Bagaimana Tubuh Wanita Bisa Membuat ASI?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tubuh ibu secara alami dapat memproduksi air susu yang mengandung banyak nutrisi penting. Ya, ASI merupakan makanan yang paling sempurna untuk bayi. Tidak ada makanan yang bisa menandingi kesempurnaan dari ASI. Namun, apakah Anda tahu bagaimana cara ASI dibuat dalam tubuh ibu? Mari simak ulasan berikut ini.

Produksi ASI sudah dimulai di tubuh ibu sejak hamil

Tubuh ibu sudah mulai mempersiapkan diri untuk memproduksi ASI mulai dari masa kehamilan. Saat hamil, Anda mungkin menyadari bahwa payudara Anda bertambah besar sehingga Anda harus membeli bra dengan ukuran lebih besar. Hal ini terjadi karena kelenjar-kelenjar dalam payudara untuk membuat ASI sudah mulai berkembang sejak trimester pertama kehamilan. Hormon yang muncul saat kehamilan menyebabkan saluran susu berkembang dalam ukuran maupun jumlah.

BACA JUGA: 8 Fakta Mengejutkan Seputar Payudara yang Tidak Anda Tahu

Puting payudara pun lebih menonjol dan ukurannya bertambah besar. Selain itu, warna puting dan areola (daerah sekitar puting) juga menjadi lebih gelap. Para ahli menduga bahwa perubahan warna pada puting dan areola bertujuan untuk membantu bayi melihat mana yang harus ia isap, namun tidak ada bukti yang mendukung hal tersebut.

Saat semua perubahan ini sudah mulai terjadi, artinya tubuh Anda sedang bersiap untuk memproduksi ASI. Sistem saluran susu ini umumnya sudah berkembang dengan baik selama trimester kedua. Jadi, jika Anda melahirkan bayi prematur, Anda sudah dapat memberikannya ASI.

Produksi ASI saat bayi sudah lahir

Tubuh Anda mulai dapat memproduksi ASI secara penuh dalam waktu 48-96 jam setelah melahirkan. Saat ari-ari bayi atau plasenta sudah keluar dari tubuh Anda, maka hormon estrogen dan progesteron menurun. Hal ini kemudian merangsang kadar hormon prolaktin meningkat. Hormon prolaktin adalah hormon yang merangsang tubuh Anda untuk membuat ASI.

Hormon prolaktin mendorong kantung kecil sebagai tempat untuk memproduksi ASI yang disebut dengan alveoli untuk mengambil protein, gula, dan lemak dari darah ibu. Semua bahan ini kemudian digunakan untuk membuat ASI. Jaringan-jaringan yang mengelilingi alveoli kemudian memeras kelenjar dan mendorong ASI keluar payudara ibu.

BACA JUGA: Apakah Ukuran Payudara Kecil Mempengaruhi Produksi ASI?

Di lain sisi, isapan mulut bayi juga merangsang produksi ASI dalam tubuh ibu. Bagaimana caranya? Puting Anda mengandung banyak saraf, sehingga saat mulut bayi mengisap puting, ini merupakan sebuah sinyal untuk tubuh ibu. Isapan bayi akan merangsang kelenjar hipofisis di otak ibu untuk melepaskan hormon oksitosin serta prolaktin ke dalam aliran darah.

  • Hormon prolaktin berfungsi untuk membuat ASI dari aliran darah ibu
  • Hormon oksitosin menyebabkan sel-sel di sekitar tempat pembuatan ASI mendorong ASI keluar

Semua proses ini dinamakan dengan let-down reflex. Saat sudah terjadi let-down reflex, Anda mungkin akan mengalami beberapa hal berikut ini:

  • Bayi aktif mengisap payudara dan menelan ASI (bayi puas setelah menyusu)
  • ASI dapat menetes dari payudara satunya saat Anda sedang menyusui bayi
  • Anda mungkin merasa geli di payudara atau payudara Anda terasa sangat penuh setelah satu minggu pertama menyusui
  • Anda mungkin merasa haus

Dibutuhkan kerjasama antara ibu dan bayi dalam memproduksi ASI

Jadi, tidak hanya tubuh ibu yang berusaha untuk membuat ASI, isapan bayi pun diperlukan untuk membuat ASI. Ini merupakan suatu proses yang timbal-balik antara ibu dan bayi. Hormon di tubuh ibu untuk membuat ASI juga dirangsang pelepasannya oleh isapan mulut bayi di payudara ibu. Oleh karena itu, semakin banyak dan sering bayi menyusu, maka semakin banyak ASI yang dapat diproduksi oleh tubuh ibu. Itu mengapa bayi yang jarang menyusu dapat menyebabkan produksi ASI menurun.

BACA JUGA: Kebanjiran ASI: Normalkah Jika Produksi ASI Terlalu Berlimpah?

Saat aliran ASI meningkat di awal-awal masa menyusui, mungkin Anda merasakan hal yang kurang nyaman di payudara Anda. Tidak apa karena ini merupakan hal yang normal. Kontraksi alveoli yang meningkat untuk membuat ASI dari aliran darah ibu dapat menyebabkan ibu merasakan kesemutan, sensasi terbakar, atau menusuk-nusuk di payudara.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Buat Para Suami, Ini 7 Tips Pijat Payudara untuk Seks yang Lebih Panas

    Bosan dengan ritual seks yang itu-itu saja? Coba dulu trik pijat payudara yang bisa membuat Anda dan pasangan tambah panas berikut ini!

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan Seksual, Tips Seks 10 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Sebelum Ibu Menyusui Diet Menurunkan Berat Badan, Ketahui Dulu 7 Aturan Pentingnya

    Menurunkan berat badan saat menyusui menjadi hal yang dilematis karena khawatir produksi ASI terganggu. Bolehkah ibu diet saat masih menyusui ASI eksklusif?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Konten Bersponsor
    diet ibu menyusui
    Bayi, Parenting, Menyusui 9 November 2020 . Waktu baca 8 menit

    Apakah Normal Ketika Muncul Jerawat di Payudara?

    Sangat umum jika jerawat muncul di wajah. Akan tetapi, normalkah jika jerawat ada di sekitar puting payudara? Baca penyebab dan cara mengatasinya berikut.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Jerawat, Kesehatan Kulit 1 November 2020 . Waktu baca 5 menit

    Mengenal ASI: Jenis, Warna, Kandungan, dan Kebutuhan Harian untuk Bayi

    Ada beberapa jenis ASI dengan warna, kandungan, hingga tekstur kental dan cair yang berbeda. Sudah tahukah apa perbedaan dan berapa kebutuhan ASI bayi?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Bayi, Parenting, Menyusui 16 Oktober 2020 . Waktu baca 14 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    abses payudara adalah

    Abses Payudara

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    masalah bayi saat menyusui

    Bukan Hanya Ibu, Ini 6 Masalah Bayi Saat Menyusui yang Mungkin Terjadi

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit
    memandikan bayi

    Waktu Memandikan Bayi, Sebaiknya Pagi atau Sore Hari?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
    Cara menyusui bayi prematur

    Ini Cara Menyusui Bayi Prematur Agar Pertumbuhannya Optimal

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 13 November 2020 . Waktu baca 8 menit