leher Bayi Merah dan Lecet? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Kulit bayi memang sangat sensitif dan rentan terkena berbagai masalah kulit bayi yang mengganggu. Kulit bayi lebih mudah terkena iritasi dan rentan terhadap kondisi tertentu, salah satunya leher merah dan lecet. Ruam tersebut sering membuat bayi tidak nyaman sehingga bayi rewel dan menangis. Apa saja penyebab leher bayi mudah lecet dan merah ruam? Bagaimana cara mengatasinya? 

Penyebab leher bayi merah dan lecet

bintik bercak merah pada kulit bayi

Ruam kemerahan yang tampak jelas di leher bayi sebenarnya kondisi umum pada bayi di rentang usia empat sampai lima bulan. 

Bila Anda menemukan leher bayi merah dan ini cukup mengganggu aktivitas si kecil, beberapa hal ini mungkin jadi penyebabnya:

1. Iritasi kulit

Bayi yang gemuk dengan lipatan di lengan dan leher memang menggemaskan. Namun lipatan tersebut bisa menjadi pemicu datangnya iritasi kulit dan membuat leher bayi merah bahkan sampai lecet bila digaruk.

Lipatan di leher ini nantinya akan memicu kelembapan, ditambah dengan gesekan terus-menerus ketika bayi menggerakkan kepala dan badannya. Semua hal ini lama-lama berperan dalam menimbulkan iritasi kulit, yang ditandai dengan munculnya rasa gatal dan kemerahan di leher si kecil.

2. Infeksi jamur

Selain akan menyebabkan iritasi kulit, kondisi kulit yang lembap serta produksi keringat berlebih di area lipatan leher bayi juga akan menjadi tempat yang ideal bagi pertumbuhan jamur. 

Infeksi akibat perkembangan jamur adalah salah satu penyebab paling umum ketika tiba-tiba leher bayi merah, gatal, sampai lecet karena sering digaruk.

3. Biang keringat

Miliaria atau biang keringat adalah kondisi yang bisa dialami oleh siapa saja dan dari usia bayi sampai dewasa. 

Namun memang paling sering terjadi pada bayi dan anak-anak karena kelenjar keringatnya masih dalam perkembangan. Ini membuat biang keringat lebih sering dialami bayi. 

Saluran keringat yang seharusnya berperan sebagai tempat pengeluaran keringat, justru tersumbat, Ini membuat keringat yang ada di bawah kulit tidak dapat keluar dengan lancar. Akhirnya, muncullah biang keringat bersama dengan rasa gatal dan kemerahan di leher si kecil.

Mengutip dari Healthy Children, biang keringat pada bayi bisa berada area popok, kaki, dan siku. Bayi juga bisa mengalami ruam merah biang keringat di bagian leher dan pada kondisi parah bisa sampai lecet.

Biang keringat biasanya terjadi ketika bayi berada di tempat yang cuacanya cenderung panas dan tropis. 

4. Tanda lahir

Berbeda dengan penyebab yang telah dijelaskan sebelumnya, penyebab leher bayi merah yang satu ini tidak menimbulkan gejala atau keluhan apa pun. 

Anda hanya akan melihat corak abstrak berwarna kemerahan di kulit si kecil, yang ternyata adalah tanda lahir.

Jangan panik dulu, karena ini merupakan kondisi normal yang tidak perlu dikhawatirkan. Pelebaran pembuluh darah di bawah lapisan kulit yang memicu munculnya tanda lahir kemerahan. 

Kondisi ini biasanya akan memudar dalam hitungan minggu atau bulan setelah kelahiran, meskipun ada beberapa bayi yang mengalaminya seumur hidup.

5. Eksim

Bila melihat leher bayi merah dan lecet, bisa jadi penyebabnya adalah eksim. Ini adalah masalah kulit yang ditandai dengan munculnya bercak merah, bersisik, kering, hingga mengelupas. 

Eksim pada bayi biasanya akan berlangsung sejak kelahiran sampai usianya menginjak satu tahun. Mengutip dari Mayo Clinic, bayi yang memiliki eksim biasanya diturunkan dari keluarga dengan riwayat penyakit eksim, asma, atau alergi rhinitis. 

Mutasi gen yang diturunkan dari orangtua ke anaknya bisa berpengaruh pada kemampuan tubuh dalam perlindungan kulit.

Penting untuk memerhatikan beberapa pemicu eksim, meliputi penggunaan produk perawatan kulit, bahan pakaian, air liur, serta kulit bayi yang kering.

Cara mengatasi leher bayi merah dan lecet

merawat kulit bayi

Sebagian besar kasus kemerahan di leher bayi akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Namun, memang dalam masa-masa ini Anda akan kewalahan karena si kecil tampak sangat rewel dan tidak nyaman dengan kondisinya.

Jika ini terjadi, sebaiknya mulai dengan melakukan beberapa hal, seperti:

Gunakan krim khusus

Anda bisa memakai krim khusus bayi yang mengandung lanolin dan zinc oxide untuk meredakan kemerahan, serta melindungi kulit bayi dari iritasi atau ruam pada leher bayi. Oleskan krim ini pada area kulit lainnya yang mengalami kemerahan.

Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak bila berencana menggunakan krim atau lotion guna meredakan kemerahan dan gatal di leher bayi. Apalagi bila usia si kecil masih kurang dari enam bulan.

Sebab tidak menutup kemungkinan bayi memiliki alergi yang justru dapat memperparah masalah kulitnya. 

Anda bisa membantu menenangkan peradangan di kulit bayi dengan memberinya kompres dingin di area kulit yang bermasalah. Tepuk-tepuk hingga area tersebut kering setelah selesai kompres dingin.

Usapkan dengan air dingin

Saat kulit area leher bayi berwarna merah sampai lecet, disarankan tubuh si kecil tetap dibersihkan dan gunakan air dingin. 

Mandi memakai air dingin bisa membantu pori-pori terbuka dan membersihkannya dari sumbatan keringat yang memicu ruam dan benjolan. 

Memakai kipas angin

Saat bayi sedang pemulihan dari kondisi leher merah dan lecet karena biang keringat, usahakan menjaga sirkulasi udara tetap baik. 

Hindari cuaca udara panas dan lembap dengan ventilasi yang membuat udara di dalam dan luar ruangan bisa bertukar. Anda bisa menggunakan kipas angin atau AC untuk menjaga agar tetap kering. 

Pakai baju tipis saat leher bayi merah dan lecet

Pakaian juga berpengaruh pada kondisi kulit bayi. Pilih pakaian bayi yang longgar agar tidak menggesek kulit si kecil. Anda bisa memilih pakaian bahan katun yang memiliki sirkulasi udara yang baik dan menyerap keringat.

Pertimbangkan juga untuk menggunakan detergen khusus baju bayi saat mencuci semua pakaiannya.

Jaga kebersihan area leher bayi yang merah dan lecet

Hal yang paling penting adalah menjaga kebersihan kulit si kecil. Pastikan rajin memandikannya secara teratur. 

Orangtua juga perlu mengganti seluruh pakaiannya, menggunakan perawatan kulit yang tepat, serta hal-hal lainnya yang bisa membantu merawat dan mencegah masalah pada kulit leher bayi dan bagian tubuh mana pun.

 

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Ruam Pada Kulit Pengidap HIV

Ruam kulit kemerahan muncul pada sekitar 90% orang yang terinfeksi HIV dalam beberapa bulan pertama setelah terdiagnosis. Apakah ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
HIV/AIDS, Health Centers 16/08/2019 . Waktu baca 7 menit

8 Ciri Penyakit Kulit yang Paling Gampang Dikenali

Penyakit kulit termasuk masalah kesehatan yang mudah dikenali. Pasalnya, ciri-ciri penyakit ini dapat dengan mudah terlihat pada permukaan atas kulit.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Penyakit Kulit, Health Centers 10/05/2019 . Waktu baca 10 menit

Awas! Ini Bahayanya Menelan Air Kolam Renang

Walaupun tampak bersih, air kolam renang sebenarnya tidak terbebas dari sumber penyakit. Inilah bahayanya jika Anda menelan air kolam renang.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 23/03/2019 . Waktu baca 3 menit

Mengenal Ruam Amoxicillin, Kemerahan Pada Kulit Akibat Reaksi Alergi

Kulit si kecil ruam dan gatal setelah minum amoxicillin. Hati-hati, mungkin itu alergi amoxicillin. Lalu, apakah ruam amoxicillin ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Alergi & Penyakit Autoimun, Alergi, Health Centers 28/01/2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencegah ruam popok

Tips Mencegah Ruam Popok Pada Pantat Bayi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
penyakit kawasaki covid-19 anak

Gejala COVID-19 pada Anak Disebut Mirip dengan Penyakit Kawasaki

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
ruam bayi

Ketahui Faktor Penyebab Ruam pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 23/01/2020 . Waktu baca 6 menit
tanda skin care tidak cocok

5 Tanda yang Muncul di Kulit Jika Anda Tidak Cocok Dengan Produk Skincare Baru

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 12/10/2019 . Waktu baca 4 menit