Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 September 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

 baru Saat bayi baru lahir, memandikan menjadi momen yang dinanti sekaligus membuat gugup bagi para orangtua baru. Tidak sedikit orangtua yang khawatir saat memandikan bayi karena takut jatuh. Berikut beberapa penjelasan seputar cara memandikan bayi baru lahir yang tepat sebagai salah satu cara merawat kulit bayi.

Sebaiknya, seberapa sering memandikan bayi baru lahir?

sabun bayi baru lahir

Mengutip dari Mayo Clinic, bayi baru lahir tidak perlu mandi terlalu sering. Hal yang paling penting yaitu saat mengganti popok bayi, Anda juga ikut membersihkan tubuhnya. 

Mengapa memandikan bayi baru lahir tidak boleh terlalu sering? Alasannya, memandikan bayi terlalu sering bisa membuat kulit bayi kering dan tidak nyaman.

Memandikan bayi 3 kali seminggu selama tahun pertamanya sudah cukup. Tapi, walaupun bayi dimandikan hanya 3 kali seminggu, Anda harus tetap mencuci muka, leher, tangan, bagian kemaluan dan pantatnya setiap hari.

Namun, Anda bisa menyesuaikan sendiri dengan kondisi buah hati. Mengingat Indonesia adalah negara tropis yang suhunya cukup tinggi dan lembap, Anda mungkin ingin memandikan bayi setiap hari.

Oleh karena itu, ada juga orangtua yang memandikan bayi yang baru lahir dua kali sehari. Namun secara pastinya, Anda bisa berkonsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Kapan waktu yang paling baik untuk memandikan bayi baru lahir?

sabun mandi perawatan bayi baru lahir

Memandikan bayi baru lahir memang tidak bisa sembarangan, termasuk soal waktu. Hindari memandikan bayi setelah minum ASI. Mandi setelah perutnya terisi bisa membuat bayi Anda merasa tidak nyaman.

Selain itu, jika ia merasa perutnya tertekan, buah hati Anda bisa sampai muntah. Sebaiknya pilih waktu yang senggang bagi Anda sendiri. Dengan begitu, Anda bisa fokus pada si buah hati dan tidak akan terburu-buru.

Anda bisa memandikan bayi di pagi hari ketika suasana hati bayi Anda sedang baik dan ia tidak begitu mengantuk. Memandikan bayi di sore hari juga tidak jadi masalah.

Hal yang terpenting, pastikan suhu airnya pas agar bayi tidak kedinginan.

Perlengkapan yang dibutuhkan saat memandikan bayi

Ada beberapa perlengkapan yang perlu disiapkan saat memandikan bayi baru lahir, mengutip dari Stanford Childrens:

  • Waslap lembut
  • Ember atau bak mandi kecil
  • Sabun dan sampo khusus bayi
  • Handuk (disarankan yang ada penutup kepala atau hoodie)
  • Popok kering
  • Pakaian ganti

Pastikan perlengkapan tersebut disimpan di dekat Anda, sehingga mudah dijangkau ketika membutuhkannya.

Cara memandikan bayi baru lahir yang tali pusarnya belum lepas

memandikan bayi

Kebanyakan bayi berusia di bawah dua atau tiga minggu tali pusarnya belum lepas. Hati-hati karena biasanya tali pusar bayi masih agak basah dan sebaiknya tidak kena air.

Untuk itu, Anda bisa memandikannya dengan cara menyeka tubuhnya dengan waslap atau kain lembut. Perhatikan cara memandikan bayi baru lahir yang tali pusarnya belum lepas, berikut di antaranya:

Gunakan alas dengan permukaan datar

Alasi meja atau permukaan yang datar seperti lantai dengan alas empuk yang tahan air atau handuk lembut. Anda juga bisa melakukannya di meja untuk mengganti popok bayi.

Baringkan bayi telentang, kemudian tahan bagian belakang kepala dan lehernya dengan salah satu tangan Anda

Usap dengan lembut

Setelah dibaringkan, usap tubuh bayi dengan lembut. Mulai dari kepala terlebih dahulu, lalu wajah, telinga, dada, punggung, sampai kaki. 

Usapkan secara perlahan dengan menggunakan waslap yang sudah dibasahi dengan air yang cukup hangat. Ini salah satu langkah dari cara memandikan bayi baru lahir.

Setelah tubuhnya basah, usap lagi dengan waslap dengan sabun yang sangat lembut dan aman untuk bayi yang baru lahir

Bersihkan kedua kelopak mata

Untuk membersihkan kedua kelopak matanya, siapkan dua lembar kapas lembut yang tidak banyak seratnya. 

Mulailah dari bagian mata yang dekat dengan hidung dan usap ke arah luar. Ulangi pada kelopak mata satunya dengan kapas yang baru. Hati-hati saat mengusap wajah, hindari air masuk ke dalam mulut yang bisa membuat bayi tersedak.

Bersihkan setiap sela-sela tubuh

Pastikan Anda juga menyeka lekukan-lekukan tubuhnya seperti ketiak, leher, belakang telinga, dan lutut bagian belakang. Ini termasuk cara memandikan bayi baru lahir yang tepat.

Membersihkan alat kelamin

Akhiri dengan membersihkan organ intim dan pantat bayi, mulai dari depan ke belakang. Angkat bayi dengan kedua tangan Anda dan bungkus dengan handuk kering. Pastikan semua bagian sudah bersih sampai tidak ada feses bayi yang tertinggal.

Ayun-ayun sebelum dipakaikan baju

Sebelum memakai popok atau baju, peluk dan timang-timang si buah hati. Hal ini bisa memberikan rangsangan bagi indra perabanya sekaligus membangun ikatan yang kuat antara Anda dan bayi. 

Namun jangan terlalu lama karena si kecil bisa kedinginan.

Cara memandikan bayi baru lahir yang tali pusarnya sudah lepas

memandikan bayi baru lahir

Setelah tali pusar bayi Anda lepas dan bekas lukanya mengering, Anda bisa mulai memandikan bayi di dalam bak mandi bayi.

Langkahnya juga cukup sederhana, berikut cara memandikan bayi baru lahir yang tali pusarnya baru lepas.

Siapkan air hangat

Siapkan bak mandi bayi dengan air hangat (dengan suhu kira-kira 37 derajat Celsius) setinggi 5 sentimeter. Kemudian pindahkan bayi ke dalam bak mandi dengan posisi agak tegak.

Tahan bagian belakang kepala dan leher bayi dengan tangan Anda yang tidak dominan. Artinya, gunakan tangan kiri untuk yang tidak kidal dan tangan kanan untuk yang kidal.

Usap tubuh dengan lembut

Setelah menahan bagian belakang kepala dan leher, Anda bisa mulai mengusap dengan lembut wajah si kecil memakai waslap. Ikuti dengan kepala dan sekujur tubuhnya. Lalu, tuang sabun mandi yang aman untuk bayi baru lahir di waslap.

Usap lagi wajah dan seluruh badan bayi, jangan lupa untuk membersihkan setiap lekukan dan lipatan tubuhnya (tak perlu sampai ke dalam telinga atau hidung).

Bersihkan area lipatan

Bersihkan kedua kelopak mata bayi dengan kain lembut atau kapas yang tidak banyak seratnya. Akhiri dengan membersihkan pantat bayi dan area kelamin, mulai dari depan ke belakang

Biarkan bayi menikmati waktu mandi

Untuk memberi stimulasi indra peraba bayi, biarkan si buah hati menikmati waktu mandinya dan tuangkan air hangat ke perut atau bahunya pelan-pelan.

Angkat bayi dengan kedua tangan Anda dan bungkus dengan handuk yang kering. Peluk dan timang-timang bayi setelah mandi untuk menjalin ikatan dan kasih sayang antara ibu dan anak.

Hal yang perlu diperhatikan agar kulit bayi tidak cepat kering

Kulit bayi lebih tipis dan rapuh dari orang dewasa dan membutuhkan perawatan yang sangat lembut. Kulit bayi biasanya menyerap dan menurunkan kelembaban lebih cepat, sehingga membuatnya mudah kering.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai cara memandikan bayi baru lahir tanpa membuat kulit kering:

Perhatikan waktu mandi

Pastikan Anda memandikan bayi tidak lebih dari 10 menit. Selain karena bayi bisa kedinginan, mandi terlalu lama bisa membuat bayi keriput. Kemudian hindari meninggalkan bayi terlalu lama berendam dengan air bersabun.

Oleskan pelembap setelah mandi

Setelah mandi, Anda dapat oleskan pelembap saat kulit bayi masih lembab dan baru saja dikeringkan dengan handuk.

Jika kulit masih kering, perlu dioleskan 2-4 kali sehari. Gunakan krim pelembab dengan kandungan lanolin yang mampu melindungi kulit bayi dari iritasi, seperti ruam popok dan ruam pipi.

Dengan begitu, kulit bayi terasa lebih nyaman.

Hindari sabun mengandung detergen dan berbusa

Gunakan bahan pembersih kulit yang lembut untuk bayi dan tidak mengandung banyak sabun. Hindari mandi busa karena ini dapat menghilangkan minyak alami dari kulit.

Hindari juga sabun antibakteri yang kaya akan wewangian karena bisa mengiritasi kulit. Pilih sabun yang memiliki phH netral.

Pakai baby oil

Anda juga bisa memberikan minyak bayi setelah badan kering dilap oleh handuk. Pilihlah baby oil yang mudah diserap dan ringan.

Jika minyak tidak cepat diserap, dan tubuh bayi tetap berminyak setelah dioleskan justru akan memudahkan terjadinya iritasi. Apalagi jika tinggal di tempat yang panas dan bayi cenderung berkeringat.

Manfaat mandi untuk bayi baru lahir

memandikan bayi

Mandi memiliki manfaat yang baik, tidak hanya untuk bayi yang baru lahir tetapi juga orangtua karena mampu membangun ikatan antara orangtua dan bayi.

Berikut beberapa manfaat mandi untuk bayi baru lahir yang mungkin belum diketahui:

Meningkatkan ikatan batin

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, memandikan bayi baru lahir adalah cara untuk meningkatkan ikatan batin antara orangtua dan bayi.

Waktu yang dihabiskan bersama hanya berdua antara bayi dan Anda bisa membuat si kecil merasa bahwa ia diperhatikan.

Merawat bayi juga sebagai salah satu cara untuk memberitahu si kecil bahwa Anda peduli padanya. Saat memandikan si kecil, tatap matanya, lemparkan senyum, dan mainkan jari-jari kecilnya.

Membuat bayi belajar

Ternyata mandi juga menjadi salah satu kegiatan belajar, lho, untuk bayi. Namun tentu saja bukan belajar hal yang berat dan sulit. 

Salah satunya yaitu si kecil belajar melatih indera perabanya. Merasakan guyuran air dan usapan waslap membuat indera perabanya bisa membedakan tekstur halus dan kasar.

Tetap pastikan bahwa bayi merasa senang ketika sedang mandi. Hal ini dilakukan agar suasana hati si kecil tetap terjaga dengan baik dan mandi bukan menjadi momok menakutkan baginya.

Menenangkan bayi yang rewel

Saat bayi yang baru lahir rewel dan menangis tanpa henti, orangtua pasti merasa cemas. Hal yang ada di pikiran orangtua mungkin apakah ia merasa sakit atau mungkin tidak nyaman.

Nah, memandikan bayi ternyata bisa menjadi salah satu cara agar ia kembali merasa nyaman.

Anda bisa membuat si kecil lebih nyaman dengan memijat bayi setelah mandi dengan losion atau minyak telon yang sering dipakai. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Informasi Seputar Jam Bayi Tidur, Cara Menidurkan, dan Posisi yang Tepat

Bayi memiliki waktu tidur yang berbeda dengan orang dewasa. Ketahui cara menidurkan bayi yang membuatnya nyaman plus lama waktunya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 2 September 2020 . Waktu baca 11 menit

Syok Anafilaksis, Reaksi Alergi Parah yang Membahayakan Nyawa

Anafilaksis atau syok anafilaksis adalah reaksi yang muncul ketika pemicu alergi timbul pada tubuh. Seberapa bahaya reaksi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Alergi 28 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Bolehkah Ibu Menjalani Diet Saat Hamil?

Sebagai perempuan, Anda memiliki rasa kekhawatiran akan penampilan Anda meski saat hamil. Namun, bolehkah ibu menjalani diet saat hamil?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Yang Harus Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

Kebanyakan kasus kepala bayi terbentur tidak bersifat fatal. Untuk membantu pemulihan dan menangani luka yang muncul di rumah, perhatikan panduan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perkembangan anak 16 tahun

Perkembangan Anak Usia 16 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 27 September 2020 . Waktu baca 6 menit
minum antidepresan saat hamil

Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
korset perut setelah melahirkan

Perlukah Memakai Korset Perut Setelah Melahirkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
kecemasan ibu hamil menjelang persalinan

Menghadapi 7 Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit