3 Jenis Alergi yang Paling Sering Dialami Bayi dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bayi rentan mengalami alergi. Alergi pada bayi bisa disebabkan oleh makanan, debu, atau iritan bahan kimia yang ada di dalam produk perawatan kulit bayi. Tapi kebanyakan orangtua bisa tidak menyadari gejala-gejalanya yang umum, seperti hidung berair, mata merah, nyeri perut, diare atau muntah, hingga rewel. Pada kasus reaksi yang lebih berat, anak bisa menunjukkan gejala lainnya seperti suara mengi (napas berbunyi ngik-ngik), sulit bernafas, tenggorokan dan lidah membengkak, dan penurunan tekanan darah mendadak. Gejala seperti ini dikenal dengan nama syok anafilaktik yang dapat membahayakan nyawa. Lantas, apa saja jenis alergi pada bayi yang paling umum?

Apa saja jenis alergi pada bayi?

1. Eksim

1 dari 10 bayi dilaporkan memiliki eksim. Eksim atau yang dikenal dengan dermatitis atopik merupakan kondisi peradangan kulit yang ditandai kulit yang kemerahan dan terasa gatal. Hal ini biasa muncul pada anak usia 1-5 tahun.

Alergi makanan atau debu dapat menyebabkan eksim, tetapi terkadang pada beberapa anak penyebabnya tidak dapat diketahui. Untuk mengobati eksim dapat dengan cara menghindari anak Anda dari paparan alergen dan mengoleskan salep dan pelembap. Pada kasus ekstrim, anak Anda dianjurkan mengonsumsi obat tertentu yang diresepkan dokter.

2. Dermatitis kontak

Dermatitis kontak adalah jenis alergi pada bayi yang ditandai dengan kulit kemerahan yang muncul segera setelah terpapar dengan suatu iritan atau pemicu alergi. Kulit bayi akan terlihat kering dan tampak bersisik. Konsultasikan dengan doker apabila Anda curiga gejala-gejala ini dialami anak Anda.

Pengobatan terhadap dermatitis kontak tidak jauh berbeda dengan eksim. Cegah anak Anda berada dekat dari alergen pemicu alergi. Anda juga dapat mengoleskan krim steroid yang dijual bebas. Apabila masih berlanjut gatal Anda dapat memberikannya obat antihistamin, seperti cetirizine.

3. Urtikaria kronis

Urtikaria kronis merupakan reaksi alergi pada bayi yang tergolong berat. Urtikaria muncul ditandai dengan ruam kemerahan yang lebar setelah kontak dengan alergen. Tidak seperti alergi kulit yang lain, urtikaria kronis tidak menyebabkan kulit menjadi kering. Gejala lain yang muncul antara lain sulit bernapas atau bengkak pada mulit dan wajah.

Pada kebanyakan kasus, urtikaria kronik dapat hilang dengan sendirinya selama menghindarkan diri dari paparan alergen. Anda dapat mengunjungi dokter untuk konsultasi lebih lanjut dan minta pengobatan berupa antihistamin.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ibu, Ini 9 Penyakit Kulit yang Paling Umum Dialami Bayi

Bayi rentan mengalami masalah kulit karena kulitnya masih sangat sensitif. Lantas, apa saja penyakit kulit pada bayi yang paling umum?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Kadang, ibu tidak memperhatikan kapan harus mengganti popok dan cenderung membiarkan bayinya memakai popok terlalu lama. Ini akibatnya pada bayi Anda.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Para ibu mungkin sudah tidak asing lagi dengan kemunculan ruam susu atau ruam di pipi bayi. Namun, apakah ruam susu itu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

efek samping salep obat kortikosteroid

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit
mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

Kejang Dengan Demam (Kejang Febrile)

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 6 menit
mengusir biang keringat

3 Bahan Alami yang Bisa Mengusir Biang Keringat

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 3 menit
cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit