Agar Bayi Mendapatkan Tekstur ASI Kental, Ini 6 Cara yang Bisa Diupayakan Ibu

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/02/2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Banyak ibu mungkin khawatir bila ASI yang dihasilkannya terlalu encer. Mereka menganggap ASI encer memiliki nutrisi yang lebih sedikit dibandingkan ASI yang kental. Hal ini pun kadang membuat ibu menyusui tidak percaya diri dengan ASI yang dihasilkannya. Benarkah kekentalan ASI dapat menentukan nutrisi yang terkandung di dalamnnya? Dan bagaimana cara agar bayi bisa mendapatkan tekstur ASI yang kental?

Ada dua tekstur ASI eksklusif

donor asi menyusui bayi

Sebelum mengetahui cara agar mendapatkan tekstur ASI yang kental, perlu Anda ketahui bahwa tekstur ASI eksklusif terbagi menjadi dua jenis.

Sebagai ibu yang baru melahirkan, Anda sangat disarankan untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi sampai usianya 6 bulan.

Bahkan, akan lebih baik lagi bila pemberian ASI tetap diteruskan sampai usia si kecil genap 2 tahun, seiring dengan memperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI).

Meski tekstur ASI sekilas terlihat sama, lama-lama teksturnya bisa berubah dari cair ke kental. Ketika baru melahirkan, proses menyusui yang pertama kali akan mengeluarkan cairan ASI bernama kolostrum.

Dibandingkan dengan warna susu pada umumnya, warna ASI kolostrum memang cenderung agak berbeda karena cenderung bening agak kekuningan dengan tekstur kental.

Namun jangan salah, cairan ASI yang pertama ini kaya akan kandungan zat gizi contohnya protein, sel darah putih, vitamin A, serta antibodi.

Bahkan, melansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kandungan protein di dalam kolostrum terbilang sangat tinggi.

Itu sebabnya, pastikan Anda memberikan kolostrum alias cairan ASI kental yang pertama kali ini agar bayi mendapatkan banyak zat gizi tersebut. Namun, kolostrum hanya ada masa awal menyusui.

Setelahnya, kolostrum akan tergantikan dengan ASI transisi sampai kurang lebih 10 hari dan kemudian berubah lagi menjadi ASI matur.

Berbeda dengan kolostrum, kedua cairan ASI ini justru identik dengan warna putih sama seperti penampilan susu kebanyakan. Selama menyusui, tekstur ASI yang diminum bayi umumnya terbagi menjadi dua jenis yakni ASI foremilk dan kedua ASI hindmilk.

Bedanya ASI foremilk dan hindmilk terletak pada waktu keluarnya. ASI foremilk keluar lebih dulu atau di awal menyusui, sedangkan ASI hindmilk akan keluar setelahnya atau di akhir sesi menyusui.

Agar bayi bisa mendapatkan semua tekstur ASI, ada baiknya si kecil menyusui sampai akhir. Bukan hanya mendapatkan tekstur ASI kental, cara ini juga bertujuan agar si kecil memeroleh semua kandungan di dalam ASI.

Apakah tekstur ASI encer dan kental memengaruhi kualitasnya?

pompa ASI manual

Sebenarnya, kekentalan ASI bisa berubah kapan pun. ASI kadang terlihat lebih encer dan berwarna agak putih, di lain waktu ASI juga bisa berubah menjadi lebih kental dan berwarna agak kuning.

Ini merupakan hal yang normal terjadi pada semua ibu menyusui. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, perubahan kekentalan tekstur ASI ini dipengaruhi oleh waktu keluarnya.

Pengaruh waktu menyusui terhadap kekentalan ASI juga dijelaskan di dalam International Milk Genomics Consortium

ASI foremilk atau yang keluar di awal sesi menyusui memiliki tekstur yang cenderung cair karena kandungan lemaknya yang sedikit. Di sisi lain, ASI foremilk lebih kaya dengan kandungan protein dan karbohidrat (laktosa) di dalamnya.

Hal ini berbeda dengan ASI hindmilk yang keluar di akhir sesi menyusui yang biasanya punya tekstur lebih kental atau creamy.

Kekentalan tekstur pada ASI hindmilk disebabkan oleh kandungan lemak yang cukup banyak di dalamnya, tapi mengandung lebih sedikit protein dan karbohidrat.

Namun, ini bukan berarti perbedaan tekstur ASI juga membedakan kualitasnya. Pasalnya secara keseluruhan, kandungan nutrisi yang ada di dalam ASI sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang bayi.

Saat payudara penuh atau di awal menyusui, ASI mengandung lemak yang lebih rendah daripada saat payudara kosong atau ketika bayi akan selesai menyusu.

Semakin sedikit ASI yang tersisa di payudara, maka semakin tinggi kandungan lemaknya dan semakin cepat ASI dikeluarkan dari payudara akan semakin kental teksturnya.

Hal ini karena saat payudara mulai kosong, gumpalan lemak mulai bergerak turun ke saluran susu. Inilah mengapa ASI hindmilk cenderung mengandung lebih banyak lemak dan memiliki tekstur yang kental.

Oleh karena itu, agar bayi bisa memperoleh tekstur ASI yang kental, usahakan untuk menyusuinya sampai tuntas.

Agar ASI kental, apa saja yang memengaruhi teskturnya?

cara memanaskan ASI cara menghangatkan ASI

Salah satu hal yang dapat memengaruhi kekentalan tekstur ASI yakni kandungan lemaknya yang tinggi. Kandungan lemak di dalam ASI yang merupakan cara agar teksturnya kental ternyata bisa didapatkan dari kebiasaan makan ibu.

Namun, bukan jumlah lemak yang memegang pengaruh utama, melainkan jenis lemak yang terkandung di dalam ASI. Makanan yang ibu makan dapat memengaruhi jenis lemak yang terdapat dalam ASI.

Ibu yang sering mengonsumsi ikan berlemak, makanan laut, minyak nabati, dan kacang-kacangan memiliki ASI dengan kandungan jumlah asam lemak yang lebih banyak.

Baik itu asam lemak tak jenuh tunggal, maupun asam lemak tak jenuh ganda. Sementara ibu yang sering mengonsumsi daging berlemak dan susu tinggi lemak, cenderung mengeluarkan ASI yang mengandung lebih banyak lemak jenuh.

Perlu Anda ketahui bahwa asam lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda yang terdapat pada ASI sangat penting untuk mendukung perkembangan otak dan mata bayi.

Bahkan, asam lemak esensial yang terkandung dalam ASI turut berpotensi untuk memengaruhi nilai IQ dan penglihatan bayi yang lebih baik. Kandungan asam lemak di dalam ini yang kemudian dapat memengaruhi teksturnya agar menjadi kental. 

Inilah salah satu alasan mengapa bayi perlu mendapatkan tekstur ASI kental supaya pertumbuhannya lebih optimal. 

Bagaimana cara mempertahankan agar tekstur ASI tetap kental?

Pada dasarnya, tekstur ASI cair maupun kental sama-sama baik untuk si kecil. Namun, beberapa ibu menyusui terkadang ingin dapat memberikan ASI secara optimal, termasuk tekstur ASI yang kental.

Nah, agar si kecil bisa mendapatkan semua tekstur ASI, baik yang cair maupun kental, berikut beberapa cara yang bisa ibu lakukan:

1. Rutin menyusui

manfaat menyusui

Frekuensi ternyata dapat memengaruhi tekstur ASI yang didapatkan bayi. Semakin sering bayi menyusui akan semakin besar kemungkinannya untuk bisa minum ASI dengan tekstur yang kental.

Selain mengetahui frekuensi menyusui, pastikan juga Anda memerhatikan lama waktu bayi setiap kali menyusu. Artinya ia harus mampu menyusu sampai sesi terakhir.

Dengan kata lain, lama waktu dalam sekali sesi menyusui tidak boleh terlalu sebentar supaya bayi mendapatkan tekstur ASI yang kental.

Jika terlalu singkat, bayi mungkin hanya akan mendapatkan ASI foremilk atau yang keluar di awal. Sementara tekstur ASI foremilk cenderung lebih ringan dan tidak sekental ASI hindmilk yang keluar di akhir sesi menyusui.

