Bagaimana Mengatasi Bibir Kering Pada Bayi Baru Lahir?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Salah satu masalah yang umum dialami bayi baru lahir adalah bibir kering atau pecah-pecah. Masalah ini mungkin tidak begitu serius, tapi bisa membuat ibu merasa tidak nyaman saat bayi menyusu di payudara. Lalu, bagaimana cara mengatasi bibir kering pada bayi baru lahir?

Apa penyebab bibir bayi kering?

Bibir bayi baru lahir yang kering bisa disebabkan oleh berbagai alasan. Faktor kebiasaan, asupan, dan juga lingkungan turut memengaruhi kelembaban pada bibir bayi. Salah satu penyebabnya adalah karena bayi mengalami dehidrasi. Bayi baru lahir bisa bisa jadi kurang menerima ASI karena ASI belum banyak keluar dari payudara ibu di hari-hari pertama setelah kelahiran.

Cuaca yang panas dan kering juga turut memperburuk kondisi bibir kering pada bayi. Lingkungan sekitar bayi yang panas dan kering dapat membuat bibir bayi mudah kehilangan kelembaban.

Cuaca kering merupakan penyebab yang paling sering mendasari kondisi bibir kering pada bayi. Selain itu, kebiasaan bayi menjilati bibirnya juga bisa membuat bibir bayi tambah kering.

Bibir kering pada bayi mungkin bukan kondisi yang serius, tapi hal ini bisa jadi pertanda adanya masalah kesehatan pada bayi jika terjadi dalam waktu cukup lama.

Kekurangan vitamin tertentu pada bayi dapat menyebabkan bibir bayi kering atau pecah-pecah. Konsumsi terlalu banyak vitamin A juga bisa menjadi penyebab masalah ini. Hal ini tentu mengkhawatirkan karena bisa menyebabkan masalah kesehatan lain.

Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk mengobati bibir kering pada bayi?

Bibir kering pada bayi tidak hanya membuat bayi terganggu, tapi juga Anda. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mengobati bibir kering pada bayi adalah dengan mengoleskan ASI dengan jari Anda ke bibir bayi. ASI tidak hanya dapat memberikan kelembapan ke bibir bayi Anda, tapi juga dapat mencegah infeksi pada bibir bayi yang pecah-pecah.

Selain itu, Anda juga bisa mengoleskan minyak kelapa ke bibir bayi. Minyak kelapa mengandung asam laurat yang juga terkandung dalam ASI. Jika payudara Anda terasa perih, nyeri, atau sakit setelah menyusui bayi, Anda bisa mengoleskan krim khusus atau minyak kelapa pada puting payudara.

Ini yang harus dilakukan untuk mencegah bibir bayi kering

Selain mengobati, Anda tentu perlu mencegah agar bibir bayi tidak terus kering. Hal penting yang harus Anda lakukan adalah memastikan bayi mendapatkan ASI yang cukup.

Perhatikan seberapa banyak dan seberapa sering bayi menyusu. Ingat, semakin sering bayi menyusu, semakin banyak juga ASI yang diproduksi payudara. Hal ini tentu dapat mendorong kelancaran pemberian ASI ke bayi.

Selain itu, kelembapan ruangan juga perlu dijaga. Pastikan suhu di dalam rumah Anda tidak terlalu kering dan panas, sehingga kelembapan kulit dan bibir bayi pun terjaga. Jika bayi harus keluar rumah di saat cuaca sedang cerah atau berangin, tutupi wajah bayi dengan kain yang ringan agar angin atau panas tidak langsung mengenai wajah bayi.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Was this article helpful for you ?
Sumber

Artikel dari ahli Arinda Veratamala, S.Gz

4 Manfaat Minyak Hati Ikan Kod Bagi Kesehatan Anak

Berbagai cara tentu dilakukan ibu untuk mendukung pertumbuhan anaknya. Salah satunya yaitu dengan memberikan minyak hati ikan kod. Apa manfaatnya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
minyak hati ikan kod

9 Penyakit Infeksi pada Anak yang Rentan Menyerang

Penyakit infeksi pada anak cukup mengkhawatirkan karena bisa mengganggu tumbuh kembang. Lantas, apa saja penyakit infeksi yang sering dialami anak?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
penyakit infeksi pada anak

Zat Besi Sangat Penting Bagi Bayi, Berapa Banyak yang Dibutuhkannya?

Saat bayi menginjak usia 6 bulan, ASI saja sudah tidak bisa mencukupi kebutuhan zat besi bayi. Nah, jika terjadi kekurangan zat besi, apa sih dampaknya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
kebutuhan zat besi bayi
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 12 Juni 2019

Yang juga perlu Anda baca

Bayi Ternyata Tak Boleh Pakai Gurita. Apa Bahayanya?

Gurita bayi diyakini bermanfaat untuk mengecilkan perut dan mencegah pusar bodong. Padahal, gurita bayi justru membahayakan kesehatan anak Anda.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Cara Cepat dan Alami Redakan Panas Dalam

Gejala panas dalam seperti sakit tenggorokan, sariawan, bibir kering, dan sembelit harus cepat diatasi. Ini dia pilihan obat panas dalam alami yang manjur.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Tenggorokan 12 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Pentingnya Persiapkan Daya Tahan si Kecil Sebelum dan Sesudah Lahir

Ya, antibodi bayi yang baru lahir didapatkan dari sang ibu yang diberikan sejak bayi ada dalam kandungan. Lalu, kapan bayi mulai punya sistem imun sendiri?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Maria Amanda
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Pijat Bayi di Rumah, Ketahui Manfaat dan Cara Melakukannya

Bayi Anda sering menangis di malam hari? Atau Anda ingin membangun ikatan yang lebih kuat dengan si kecil? Pijat bayi bisa menjadi jawaban yang Anda cari.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 30 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kulit bayi mengelupas

Kulit Bayi Mengelupas di Minggu Pertamanya, Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
mulur kering xerostomia adalah

Xerostomia (Mulut Kering)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit
memandikan bayi

Waktu Memandikan Bayi, Sebaiknya Pagi atau Sore Hari?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
ciri kulit bayi sensitif

3 Ciri Kulit Bayi Anda Sensitif dan Perlu Perawatan Khusus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit