Alasan Bayi Suka Menggigit Puting Ibunya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bagi para ibu, permasalahan bayi menggigit puting merupakan hal yang sering terjadi. Kondisi seperti ini kadang kali menjadi momok yang menjengkelkan bagi para ibu. Puting yang luka, lecet, bahkan berdarah harus ditahan demi memberikan gizi terbaik untuk sang bayi. Tahap menyusui yang penuh perjuangan ini, tak jarang membuat ibu menyerah untuk memberikan ASI di kala bayinya mulai tumbuh gigi.  Sebagian ibu lebih memilih memompa ASI atau mengganti dengan susu formula.

Alasan bayi menggigit puting

1. Tumbuh gigi

Usia  pada fase mulai tumbuhnya gigi inilah yang menjadi perjuangan bagi seorang ibu. Bayi yang mulai tumbuh gigi, gusinya menjadi bengkak dan sakit. Masa-masa ini bayi juga suka menggigit sesuatu di sekitarnya dengan gemas. Terkadang saat tumbuh gigi ini juga menyebabkan air liur berlebih pada bayi. Nah, bayi membutuhkan sesuatu untuk mengurangi ngilu dan sakit yang dihadapi. Sasaran yang paling mudah ditemui bayi untuk meluapkan ngilu pada gusi, yaitu puting dari ibunya.

BACA JUGA: Yang Perlu Ibu Tahu Tentang Teething (Tumbuh Gigi) Pada Bayi

2. Bentuk protes bayi

Alasan ini sebagai bentuk protes bayi karena sang ibu tidak mencurahkan seluruh perhatian dan kasih sayangnya ketika menyusui. Pada beberapa kebiasan, ibu mungkin menyusui sambil melakukan hal lain, seperti menggunakan handphone, mengobrol dengan orang lain, atau melakukan hal yang bayi anggap tidak memerhatikan mereka.

3. Ajakan bercanda dan berterimakasih

Pada saat selesai menyusui, bayi kadang suka iseng menggigit puting ibunya sambil menunjukkan senyuman atau tawanya di akhir. Hal ini menunjukan bahwa ia menunjukan rasa terimakasih kepada Anda karena telah menyusui. Setelah bayi kenyang, ia juga ingin mengajak ibunya bercanda. Karena belum bisa berbicara atau mengekspresikan kemauannya, akhirnya bayi akan menggit puting sebagai tanda mengajak.

BACA JUGA: 8 Alasan Bayi Menarik Puting Ibu Saat Menyusu

Bagaimana mencegah bayi agar tidak menggigit puting

  • Pastikan posisi menyusui Anda dengan bayi sudah benar.
  • Berikan perhatian Anda sepenuhnya selama proses menyusui.
  • Jika puting digigit, tunjukkan reaksi Anda dengan lembut dengan menghentikan sejenak proses menyusui.
  • Kenali sikap bayi saat mulai lapar.
  • Posisikan puting Anda dalam mulut bayi dengan menyelipkan jari, agar mengetahui apakah bayi akan menggigit atau tidak.
  • Berikan empeng, atau sesuatu yang bisa digigit untuk mencegah bayi terus menggigit puting Anda.
  • Berikan kecupan dan pelukan sambil berbisik lembut, “Jangan digigit ya, sayang.”
  • Pilih tempat yang nyaman dan tenang agar bayi tidak teralihkan perhatiannya.

Bagaimana mengobati lecet pada puting

  • Jaga kebersihan puting dan area sekitar payudara
  • Bersihkan luka sebelum dan sesudah menyusui
  • Tidak lepas memberikan ASI, dengan berhenti menyusui puting akan kering dan luka semakin terasa perih
  • Oleskan sedikit cairan ASI agar puting tetap lembab
  • Berikan salep lanonin, pastikan bebas alkohol dan bebas bahan berbahaya untuk ditelan bayi

BACA JUGA: Cara Memijat Payudara untuk Lancarkan ASI

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

    Radiasi dari TV cembung zaman dulu memang mungkin merusak mata. Namun apakah efek yang sama dihasilkan dari perangkat televisi modern?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

    Daftar Jamu yang Dilarang untuk Ibu Hamil

    Jamu menjadi minuman tradisional yang menyehatkan. Namun ada beberapa bahan jamu yang dilarang untuk ibu hamil, salah satunya kunyit asam.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 6 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Hiperemesis Gravidarum

    Hiperemesis gravidarum adalah komplikasi di trimester pertama kehamilan yang menyebabkan mual dan muntah amat parah. Bagaimana mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 3 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

    Keguguran (Abortus)

    Keguguran (abortus) adalah komplikasi kehamilan yang kerap terjadi. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta cara mencegahnya di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    bayi tumbuh gigi

    11 Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diketahui Orangtua

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
    bercak putih di puting

    5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    Konten Bersponsor
    Ibu hamil tentunya selalu ingin memberikan yang terbaik bagi calon buah hatinya bahkan sejak masih di dalam kandungan. Salah satu upaya terpenting untuk meraih tujuan tersebut adalah dengan menjaga pilihan makanan untuk ibu hamil setiap harinya. Asupan nutrisi yang baik akan membantu si kecil tumbuh sehat dan cerdas sejak dalam kandungan. Akan tetapi, di sisi lain, ada sejumlah makanan dan minuman yang ternyata dilarang untuk ibu saat hamil. Penasaran apa saja daftar pantangan makanan yang tidak boleh dimakan ibu saat hamil? Daftar makanan yang dilarang untuk ibu hamil Berbagai makanan yang akan disebutkan di bawah ini dilarang untuk ibu saat hamil karena diduga dapat menimbulkan efek berbahaya bagi janin di dalam kandungan. Bahkan, dari beberapa pantangan makanan ini dapat menyebabkan keracunan pada ibu hamil. Berikut berbagai pantangan makanan yang sebaiknya dihindari atau tidak boleh dimakan saat ibu sedang hamil: 1. Ikan yang tinggi merkuri Ikan dan hewan perairan (seafood) lainnya adalah sumber protein dan kaya asam lemak omega-3. Kedua nutrisi ini baik untuk perkembangan bayi. Namun, FDA selaku Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat menggolongkan beberapa jenis seafood sebagai makanan yang dilarang untuk ibu hamil karena mengandung merkuri.  Sebetulnya, hampir semua ikan dan hewan air mengandung merkuri. Ini karena senyawa kimia ini adalah limbah yang paling banyak mencemari perairan dan menjadi pantangan makanan untuk ibu hamil. Hanya saja, ada beberapa jenis ikan yang paling tinggi kandungan merkurinya sehingga tergolong sebagai makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Jenis ikan tinggi merkuri yang termasuk pantangan makanan bagi ibu hamil adalah ikan hiu, ikan makarel raja, ikan tuna bigeye, ikan todak atau pedang, dan ikan tuna sirip kuning. Ikan-ikan ini mungkin jarang diperjualbelikan di Indonesia, tapi tidak ada salahnya untuk mengetahui jenis-jenis makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Beberapa jenis seafood lain yang lebih umum di Indonesia juga dilaporkan memiliki kadar merkuri cukup tinggi (tidak setinggi ikan-ikan yang telah disebutkan di atas) dan termasuk pantangan makanan ibu hamil. Jenis-jenis ikan yang termasuk ke dalamnya adalah udang, salmon, tuna, sarden, lele, ikan bilis, ikan nila (tilapia), dan ikan trout.  Semakin besar ukuran ikan, semakin banyak juga merkuri yang dikandungnya. Ikan dengan kandungan merkuri termasuk makanan yang tidak boleh dimakan saat hamil karena dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan otak bayi. Jadi, sebaiknya konsumsi ikan-ikan tersebut maksimal hanya 2 kali per minggu. Tidak heran kalau jenis makanan tersebut termasuk pantangan makanan bagi ibu hamil.  2. Sushi Bagi Anda penggemar sushi dan sashimi, sebaiknya setop dulu makan makanan khas Jepang ini selama kehamilan. Sushi dan sashimi termasuk dalam daftar pantangan makanan yang dilarang untuk ibu saat hamil. Seafood mentah atau yang dimasak setengah matang dapat membahayakan janin karena terkadang masih terdapat cacing parasit dalam dagingnya. Bahkan, seafood mentah atau setengah matang bisa semakin berbahaya jika tempat dan proses persiapannya tidak steril. Oleh karena itu, sebaiknya hindari ikan dan kerang mentah seperti yang biasanya ada di sushi dan sashimi. Ini yang menjadikan sushi sebagai makanan yang tidak boleh dimakan saat hamil. Sebaiknya, masak ikan, udang, lobster, dan kerang sampai hingga matang sempurna. 3. Steak setengah matang Steak sebenarnya tidak masalah dimakan oleh ibu hamil. Akan tetapi, steak bisa menjadi salah satu jenis makanan yang dilarang untuk ibu saat hamil bila dagingnya tidak matang dengan sempurna. Selera orang saat menikmati steak bisa berbeda-beda. Ada yang terbiasa dengan tingkat kematangan rare (mentah), medium rare (setengah matang), medium well (agak matang), dan well done (matang sempurna). Dari segi kuliner itu sendiri, daging steak yang lezat adalah yang dimasak medium rare. Namun, daging steak dengan tingkat kematangan medium rare alias setengah matang merupakan pantangan makanan bagi ibu hamil. Daging yang dimasak tidak matang sepenuhnya kemungkinan besar masih mengandung parasit toksoplasmosis yang berbahaya bagi janin. Bukan cuma daging sapi, daging ayam, burung, kalkun, hingga bebek yang dimasak setengah matang juga termasuk makanan dilarang untuk ibu hamil. Usahakan untuk masak daging sampai matang sempurna alias well done sampai kering dan tidak ada cairan merahnya. Jika perlu, gunakan termometer masak untuk memastikan tingkat kematangan daging. 4. Telur setengah matang Telur rebus dan telur mata sapi ½ atau ¾ matang termasuk makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Ini karena telur yang belum matang tersebut umumnya masih mengandung bakteri Salmonella aktif yang dapat menginfeksi Anda dan janin di dalam kandungan. Alasan lain yang membuat telur rebus setengah matang menjadi makanan yang dilarang untuk ibu hamil yaitu berisiko membawa infeksi Salmonella. Infeksi Salmonella nantinya dapat menyebabkan muntaber (muntah dan diare). Dalam kasus yang jarang, bakteri Salmonella dapat menyebabkan infeksi cairan ketuban. Meski jarang sekali terjadi, infeksi ini bisa menyebabkan keguguran. Bagi janin, infeksi Salmonella juga sama membahayakannya. Salmonella dapat menembus plasenta dan menginfeksi janin, tetapi kasus ini juga sangat jarang. Inilah alasan mengapa telur setengah matang termasuk makanan yang tidak boleh dimakan saat hamil. Agar aman, hindarilah makan telur setengah matang maupun makan makanan yang mengandung telur mentah atau setengah matang. Masaklah telur sampai matang sehingga tampilan kuning dan putih telurnya padat.  5. Susu mentah Susu juga termasuk ke dalam daftar makanan dan minuman yang menjadi pantangan bagi ibu hamil. Itulah mengapa ada susu ibu hamil untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi ibu hamil.  Akan tetapi, ibu hamil tidak boleh minum sembarang susu. Susu hewani yang masih mentah dan belum dipasteurisasi termasuk dalam minuman dan makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Pasteurisasi adalah sebuah proses pemanasan selama beberapa detik untuk membunuh bakteri di dalam susu. Susu mentah tersebut dapat menyebabkan keracunan karena kemungkinan masih terdapat bakteri di dalamnya. Hindari minum susu murni mentah yang belum dipasteurisasi, baik itu susu sapi, susu kambing, atau binatang perah lainnya mentah karena berbahaya untuk tubuh ibu hamil. Bakteri yang terdapat di dalam susu yang belum dipasteurisasi bisa membahayakan janin di dalam kandungan.  