Bayi yang Sering Digendong Bisa ‘Bau Tangan’, Benarkah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 14/06/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda mendengar istilah bayi ‘bau tangan’? Istilah ini digunakan untuk menyebut bayi yang selalu ingin berada dalam gendongan ibunya.

Sebagian masyarakat percaya bahwa penyebabnya adalah karena ibu terlalu sering menggendong anaknya.

Padahal, menggendong bayi telah terbukti dapat menjalin kedekatan antara ibu dan anak. Kegiatan ini juga efektif untuk membangun ikatan emosional sejak dini. Lantas, benarkah ibu tidak boleh terlalu sering menggendong anaknya sejak bayi?

Apakah menggendong bayi akan membuatnya ‘bau tangan’?

Menggendong adalah respons pertama yang dilakukan seorang ibu saat anaknya rewel atau menangis. Ini merupakan naluri alamiah yang memberikan manfaat bagi kesehatan fisik sekaligus emosional ibu dan anak.

Sentuhan dengan ibu memberikan sensasi yang sama ketika bayi berada dalam rahim. Saat menggendong si kecil, ia dapat merasakan kehangatan, sentuhan, gerakan yang lembut, detak jantung, serta suara ibu dan ayahnya yang membuatnya tenang.

Namun, tidak semua bayi akan menunjukkan reaksi yang sama begitu sang ibu menggendongnya. Beberapa bayi bahkan tetap menangis walaupun sering digendong dalam waktu lama.

Inilah salah satu penyebab munculnya anggapan bayi ‘bau tangan’. Kebiasaan Anda menggendong si kecil saat rewel atau menangis ditengarai memunculkan karakter manja yang bertahan hingga anak bertumbuh besar.

cara Menggendong Bayi

Kabar baiknya, anggapan tersebut tidaklah benar. Sifat manja yang dimiliki anak bukan berasal dari kebiasaan ibu menggendong, melainkan pola asuh yang keliru.

Pola asuh ini terbentuk karena orangtua selalu mengikuti keinginan anaknya saat rewel.

Jika Anda menuruti sikap rewel anak sejak kecil, ia akan menjadikan sikap ini sebagai ‘senjata’ untuk memperoleh apa yang diinginkannya. Seiring bertambahnya usia, ia mulai menunjukkan amarah ketika Anda tidak menuruti permintaannya.

Lantas, mengapa bayi tetap rewel saat digendong?

Sumber: Baby Center

Beberapa bayi terkadang tetap rewel walaupun Anda telah menggendongnya. Namun, hal ini bukan berarti bayi Anda ‘bau tangan’. Hal ini menandakan bahwa mungkin Anda menggendongnya pada saat yang salah.

Bayi berumur di bawah 9 bulan biasanya menangis karena merasa lapar, lelah, kesepian, tidak nyaman, atau merasakan sakit pada tubuhnya.

Nah, biasanya, para ibu akan langsung menggendong bayinya tanpa mencari tahu penyebab ia menangis. Akhirnya, Anda tak tahu mengapa anak Anda menangis meski sudah dalam gendongan Anda.

Jadi, lain kali si kecil menangis, cobalah membiarkannya beberapa saat dan pahami apa penyebabnya.

Anda juga dapat menggunakan cara lain untuk menenangkan bayi tanpa takut anggapan ‘bau tangan’ melekat pada bayi, misalnya:

  • Membaringkannya dalam tempat tidur goyang
  • Membelai kepala, punggung, atau dadanya dengan lembut
  • Membedongnya dengan selimut
  • Membawanya ke luar rumah agar mendapatkan udara segar
  • Memainkan musik yang lembut
  • Berbicara atau bernyanyi dengan suara yang lembut
  • Memandikannya dengan air hangat
  • Mendekatkan bayi dengan sumber getaran atau suara berirama, seperti bagian tertentu kipas angin
  • Membantunya sendawa untuk mengeluarkan gas dari perut

Berkebalikan dengan mitos yang beredar, menggendong bayi tidak akan membuatnya ‘bau tangan’. Anda justru memberikan kehangatan dan rasa nyaman yang membuat bayi merasa tenang.

Jika bayi terus-menerus rewel, berarti Anda perlu memahami apa yang menjadi penyebabnya. Dengan memahami tangisan si kecil, Anda akan memahami kebutuhannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menggendong Bayi Dengan Gendongan Modern

Menggendong bayi butuh teknik yang benar. Pasalnya bayi mudah mengalami cedera. Berikut cara menggendong bayi yang tepat menggunakan gendongan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Parenting, Tips Parenting 03/09/2018 . Waktu baca 3 menit

Seperti Apa Posisi Menggendong Bayi yang Paling Tepat?

Banyak cara untuk menggendong bayi, tapi manakah yang lebih baik? Menggendong bayi di depan atau di belakang? Yuk intip jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 05/05/2018 . Waktu baca 4 menit

5 Teknik Menenangkan Bayi Menangis yang Sudah Terbukti Ampuh

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menenangkan ketika bayi menangis terus. Penasaran apa saja? Simak tipsnya di bawah ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 24/04/2018 . Waktu baca 4 menit

Posisi Menggendong yang Salah Bisa Sebabkan Hip Dysplasia Pada Bayi

Menggendong adalah aktivitas yang sering dilakukan ibu atau ayah. Namun menggendong tidak sembarangan lho. Perhatikan posisi menggendong bayi Anda!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 27/02/2018 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat kedekatan ibu dan anak

Manfaat Kedekatan Ibu dan Anak: Bisa Terhindar dari Risiko Kekerasan Hubungan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25/02/2020 . Waktu baca 4 menit
metode pembelajaran

Metode Belajar Apa yang Terbaik Buat Anak Anda: Visual, Auditori, atau Kinestetik?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 07/01/2019 . Waktu baca 6 menit
ucapan terima kasih untuk ibu

Jangan Tunda Lagi! Yuk, Sampaikan Terima Kasih Pada Ibu Tersayang Lewat 5 Cara Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/12/2018 . Waktu baca 4 menit
mengkritik anak

4 Tips Bijak Menghadapi Ibu yang Suka Mengkritik atau Menyindir Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24/11/2018 . Waktu baca 4 menit