Itulah mengapa sebaiknya pastikan bayi mendapatkan waktu menyusui yang lebih lama dan sering untuk memastikan ia mendapatkan tekstur ASI yang kental.

2. Menyusui dalam waktu yang berdekatan

asi terlalu banyak

Jika si kecil tidak terlalu menyukai waktu menyusui yang terlalu lama, solusinya coba kurangi durasi waktu di antara sesi menyusui.

Menurut Kelly Bonyata, BS, IBCLC, selaku seorang konsultan laktasi, mempersingkat durasi di antara waktu menyusui dapat membantu memberikan kandungan lemak ASI yang lebih banyak.

Alhasil, lebih tingginya kandungan lemak di dalam ASI akan menjadi cara agar tekstur ASI jauh lebih kental. Jadi, lama waktu dalam sekali sesi menyusui bayi mungkin cukup singkat.

Akan tetapi, dengan durasi di antara sesi menyusui yang tidak terpaut jauh, hal ini bisa jadi salah satu cara supaya ASI  yang keluar jadi lebih kental.

Misalnya begini, jadwal menyusui bayi yang berusia 1 bulan biasanya setiap 2-3 jam sekali. Begitu pula dengan bayi yang berusia 2, 3, 4, hingga 5 bulan yang bisa menyusu setiap 2,5-3,5 jam.

Agar tekstur kental ASI bisa diperoleh secara optimal oleh bayi, cara yang bisa dilakukan dengan memberikan ASI di waktu yang paling awal.

Memberi jarak waktu dari satu sesi menyusui ke sesi menyusui selanjutnya yang tidak begitu lama dapat Anda lakukan supaya tekstur ASI lebih kental.

3. Jangan buru-buru melepaskan payudara dari bayi

minum jamu saat menyusui

Agar ASI kental, sebaiknya jangan buru-buru melepaskan payudara Anda dari mulut bayi saat menyusui. Ini karena kandungan lemak ternyata sangat banyak terdapat pada ASI hindmilk yang ada di akhir menyusui.

Pastikan bayi sudah benar-benar mengosongkan payudara Anda dan melepaskan mulutnya sendiri dari payudara Anda untuk mendapatkan tekstur ASI yang kental.

Selain itu, cara ini juga dapat memungkinkan semua kandungan lemak dan nutrisi lainnya di dalam ASI sudah benar-benar diterima bayi. 

Jika perlu, Anda mungkin harus menekan atau memijat payudara Anda untuk membantu mengosongkan payudara saat menyusui untuk memastikan bayi mendapatkan tekstur ASI kental.

Memijat payudara saat menyusui terbukti dapat meningkatkan kandungan lemak dalam ASI yang diterima bayi, sehingga bisa menjadi cara agar tekstur ASI lebih kental.

Memijat payudara juga dapat merangsang produksi ASI dari payudara sehingga bayi bisa mendapatkan ASI tinggi lemak alias menjadi cara agar menghasilkan tekstur ASI kental.

Jika bayi Anda tidak menempel dengan baik di payudara, bayi tertidur saat menyusu, atau bayi hanya menempel di payudara tanpa mengisap payudara Anda, sebaiknya pijat payudara Anda.

Lagi-lagi, diharapkan cara ini dapat membantu agar produksi ASI memiliki tekstur yang kental.

4. Pompa ASI

pompa ASI elektrik

Sebelumnya dijelaskan bahwa Anda disarankan untuk membiarkan bayi menuntaskan menyusui pada salah satu payudara sampai selesai agar tekstur ASI lebih kental.

Namun, bagaimana apabila bayi sudah kenyang sebelum payudara kosong? Bagaimana cara agar bayi tetap bisa mendapatkan tekstur ASI yang kental di akhir menyusui?

Jangan bingung, cara yang bisa Anda lakukan yakni dengan memompa dan kemudian memasukkannya ke dalam botol ASI. Setelahnya, simpan ASI perah pada tempat yang aman dan berikan pada bayi di sesi menyusui selanjutnya.

Anda bisa menyimpan ASI perah di suhu ruang, kulkas, cooler box, maupun freezer. Namun ingat, masing-masing tempat penyimpanan ASI memiliki batas waktu tertentu.

Maka itu, usahakan untuk memberikan ASI perah tersebut pada bayi dalam rentang waktu yang sesuai dan terapkan juga metode first in first out dalam penyimpanan ASI perah.

Memompa dapat menjadi cara agar tekstur ASI kental karena memberi sinyal pada payudara untuk terus memproduksi banyak ASI.

5. Pastikan bayi menyusu dari kedua sisi payudara

perawatan payudara bagi ibu menyusui cara menjaga kesehatan payudara

Selain disarankan untuk membiarkan bayi menyusu sampai tuntas, usahakan juga supaya bayi bisa menyusu dari kedua sisi payudara dalam setiap sesinya.

Setiap bayi memiliki lama waktu yang berbeda-beda dalam sekali menyusu. Oleh karena itu, usahakan untuk bersabar sampai si kecil berhasil menghabiskan atau mengosongkan kedua sisi payudara setiap kali menyusu.

Hal ini bertujuan agar bayi tidak hanya mendapatkan tekstur ASI cair di awal menyusu, tapi juga tekstur ASI yang kental. Tujuannya agar semua zat gizi yang ada di dalam ASI, bisa diperoleh secara optimal oleh bayi.

6. Perhatikan asupan makanan harian ibu

vitamin ibu menyusui

Agar tekstur ASI senantiasa kental, ibu dianjurkan untuk mencukupi asupan lemak harian. Hal ini dikarenakan satu dari beberapa zat gizi utama penyusun kekentalan ASI berasal dari lemak.

Akan tetapi, perhatikan juga sumber lemak yang Anda konsumsi agar tekstur ASI yang kental berkualitas baik. Hindari terlalu banyak mengonsumsi sumber lemak jenuh dan lemak trans agar tekstur ASI kental yang diperoleh bayi tergolong bagus.

Hindari makan makanan yang digoreng, susu, dan daging dengan banyak lemak. Sebagai gantinya, Anda bisa memperbanyak makan makanan berlemak dari sumber yang sehat agar tekstur ASI senantiasa kental.

Sumber lemak sehat yang bisa menjadi pilihan agar tekstur ASI kental yakni asam lemak tak jenuh tunggal dan asam lemak tak jenuh ganda.

Makanan yang bisa Anda makan yakni minyak sayur, kacang-kacangan, dan aneka jenis ikan sebagai cara agar tekstur ASI kental.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ini Panduan Manajemen ASI Perah untuk Ibu Bekerja

Ibu bekerja tetap bisa memberikan ASI sesuai kebutuhan si kecil. Yuk, ketahui langkah-langkah manajemen ASI perah untuk ibu bekerja.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Bayi, Parenting, Menyusui 28/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Bu, Ini Tips Peralihan dari ASI ke Susu Formula

Ada beberapa tips peralihan susu ASI ke susu formula yang bisa dilakukan para ibu. Termasuk pemilihan susu formula yang tepat untuk kebutuhan si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
peralihan asi ke susu formula
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 27/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Panduan Aman untuk Ibu Menyusui yang Positif COVID-19

Pandemi COVID-19 memang meresahkan semua orang, termasuk ibu menyusui. Lantas, bagaimana dengan ibu yang positif terinfeksi coronavirus tetap menyusui?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 21/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Tips Menyusui yang Baik Sesuai Bentuk Puting Ibu

Tidak semua ibu menyusui dengan mudah. Pada beberapa ibu, ada yang bermasalah dengan putingnya dan membuat menyusui terasa sulit.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Bayi, Parenting, Menyusui 23/02/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

asi dan mpasi

Agar Tidak Keliru, Begini Cara Menyeimbangkan Pemberian ASI dan MPASI Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 8 menit
asi tidak keluar

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . Waktu baca 10 menit
rasa asi

Kerap Bikin Penasaran, Ternyata Seperti Inilah Rasa ASI

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020 . Waktu baca 4 menit
puasa dan perubahan yang terjadi bagi ibu yang baru setelah melahirkan

4 Kiat Jitu Agar Produksi ASI Tetap Lancar Meski Sedang Berpuasa

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020 . Waktu baca 4 menit