Bayi Lahir Prematur, Orangtua Harus Waspadai 4 Gangguan Otak Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18/04/2018 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Kelahiran bayi adalah suatu momen yang ditunggu-tunggu keluarga. Tentu, semua orangtua ingin anaknya lahir dengan sehat. Namun ada beberapa hal yang bisa membuat sang buah hati lahir lebih dulu sebelum jadwal yang telah ditentukan atau lahir prematur. Bayi yang lahir prematur tentu bisa tumbuh dengan sehat jika memang mendapatkan penanganan yang tepat. Meski begitu, tetap saja ada banyak risiko kesehatan yang dialami sang bayi lahir prematur, salah satunya gangguan otak.

Apa itu bayi lahir prematur?

Bayi lahir prematur adalah ketika bayi tersebut lahir sebelum 37 minggu kehamilan. Beberapa bayi yang lahir mendekati 37 minggu mungkin tidak terlihat memiliki efek samping, tapi beberapa bayi yang prematur dapat menunjukan gejala dan gangguan terkait dengan kematangan organ tubuh mereka.

Minggu demi minggu, fungsi organ tubuh bayi akan semakin matang di rahim ibu. Jika bayi tidak mendapatkan kesempatan untuk berkembang sepenuhnya dalam rahim, maka kemungkinannya mereka bisa mengalami beberapa gangguan pada organ tubuhnya, termasuk gangguan perkembangan pada otak mereka.

Gangguan perkembangan otak yang sering terjadi pada bayi lahir prematur

1. Interventricular Hemorrhage (IVH)

Menurut Lucille Packard Children’s Hospital, sebuah rumah sakit di Stanford University, IVH seringnya terjadi pada bayi prematur yang memiliki berat badan kurang dari 1,3-2,2 kg berat badan lahirnya.

Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah vena di otak bayi prematur pecah. Ini menimbulkan genangan darah di otak yang dapat merusak sel-sel saraf. Kondisi ini seringnya terjadi diikuti dengan gangguan pernapasan.

Gejala yang ditimbulkan adalah:

  • Anemia
  • Suara tangisan bernada sangat tinggi
  • Mengalami apnea (periode berhenti bernapas)
  • Kejang
  • Lemah saat mengisap susu
  • Denyut jantung rendah

Untuk mendiagnosis dokter melakukan pemeriksaan ultrasound kepala untuk membantu menentukan berapa banyak pendarahan yang ada di kepala bayi. Semakin tinggi nilainya, maka semakin besar kerusakan pada otak bayi yang akan terjadi.

2. Periventricular Leukomalacia (PVL)

Periventricular leukomalacia adalah komplikasi paling umum kedua yang melibatkan sistem saraf pada otak bayi prematur. PVL merupakan kondisi rusaknya saraf pada otak bayi yang berfungsi untuk mengatur pergerakan, bagian otak yang terlibat bernama substansi putih. Gejala yang dapat ditimbulkan akibat gangguan otak ini:

  • Otot bayi menjadi kejang
  • Otot melemah
  • Otot menegang
  • Disertai dengan IVH

Masih belum diketahui penyebab PVL, tapi area substansi putih otak ini  memang lebih rentan mengalami kerusakan. Bayi dengan kondisi ini akan meningkatkan risiko terjadinya serebral palsi dan gangguan perkembangan. Selain itu kondisi ini bisa disertai dengan IVH. Bayi yang rentan mengalami PVL adalah bayi yang:

  • Lahir sebelum 30 minggu
  • Ibunya mengalami ketuban pecah dini
  • Ibunya didiagnosis dengan infeksi di dalam rahim

3. Cerebral Palsy

Bayi prematur dan memiliki berat badan lahir rendah memiliki keterkaitan erat dengan cerebral palsy. Cerebral palsy adalah kondisi terjadinya cedera otak atau malformasi otak yang terjadi saat masa perkembangan otak sebelum, selama, atau setelah lahir.

Kondisi cedera atau malformasi otak itu bisa terjadi karena ada berbagai hal saat pembentukan saraf otak yang terganggu. Akibatnya cerebral palsy membuat pergerakan anak berbeda dari anak lainnya, mulai dari bagaimana tubuh mengontrol pergerakan otot, koordinasi otot, kontraksi otot, keseimbangan tubuh, dan postur tubuhnya.

Dokter tidak mengetahui penyebab pasti cerebral palsy, namun semakin dini atau semakin prematur usia bayi lahir, maka semakin besar risikonya mengalami cerebral palsy.

4. Hidrosefalus

Hidrosefalus adalah kondisi di mana terjadinya akumulasi cairan dalam otak. Penumpukan cairan menimbulkan perbesaran bagian ventrikel otak, sehingga, tekanan jaringan otak pun ikut meningkat. Kondisi inilah yang menyebabkan bentuk kepala anak dengan hidrosefalus akan terlihat membesar.

Dilansir dalam laman Hydrocephalus Association, bayi yang lahir prematur memiliki risiko lebih besar mengalami hidrosefalus, baik akibat komplikasi IVH lalu mengalami hidrosefalus, atau memang mengalami hidrosefalus langsung.

Belum diketahui penyebab pasti terjadinya hidrosefalus ini. Dokter akan mendiagnosa hidrosefalus dengan MRI, CT scan atau Cranial ultrasound. Selanjutnya, perawatan hidrosefalus akan dilakukan dengan memasukan alat yang dapat membantu memindahkan cairan ekstra dari otak ke bagian lain dari tubuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menghitung Hari Perkiraan Lahir untuk Kehamilan IVF (Bayi Tabung)

Setiap kehamilan pasti punya tanggal HPL. Apabila hamil lewat bayi tabung atau IVF, bagaimana cara menghitung hari perkiraan lahir yang benar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Melahirkan, Kehamilan 16/12/2019 . 4 mins read

Lindungi Kulit Bayi Prematur dengan 5 Tips Ini

Bayi memiliki kulit yang sensitif, apalagi jika lahitr secara prematur. Yuk, intip tips merawat masalah kulit bayi prematur agar tetap sehat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Bayi Prematur, Parenting 10/11/2019 . 8 mins read

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) pada Bayi, Apa Saja Penyebab dan Penanganannya?

Berat badan rendah pada bayi yang baru lahir bisa menandakan kurang terpenuhinya kebutuhan zat gizi selama di dalam kandungan. Bagaimana penanganannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Anak, Parenting 12/08/2019 . 13 mins read

Ini Beberapa Komplikasi yang Mungkin Terjadi pada Bayi Prematur

Organ bayi yang lahir prematur cenderung belum sempurna, misalnya paru-paru. Itu sebabnya, sering terjadi komplikasi pada bayi prematur. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesehatan Anak, Parenting 07/08/2019 . 9 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 mins read

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020 . 8 mins read
tabel berat badan bayi prematur

Aturan Imunisasi untuk Bayi Prematur Ini Penting Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 02/05/2020 . 8 mins read
Cara menyusui bayi prematur

Ini Cara Menyusui Bayi Prematur Agar Pertumbuhannya Optimal

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 06/01/2020 . 7 mins read