5 Manfaat Membedong Bayi, dan Bagaimana Cara Bedong yang Aman

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pasti Anda sudah sering lihat bayi yang baru lahir suka dibedong oleh orangtuanya. Selama beberapa bulan sejak kelahirannya, bayi akan sering dibedong, terutama saat bayi tidur. Ini mungkin sudah menjadi kebiasaan. Tapi, ada yang bilang juga membedong bayi tidak perlu dilakukan. Sebenarnya, apakah perlu membedong bayi? Apakah ada manfaat membedong bayi?

Manfaat membedong bayi

Kebiasaan membedong bayi yang sudah dilakukan turun-temurun ini, ternyata bermanfaat bagi bayi yang baru lahir. Beberapa manfaat membedong bayi adalah:

1. Membuat tidur bayi lebih nyenyak

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), membedong bayi bermanfaat untuk membuat bayi tidur lebih nyenyak dan nyaman, serta dapat menenangkan bayi, jika membedong bayi dilakukan dengan benar.

2. Mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)

Menurut AAP juga, membedong bayi dapat mengurangi risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) pada bayi baru lahir, tapi dengan catatan bahwa bayi harus ditempatkan pada posisi telentang menghadap ke atas. Membedong bayi membuat bayi lebih sulit bergerak ke mana-mana saat tidur, sehingga hal ini dapat melindunginya dari hal-hal berbahaya yang dapat menyebabkan SIDS saat tidur.

3. Membantu bayi tidur lebih lama

Bayi biasanya mudah terbangun karena suatu hal kecil yang mengganggu dan mengagetkannya. Dengan membedong bayi, hal ini dapat dicegah dan membuat tidur bayi lebih baik dan lama. Kebutuhan waktu tidur bayi pun terpenuhi, yang dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi.

4. Membantu menenangkan bayi

Membedong bayi dapat membuat bayi merasa lebih hangat. Hal ini dapat mengingatkan mereka pada lingkungan saat mereka masih berada di dalam rahim. Bayi yang dibedong biasanya juga lebih jarang nangis. Jika bayi malah menangis atau menggeliat saat dibedong, artinya bayi ingin lengan dan kakinya bisa bergerak bebas. Sebaiknya, longgarkan sedikit bedongan bayi Anda.

5. Meningkatkan perkembangan neuromuskular

Membedong bayi dapat membatasi pergerakan tangan dan kaki bayi. Hal ini dapat membantu bayi mengembangkan keterampilan motoriknya  lebih baik untuk kedepannya. Manfaat membedong bayi ini terutama sangat membantu bagi bayi prematur.

Yang harus diperhatikan saat membedong bayi

  • Saat tidur, sebaiknya awasi bayi yang dibedong jangan sampai terguling dan tidur dalam posisi telungkup. Tidur dalam posisi telungkup dapat membuat jalan napas bayi terhalangi, sehingga dapat memperbesar risiko bayi mengalami SIDS. Selain itu, usahakan agar tidak ada benda-benda apapun di sekitar bayi saat ia tidur, seperti selimut atau bantal. Benda-benda tersebut dapat menutupi hidung bayi, sehingga ia bisa mengalami kesulitan saat bernapas.
  • Jangan terlalu ketat dalam membedong bayi. Usahakan agak sedikit longgar agar bayi bisa sedikit bergerak dan napasnya tidak sesak. Membedong terlalu ketat juga dapat membuat bayi kepanasan. Jika bayi kepanasan, bayi mengeluarkan keringat, rambutnya basah, pipinya memerah, dan napasnya menjadi lebih cepat, sebaiknya lepas bedongan bayi.

Kapan harus berhenti membedong bayi?

Bayi yang baru lahir biasanya langsung dibedong. Namun, dua bulan setelah bayi lahir, tampaknya bayi sudah tidak perlu lagi dibedong.

Bayi dibedong untuk memberi kehangatan pada bayi, menenangkan bayi, membuat bayi tidur lebih baik, dan membantu mengurangi risiko SIDS saat bayi tidur. Tapi, saat bayi sudah berusia lebih dari 2 bulan tampaknya manfaat membedong bayi ini sudah tidak bisa didapatkan lagi oleh bayi. Terlebih lagi, bayi usia dua bulan sudah mulai belajar untuk berguling. Bayi yang berguling ketika dibedong saat tidur dan membuatnya tidur dalam posisi telungkup justru dapat meningkatkan risiko SIDS.

Mulai usia dua bulan saat bayi sudah mulai belajar berguling atau ketika bayi sudah tidak nyaman dibedong, sebaiknya bayi tidak perlu dibedong lagi.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Aturan Memberikan Hadiah ke Anak Agar Tak Berdampak Negatif

Memberikan hadiah ke anak merupakan cara baik untuk meningkatkan motivasi anak. Namun, hati-hati dalam memberikannya karena ini juga bisa berdampak buruk.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Mengemut Makanan

Kebiasaan anak mengemut makanan dalam waktu lama tanpa menelan, tentu sangat mengganggu. Anda perlu mencoba cara berikut ini untuk mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Bebaskan Si Kecil Berjalan “Nyeker” untuk Memperkuat Tulang Kakinya

Melihat si kecil yang sibuk kesana kemari berjalan tanpa alas kaki sering membuat orangtua khawatir. Padahal, jalan nyeker bagus untuk kesehatan anak, lho!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 11 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

Video game dapat memberi manfaat. Namun tanpa batasan waktu, bermain video game bisa berakibat buruk pada anak. Berapa lama waktu ideal bermain video game?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
mitos tentang tidur

Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
bayi pakai empeng isap jempol

Empeng Versus Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit