Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/07/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Popok merupakan salah satu kebutuhan bayi. Sayangnya, pemakaian popok yang tidak baik sering kali menyebabkan ruam kulit. Lantas, bagaimana cara mengobati sekaligus mengatasi ruam popok agar tidak kembali kambuh? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Seperti apa ruam popok itu?

Ruam popok menyebabkan kulit kemerahan di sekitar bokong atau selangkangan. Kondisi dapat terjadi akibat berbagai hal, seperti kulit bayi yang sensitif, iritasi karena zat tertentu, atau infeksi jamur dan bakteri yang ada di kulit.

Ruam popok menyebabkan rasa perih dan sensasi seperti ditusuk-tusuk jarum sehingga membuat bayi rewel. Bila diperhatikan, bayi mungkin saja menangis saat buang air kecil, buang air besar, atau ketika Anda mengganti popoknya. Bahkan, gejalanya bisa membuatnya susah tidur dengan nyenyak.

Cara mengobati sekaligus mencegah ruam popok pada bayi

Walaupun termasuk masalah kulit ringan, Anda harus tahu cara mengatasi ruam popok yang tepat. Jika tidak, ruam dapat semakin memburuk dan dapat mencetuskan infeksi yang menyebar ke area kulit lainnya.

Nah agar bayi Anda tidak lagi rewel karena gatal dan perihnya ruam popok, berikut cara mengobati kondisinya:

1. Rutin mengecek popoknya

mengganti popok bayi

Menjaga kebersihan badan bayi adalah kunci perawatan untuk kulitnya yang rentan bermasalah. Dalam sehari, cobalah untuk lebih sering cek kondisi popoknya. Anda mungkin juga perlu sesekali bangun di tengah malam untuk mengecek sekaligus mengganti popoknya bila sudah kotor.

Sering-sering mengecek popok bayi adalah cara mengatasi ruam di bokongnya agar Anda bisa tahu kapan harus mengganti dengan yang baru.

Pasalnya, terlalu lama menggunakan popok yang kotor atau basah merupakan penyebab ruam yang paling umum, serta dapat memperburuk iritasi atau infeksi yang sudah ada.

Apabila popok sudah mulai penuh, terasa berat, lembap, atau tampak kotor, segera ganti dengan yang baru.

2. Rutin mengganti popoknya

mencegah ruam popok

Mengganti popok bayi yang basah dengan salinan baru adalah cara tepat untuk mengobati ruam. Normalnya popok bayi perlu diganti setiap 2-3 jam sekali, tapi akan lebih baik jika lebih cepat. Begitu sudah mulai terasa agak basah atau penuh, segera ganti dengan yang baru.

Namun saat hendak menggantinya, pastikan tangan Anda dalam kondisi bersih. Cuci tangan Anda dengan sabun dan air mengalir untuk mencegah perpindahan bakteri yang bisa memperburuk ruam popok.

Lepas popok lama dan membersihkan area kelamin bayi, lalu setelahnya keringkan. Anda bisa mengusap lembut kulitnya dengan tisu atau menepuk pelan dengan handuk. Angin-anginkan bokongnya sejenak untuk memungkinkan kulitnya bernapas sebentar.

Saat memakaikan popok bayi yang baru, jangan menempelkannya dengan ketat agar kulitnya tetap leluasa bernapas dan tidak mendapat banyak gesekan dari kain.

3. Oleskan krim atau gel untuk meredakan gejala

efek samping krim steroid

Cara mengatasi ruam popok selanjutnya adalah dengan mengoleskan krim atau gel yang mengandung zinc oxide. Gunakan krim yang juga berfungsi sebagai pelindung ruam popok bayi yang mengandung lanolin. Kandungan ini tidak hanya melembabkan dan melembutkan, tetapi juga melindungi kulit bayi dari ruam popok.

Namun, tanyakan lebih dahulu pada dokter atau apoteker tentang krim yang baik dan aman untuk dioleskan pada kulit bayi. Hindari menggunakan krim steroid (hydrocortisone) kecuali dokter meresepkannya. Jenis krim tersebut dapat mengiritasi kulit pantat bayi, apalagi jika pemakaiannya tidak tepat.

Setelah memakaikan krim, Anda bisa oleskan petroleum jelly, agar krim tidak menempel di popok. Menggunakan krim atau gel ini umumnya ampuh sebagai cara mengobati ruam popok pada bayi.

4. Perhatikan cara memilih popok

ruam popok

Ruam popok dapat disebabkan oleh kulit bayi yang iritasi akibat zat-zat yang terkandung pada popok. Untuk itu, mengganti popok yang Anda curigai menyebabkan iritasi bisa menjadi cara mengobati ruam popok.

Berikut ini ada beberapa cara mengatasi ruam popok terkait dengan jenis popok yang digunakan bayi, yaitu:

  • Mencoba beralih ke popok kain atau popok sekali pakai dari merek yang berbeda
  • Jika Anda mencuci sendiri popok kain bayi, ganti juga detergen (sabun cuci) yang biasa dipakai untuk membersihkan popok
  • Gunakan sabun cuci yang lembut, yang hypoallergenic. Anda juga bisa menambahkan setengah cangkir cuka saat membilas popok tersebut.

5. Pilih pakaian yang menyerap keringat

kebutuhan bayi baru lahir

Cara mengobati ruam popok selanjutnya yang bisa Anda lakukan dengan memilih bahan pakaian yang tepat untuk bayi. Pakaian yang sempit dapat memperbesar gesekan pada kulit yang iritasi. Ini akan menimbulkan rasa nyeri pada bayi.

Selain itu, pakaian yang sempit juga membuat bayi jadi lebih mudah berkeringat. Akibatnya, area sekitar pantat bayi akan lembap dan iritasi jadi bertambah parah.

Jadi, pilih pakaian yang longgar untuk bayi dan bahan yang menyerap keringat dengan baik, terutama saat cuaca panas. Selain untuk menghindari ruam, bayi juga akan merasa lebih nyaman.

6. Biarkan kulit bayi bernapas

bayi biang keringat

Jamur dan bakteri berkembang biak dengan baik di area kulit yang lembap. Itulah sebabnya Anda perlu menjaga kulit bayi tetap kering. Ini bisa dilakukan dengan membiarkan kulit bayi terpapar dengan udara lebih sering.

Biarkan 10 menit bayi bebas tanpa popok sebanyak 3 kali sehari. Ini bisa Anda lakukan saat mengganti popok atau ketika ia tidur siang.

Selain itu, cara mengobati ruam popok ini bisa juga Anda akali dengan melonggarkan popok bayi. Dengan begitu, ada celah untuk udara masuk dan menjaga kulit bayi tetap kering.

7. Gunakan produk yang aman untuk kulit bayi

sabun sirih

Bayi memiliki kulit yang sensitif sehingga mudah iritasi. Jika kulitnya sudah iritasi, butuh perhatian ekstra dalam memilih produk-produk perawatan untuk kulitnya. Ini menjadi salah satu cara untuk mengatasi ruam popok dan membantu kulit untuk pulih lebih cepat.

Mayo Clinic menyebutkan beberapa zat iritan pada kulit bayi yang sebaiknya Anda hindari, seperti fenol, benzokain, diphenhydramine, salisilat, dan hidrogen borat.

8. Pakai obat yang sesuai resep dokter

krim wajah hydroquinone adalah

Jika ruam popok disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur, pengobatan biasa tidak akan mengobati kondisi ini secara efektif. Infeksi sekaligus perkembangan bakteri dan jamur harus dihentikan dengan obat antibiotik atau antijamur.

Namun, menggunakan cara ini untuk mengatasi ruam popok tidak bisa sembarangan. Antibiotik boleh digunakan di bawah pengawasan dokter, begitu juga dengan obat antijamur.

Ini dilakukan untuk mencegah dosis berlebihan yang bisa mengakibatkan resistensi antibiotik, yakni bakteri menjadi kebal dengan antibiotik, maupun efek samping yang membuat bayi tidak nyaman.

Kapan harus membawa bayi saya ke dokter?

Melakukan pengobatan di rumah bisa menyembuhkan ruam popok. Namun, ini tidak selalu ampuh bila kondisinya semakin parah hingga menyebabkan infeksi. Anda wajib membawa si kecil ke dokter untuk tahu cara mengobati ruam popok dengan tepat.

Berbagai tanda berikut ini bisa menjadi pertimbangan bahwa bayi perlu perawatan dokter, seperti:

  • Ruam popok kembali kambuh dan menimbulkan gejala yang lebih parah dari biasanya
  • Tidak juga membaik walaupun sudah diobati
  • Menyebabkan kulit terluka dan berdarah
  • Membuat si kecil kesakitan saat buang air kecil atau besar
  • Ruam muncul disertai demam

Bila bayi menunjukkan gejala yang menimbulkan kekhawatiran, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter. Semakin cepat diobati, semakin cepat bayi pulih dari kondisi ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Tips ini akan membantu Anda menerapkan kebiasaan kesehatan gigi dan mulut pada anak sejak dini. Yuk, cari tahu apa saja caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Parenting, Tips Parenting 16/06/2020 . 5 mins read

Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Kemarahakn yang muncul dari anak tanpa diketahui alasannya kerap membuat Anda jengah. Begini cara menghadapi ledakan amarah anak dengan baik.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Parenting, Tips Parenting 06/06/2020 . 4 mins read

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Supaya anak mau mendengarkan kata-kata orangtua, Anda perlu siasat khusus. Jangan malah dimarahi atau dibentak. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 30/05/2020 . 4 mins read

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Hewan peliharaan dan anak adalah gambaran yang menggemaskan. Namun, para orangtua perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilih hewan untuk anak.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Parenting, Tips Parenting 10/05/2020 . 6 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

mencegah ruam popok

Tips Mencegah Ruam Popok Pada Pantat Bayi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 mins read
masalah kulit pada bayi

Ibu, Ini 9 Penyakit Kulit yang Paling Umum Dialami Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 8 mins read

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 mins read
ruam susu bayi

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 mins read