Apakah Jamu Pelancar ASI Itu Manjur dan Aman Diminum?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/03/2020 . 12 menit baca
Bagikan sekarang

Ada berbagai makanan dan minuman yang diyakini bisa membantu meningkatkan produksi ASI. Sebut saja jamu, salah satu minuman yang pamornya sudah cukup terkenal sebagai pelancar ASI. Namun sebelum meminumnya, penting untuk mengetahui sebenarnya seberapa efektif kerja dan keamanan jamu sebagai pelancar ASI.

Kenapa jamu biasa digunakan sebagai pelancar ASI?

manfaat susu kunyit

Jamu tergolong ke dalam obat tradisional yang diolah dari tumbuh-tumbuhan sehingga menghasilkan sebuah ramuan. Bentuk sediaan jamu juga tidak hanya satu, melainkan bisa Anda temukan dalam berbagai sajian.

Mulai dari jamu cair yang bisa langsung diminum, diolah menjadi pil, maupun bubuk yang harus diseduh terlebih dahulu. Para ibu menyusui mungkin sudah tidak asing dengan manfaat jamu yang disebut-sebut sebagai pelancar ASI.

Ditambah dengan proses peracikan jamu yang tidak begitu sulit, mudah ditemui, bahkan harganya yang terbilang murah.

Melansir dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), jamu telah digunakan secara turun-temurun selama berpuluh-puluh atau mungkin ratusan tahun.

Ini karena manfaat ramuan herbal yang diracik dari campuran berbagai tumbuh-tumbuhan ini telah terbukti keamanan dan manfaatnya untuk tujuan kesehatan tertentu.

Atas dasar ini pula, jamu dipercaya bisa membantu menjadi pelancar ASI pada ibu menyusui. Alasan lainnya, karena jamu dikenal sebagai bahan tradisional dan alami.

Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi para ibu menyusui. Pasalnya, tidak semua obat-obatan boleh diminum selama menyusui.

Itu sebabnya, jamu dianggap lebih aman ketimbang obat-obatan yang berisiko menimbulkan efek samping terhadap kesehatan. Baik efek samping pada ibu maupun bayinya.

Benarkah jamu pelancar ASI bisa bekerja secara efektif?

makan bawang putih saat menyusui

Hal selanjutnya yang mungkin jadi pertanyaan Anda, apakah jamu efektif sebagai pelancar ASI atau tidak. Sebenarnya, bahan-bahan yang biasa digunakan dalam pembuatan jamu ini merupakan laktogogue.

Laktogogue adalah bahan atau zat yang dipercaya bisa membantu merangsang, memperbanyak, serta mempertahankan jumlah ASI pada ibu menyusui.

Sebuah penelitian dari Jurnal Unikal yang dilakukan di daerah Pekalongan, Jawa Tengah, meminta sekitar 89 responden ibu menyusui untuk rutin minum jamu.

Ramuan jamu pelancar ASI ini diolah dari racikan daun katuk, kunyit, lempuyangan, dan asam jawa yang ditumbuk dan kemudian airnya direbus.

Penggunaan berbagai bahan-bahan tradisional di dalam jamu tersebut dipercaya mengandung zat yang dapat berguna sebagai pelancar produksi ASI. Hasil dari penelitian yang diterbitkan tahun 2012 pun ternyata positif.

Ibu yang rutin minum jamu selama masa nifas (setelah melahirkan) dan menyusui, berpeluang 4 kali lebih besar untuk mengalami peningkatan produksi ASI daripada ibu yang tidak minum jamu.

Selain itu, penelitian pada ibu nifas dan menyusui di Kabupaten Tegal, juga memiliki hasil yang serupa. Penelitian yang dimuat dalam Jurnal SIKLUS di tahun 2018, mengamati ibu menyusui yang rutin minum jamu dari aneka campuran bahan alami.

Bahan alami ini meliputi kencur, kunyit, lempuyang, daun katuk, temu giring, hingga temulawak. Bentuk sediaan jamu yang diminum ibu menyusu ini beragam.

Ada jamu yang bisa langsung diminum, maupun dikemas dalam bentuk pil. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, didapatkan kesimpulan bahwa kandungan bahan di dalam jamu bermanfaat baik untuk melancarkan ASI.

Bahkan, jamu pelancar ASI ini juga dinilai dapat membantu menjaga daya tahan dan mempercepat proses pemulihan tubuh ibu usai melahirkan.

Mendukung hal yang sama, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu juga meneliti mengenai jamu sebagai pelancar ASI.

Hasilnya, ramuan dari daun katuk, daun bangun-bangun, dan daun pepaya, terbukti dapat membantu meningkatkan jumlah ASI ibu menyusui. 

Peningkatan produksi ASI ini didapatkan setelah ibu menyusui rutin minum ramuan tradisional tersebut selama 28 hari.

Apa saja bahan alami di dalam jamu pelancar ASI?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, jamu pelancar ASI diolah dari berbagai campuran tanaman dan bahan tradisional.

Bukan sembarang bahan atau tanaman, karena sebenarnya semua komposisi ini tergolong ke dalam laktogogue. Berikut bahan dasar yang biasanya digunakan dalam olahan jamu pelancar ASI:

1. Kunyit

manfaat kunyit untuk pencernaan kunyit putih, manfaat kunyit asam, manfaat jamu kunyit, masker kunyit, manfaat kunyit untuk wajah

Kunyit memiliki kandungan senyawa kimia bernama kurkumin. Senyawa inilah yang berperan dalam memberikan pigmen berwarna kuning yang khas pada kunyit.

Kunyit juga diperkaya dengan minyak atsiri yang dikenal bisa membantu meningkatkan produksi ASI sehingga kerap dimanfaatkan dalam bahan jamu pelancar ASI.

Di sisi lain, kandungan zat gizi yang beragam pada kunyit seperti karbohidrat, protein, vitamin C, kalium, serta fosfor, turut mencukupi kebutuhan gizi ibu menyusui.

Itulah mengapa kunyit sering dijadikan bahan campuran dalam ramuan jamu untuk ibu menyusui.

2. Asam jawa

Sumber: Mommy Asia

Bahan lain yang juga tak kalah sering dicampur bersama jamu pelancar ASI yakni asam jawa. Ada berbagai kandungan zat gizi di dalam bahan alami yang satu ini.

Kandungan di dalam asam jawa mulai dari protein, lemak, hidrat arang, kalsium, vitamin A, vitamin B1, hingga vitamin C.

Melihat aneka kandungan kimiawi yang ada di dalam asam jawa, membuat bahan tradisional yang satu ini kerap digunakan dalam pembuatan jamu pelancar ASI untuk ibu menyusui.

Hal ini dikarenakan asam jawa dinilai bisa membantu menjaga kesehatan fisik ibu nifas sekaligus mempercepat pemulihan tubuh pasca melahirkan.

Dengan begitu, secara tidak langsung asam jawa dapat memengaruhi produksi ASI selama menyusui. Tidak berhenti sampai di situ, asam jawa juga sudah sejak lama dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit.

Adapun berbagai penyakit yang dapat disembuhkan misalnya contohnya asma, batuk, demam, alergi, luka, bisul, hingga bengkak pada kulit karena disengat serangga.

3. Adas

manfaat teh adas

Adas merupakan salah satu komponen yang biasanya dijadikan bahan dalam pembuatan minyak telon. Meski begitu, tanaman yang satu ini juga kerap dimanfaatkan untuk menghasilkan jamu pelancar ASI.

Ini karena adas mengandung senyawa flavonoid dan coumarins. Kedua senyawa tersebut termasuk dalam kelompok fitoestrogen yang dapat membantu merangsang produksi ASI.

4. Lempuyang

Sumber: IDN Times

Lempuyang adalah tanaman yang rimpangnya sering dimanfaatkan sebagai bahan dasar untuk pengobatan.

Sama seperti kunyit, lempuyang juga memiliki kandungan minyak atsiri di dalamnya, seperti limonan dan zerumbon yang baik sebagai jamu pelancar ASI.

Selain bisa dimanfaatkan dalam campuran jamu untuk ibu menyusui, lempuyang juga bermanfaat untuk mengembalikan kondisi kesehatan tubuh setelah melahirkan.

5. Daun katuk

resep daun katuk

Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI, menyebutkan daun katuk sebagai salah satu tanaman yang paling sering ditemukan dalam jamu pelancar ASI. Penggunaan daun kantuk ini bukan tanpa alasan.

Di samping kaya akan kandungan protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, vitamin B1, dan Vitamin C. Daun dengan nama latin Sauropus androgynus ini juga dipenuhi oleh zat polifenol dan steroid.

Kandungan polifenol dan steroid pada daun katuk dapat meningkatkan jumlah hormon prolaktin di dalam tubuh. Tingginya kadar prolaktin berperan dalam peningkatan jumlah sekaligus mempercepat dan melancarkan produksi ASI.

Berbagai kandungan zat gizi dalam daun katuk tersebutlah yang nantinya dapat membantu mencukupi kebutuhan zat gizi harian bayi dan ibu.

6. Daun bangun-bangun

Sumber: Mooimom

Daun bangun-bangun merupakan jenis daun yang banyak ditemukan di daerah Sumatra Utara. Daun yang juga dikenal dengan nama daun jintan dan memiliki nama latin Plectranthus amboinicus ini ternyata terkenal mampu melancarkan ASI.

Bahkan, bisa turut memengaruhi peningkatan berat badan bayi dan memenuhi kebutuhan mineral di dalam tubuh. Itulah mengapa daun bangun-bangun dijadikan bahan dalam jamu pelancar ASI.

Kandungan di dalam daun bangun-bangun meliputi zat besi, kalium, seng, dan magnesium.

Menariknya, kandungan kalium di dalam daun bangun-bangun bisa berkhasiat untuk membersihkan darah, melawan serangan infeksi, dan memberikan rasa tenang.

Alhasil, proses menyusui bisa lebih mudah dan lancar. Hal ini juga menjadi alasan mengapa pada beberapa jamu untuk ibu menyusui daun bangun-bangun dijadikan sebagai salah satu bahan dasarnya.

Terlepas dari kandungannya, jenis daun yang satu ini ternyata juga kaya akan berbagai zat gizi penting bagi tubuh ibu dan bayi.

Menurut Data Komposisi Pangan Indonesia, dalam 100 gram (gr) daun bangun-bangun tersimpan aneka nutrisi. Kandungan nutrisi meliputi dari 27 kalori, 1,3 gr protein, 0,6 gr lemak, 4 gr karbohidrat, hingga 1 gr serat.

Berbagai vitamin dan mineral juga tak kalah banyak terkandung di dalam daun bangun-bangun. Kandungan ini termasuk kalsium, natrium, zat besi, fosfor, kalium, vitamin B, vitamin C, dan lain sebagainya.

7. Daun pepaya

Sumber: Kawaii Beauty Japan

Mungkin Anda lebih akrab memakan daun pepaya yang diolah sebagai sayuran. Namun nyatanya, daun pepaya juga bisa diolah sebagai bahan dasar dalam pembuatan jamu pelancar ASI.

Daun dengan nama ilmiah Carica papaya ini merupakan tanaman selain daun katuk yang juga dikenal baik untuk membantu meningkatkan produksi ASI. Hal ini disebutkan oleh Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI.

Di samping itu, daun pepaya juga menyumbang sejumlah zat gizi yang baik bagi Anda dan si kecil. Dalam 100 gr daun pepaya terkandung 87 kalori, 8 gr protein, 11,9 gr karbohidrat, 2 gr lemak, serta 1,5 gr serat.

Berbagai vitamin dan mineral lainnya juga tak luput hadir di dalam tanaman dengan struktur tulang daun menjari ini yang dijadikan bahan pada jamu pelancar ASI.

Menurut penelitian dari B2P2TOOT Tawangmangu, daun pepaya bisa dijadikan jamu pelancar ASI dengan takaran dosis sekitar 5 gr per hari.

Namun tidak diolah sendiri, daun pepaya dicampur bersama dengan daun katuk dan daun bangun-bangun sebagai bahan jamu pelancar ASI.

Semua daun-daun tersebut kemudian dicuci bersih, dijemur, dan dikeringkan di dalam oven bersuhu 50 derajat Celcius untuk diolah menjadi jamu untuk ibu menyusui.

Bagaimana keamanan minum jamu pelancar ASI?

minum jamu setelah melahirkan

Manfaat minum jamu pelancar ASI selama menyusui memang sudah cukup terbukti di masyarakat. Namun, bagaimana dengan keamanan jamu pelancar ASI ini?

Melihat dari segi keamanan, penelitian dari B2P2TOOT Tawangmangu berpendapat bahwa jamu untuk ibu menyusui ini terbilang baik dan aman diminum untuk ibu menyusui.

Pasalnya, setelah ibu menyusui rutin minum jamu selama 28 hari tidak ditemukan adanya gangguan atau perubahan pada fungsi organ ginjal dan hati.

Sebagai gambaran, penelitian tersebut bukan sekadar memberikan ramuan jamu saja untuk para ibu menyusui. Akan tetapi, juga dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk ibu.

Hal ini mencakup pemeriksaan darah, gula darah sewaktu, fungsi hati (SGOT dan SGPT), dan fungsi ginjal (Ur dan Cr). Hal ini bertujuan untuk mengetahui penyakit yang mungkin sudah dimiliki ibu sekaligus untuk mengenali kondisi organ hati dan ginjal sejak awal.

Jadi, bisa dilakukan pemantauan bila nantinya muncul efek samping tertentu pada kedua organ tubuh tersebut selama dan setelah pemberian jamu.

Kesimpulan tersebut sedikit berbeda dengan hasil keamanan minum jamu pelancar ASI yang didapatkan oleh penelitian dalam jurnal SIKLUS.

Pada penelitian tersebut, salah satu ibu menyusui mengalami tekanan darah tinggi sehingga merasa pusing setiap kali minum jamu tersebut.

Setelah diamati, beberapa jenis untuk ibu menyusui kandungannya adalah flavonoid. Di dalam tubuh, flavonoid bekerja dengan cara menghambat aktivitas ACE alias angiotensin converting enzyme.

Padahal, ACE merupakan enzim didalam tubuh yang dapat berperan dalam menaikan tekanan darah. Jadi, seharusnya kandungan flavonoid di dalam jamu pelancar ASI dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Hal ini bertentangan dengan hasil penelitian tersebut. Namun saat frekuensi minum jamu yang mengandung flavonoid dikurangi menjadi 1 kali sehari, keluhan peningkatan tekanan darah pada ibu menyusui tidak lagi dirasakan.

Konsumsi jamu bisa memengaruhi rasa ASI

===obat tradisional atau ot

Memang ada berbagai manfaat baik di balik konsumsi jamu. Akan tetapi, ternyata tidak menutup kemungkinan kalau berbagai bahan dasar pembuat jamu ini dapat memengaruhi rasa dan aroma cairan yang satu ini.

Selanjutnya, rasa jamu pelancar ASI tersebut bisa bertahan selama beberapa waktu tergantung dari jenis bahan alami yang digunakan.

Di sisi lain, Ikatan Dokter Anak Indonesai (IDAI) tidak menganjurkan ibu untuk minum jamu saat masa menyusui.

Sebenarnya bukan hanya jamu saja, tapi bahan-bahan herbal serta beberapa jenis obat pun tidak disarankan untuk dikonsumsi.

Alasannya karena ditakutkan akan ada efek samping yang muncul pada bayi karena asupan ibu dapat memengaruhi kualitas ASI.

Kuncinya, konsultasikan dulu dengan dokter

penyebab sirosis hati

Sebagai kesimpulannya, sebenarnya Ikatan Dokter Anak Indonesia tidak menyarankan konsumsi jamu selama masa menyusui, termasuk untuk melancarkan produksi ASI.

Pasalnya dikhawatirkan akan timbul efek samping pada ibu maupun bayinya akibat jamu pelancar ASI. Namun, jika Anda merasa tidak ada masalah selama minum jamu tersebut dan ingin merutinkan konsumsinya, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter.

Biasanya dokter akan menyarankan perlu atau tidaknya minum jamu pelancar ASI dengan memeriksa kondisi kesehatan Anda terlebih dahulu.

Kondisi kesehatan tertentu mungkin tidak dianjurkan untuk minum jamu, terlebih untuk melancarkan ASI di masa menyusui.

Jika dipaksakan, konsumsi jamu pelancar ASI justru berisiko memengaruhi kondisi kesehatan Anda maupun si kecil.

Tak perlu khawatir, karena Anda masih bisa mencoba berbagai cara memperbanyak ASI lainnya guna mengoptimalkan produksinya untuk si kecil.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perlukah Ibu Minum Suplemen Penambah ASI?

Penggunakan suplemen penambah atau pelancar ASI kerap dijadikan jalan pintas guna mengoptimalkan pemberian ASI. Sebenarnya, efektif atau tidak, ya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 03/09/2019 . 6 menit baca

Perlukah Minum Susu Pelancar ASI Selama Menyusui?

Ada beberapa makan dan minuman yang biasanya dikonsumsi untuk membantu meningkatkan produksi ASI. Lantas, bagaimana dengan susu pelancar ASI?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 03/09/2019 . 7 menit baca

10 Daftar Makanan untuk Membantu Meningkatkan Produksi ASI Ibu Menyusui

Demi meningkatkan produksi ASI selama menyusui, tidak sedikit ibu yang bertanya-tanya mengenai makanan pelancar ASI. Apa saja pilihan yang bisa membantu?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 03/09/2019 . 14 menit baca

Berapa Lama Waktu Ideal untuk Menyimpan ASI?

Lama waktu penyimpanan ASI tidak selalu sama, karena tergantung dari tempat yang digunakan. Lantas, berapa lama masa ketahanan ASI berdasarkan tempatnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 02/09/2019 . 7 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

puasa dan perubahan yang terjadi bagi ibu yang baru setelah melahirkan

4 Kiat Jitu Agar Produksi ASI Tetap Lancar Meski Sedang Berpuasa

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020 . 4 menit baca
manajemen perah asi ibu bekerja

Ini Panduan Manajemen ASI Perah untuk Ibu Bekerja

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020 . 4 menit baca
menyusui saat liburan

5 Tips Bagi Ibu Menyusui Agar Liburan Tetap Asyik dan Nyaman

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 30/12/2019 . 4 menit baca
asi terlalu banyak

Produksi ASI Terlalu Banyak Juga Tidak Baik, Ini Masalah yang Bisa Muncul

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/10/2019 . 7 menit baca