Susu yang tidak termasuk makanan yang dilarang untuk ibu hamil adalah susu yang sudah melalui proses pasteurisasi sebelumnya sehingga aman diminum. 6. Terlalu banyak jeroan Ibu hamil sebenarnya boleh makan jeroan seperti hati ayam, hati sapi, ampela ayam, jantung ayam, dan lainnya.  Hanya saja, melansir dari Pregnancy Birth and Baby, jeroan bisa menjadi makanan yang dilarang untuk ibu hamil bila dimakan terlalu banyak dan sering. Hal ini dikarenakan jeroan mengandung banyak vitamin A. Vitamin A memang baik, tapi konsumsi vitamin A berlebihan dapat membahayakan janin. 7. Terlalu banyak kafein Kafein merupakan salah satu daftar pantangan minuman untuk ibu hamil, apalagi jika konsumsinya berlebihan. Ini karena kafein dapat menembus plasenta dan mengakibatkan gangguan pada detak jantung bayi. Sebaiknya batasi konsumsi minuman dan makanan yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, minuman bersoda, dan minuman berenergi semasa hamil. Anda juga bisa mengganti pantangan makanan untuk ibu hamil yang satu ini dengan sesuatu yang lebih sehat, seperti buah dan sayur. 8. Alkohol Meski bukan termasuk makanan, alkohol tergolong minuman yang dilarang untuk ibu hamil. Ibu hamil yang minum alkohol berisiko keguguran dan bayi lahir mati (stillbirth) yang lebih tinggi. Minum sedikit alkohol saja bahkan dapat berdampak pada terganggunya perkembangan otak bayi. Alkohol dilarang dikonsumsi oleh ibu hamil karena dapat menyebabkan fetal alcohol syndrome. Fetal alcohol syndrome adalah sindrom yang dapat menyebabkan kelainan bentuk wajah, kelainan jantung, dan keterbelakangan mental anak sejak dalam kandungan. 9. Herbal Makanan dilarang untuk ibu hamil berikutnya adalah sesuatu yang berbau herbal. Sebaiknya hentikan dulu minum teh herbal, jamu, dan ramuan pengobatan alternatif lainnya selama kehamilan bila tidak disarankan oleh dokter. Sebenarnya tidak semua herbal dilarang selama kehamilan. Menurut American Pregnancy Association, herbal yang jadi pantangan makanan untuk ibu hamil adalah ephedra atau efedrina, dong quai, rosemary, dan chamomile. Beberapa jenis ini dapat berdampak buruk jika dikonsumsi layaknya obat-obatan atau dalam jumlah yang banyak. Dong quai, misalnya, bisa menimbulkan efek stimulan rahim yang dapat menimbulkan kontraksi. Disarankan untuk minum teh dari daun teh biasa dahulu daripada harus mengonsumsi teh herbal. Ibu hamil juga harus berkonsultasi ke dokter saat akan menggunakan herbal jenis apapun. Ini untuk menyamakan pendapat tentang pantangan makanan ibu hamil antara dokter dan pasien. 10. Makanan cepat saji Suka atau tidak, makanan cepat saji (fast food) seperti burger, kentang goreng, dan ayam goreng tepung (fried chicken) juga termasuk makanan yang tidak boleh dimakan terlalu sering saat hamil. Ini karena makanan cepat saji mengandung lemak trans yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas, ukuran janin terlalu besar (makrosomia). 11. Mayones Mungkin Anda pernah mendengar atau sedang bertanya-tanya mengapa mayones termasuk makanan yang tidak boleh dimakan saat hamil. Mayones yang dijual di luaran kadang mengandung telur sebagai bahan dasar pembuatannya. Telur yang dijadikan bahan dasar pembuatan mayones tersebut kebanyakan masih mentah sehingga tidak boleh dimakan oleh ibu hamil.  Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, telur mentah merupakan tempat hidup bakteri, seperti Salmonella. Saat hamil, daya tahan tubuh tengah berada pada posisi rendah sehingga rentan untuk terpapar infeksi. Itu sebabnya, makan telur mentah dalam bentu apa pun bisa sangat berbahaya baik bagi ibu hamil maupun janin yang dikandungnya.

    11 Daftar Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
    Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

    7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit